SEPAK BOLA INDONESIA (RUSUH LAGI)

Dulu pernah juga saya sekedar menulis iseng iseng bagaimana sebenarnya manajemen pengamanan event sepak bola maupun event lain yang melibatkan banyak penonton dapat terselenggara.https://jurnalsrigunting.wordpress.com/2014/10/23/rusuh-bola-di-solo-dan-potret-manajemen-pengamanan-event/

nah kejadian lagi di GBK , laga antara Persija Jakarta VS Sriwijaya FC dalam perhelatan  Torabika Soccer Champhionship justru di bulan suci ramadhan tahun ini menyisakan bagaimana sebenarnya manajemen pengelolaan pengamanan penyelenggaraan event bola di Indonesia ?

urusan maen bola bagi khalayak Indonesia bukan sekedar sepak , giring dan jaringkan kuit bundar ke gawang lawan , bisa jadi urusan sepak bola bisa jadi urusan hidup mati betulan di Indonesia.https://youtu.be/kSm7kIp1Kio

 

baca- baca beberapa postingan kawan terkait tragedi pengamanan laga bola di GBK barusan adalah sebagai berikut :

Tangkap..provokator……………..Kalau sudah begini pimpinan mau bilang apa. Paling turut berduka cita an SOP apa yang saat ini harus di terapkan, sudah banyak pengalaman yang memprihatinkan dalam pengamanan sepak bola atau giat massa lainnya, harusnya di inventarisir dimana kelemahan kita ( Polri dan Panitia)  dan menyusun pola pengamanannya.

Kebetulan  insiden beginian  juga pernah terjadi seperti ketika mengalami kegagalan dalam pam konser Ungu sehingga penonton mati 11 orang di pekalongan, mungkin sudah saatnya Polisi Menerapkan bukan saja manajemen operasional kepolisian, tapi Manajemen Risiko Operasional Kepolisian dalam menghadapi setiap tugas, yang mana hal ini belum pernah tercantum dalam kirka Intel ataupun Ren ops Polri.

Para komandan atau pemimpin ditingkat manapun punya kewajiban untuk melatih anak buahnya dari hal hal tampaknya sepele namun bisa fatal akibatnya, contoh : Jika terjadi kerusuhan dan personel jumlahnya hanya 1 regu tapi berjauhan satu dan lainnya;  Jika Jaraknya berdekatan bagaimana ; Jika salah satu anggota terancam bagaimana cara melindungi rekannya; jika 1/2 regu bagaimana caranya pamnya. dan sebagainya.

Polri PMJ tentunya berada ditengah dilema antara mengijinkan pertandingan Bola yang seharusnya penuh sportifitas  ditengah pelaksanaan bulan Ramadhan yang seharusnya damai dan tentram.

Tidak ada salahnya juga mulai kita memetakan bahwa terdapat beberapa permasalahan pokok yang selama ini selalu menjadi potensi gangguan kala menggelar pertandingan bola  yang tidak mungkin akan diselesaikan dengan pendekatan polisional :

  1. tidak ada satupun stadion yang biasa digunakan  untuk pertandingan bola di Indonesia menerapkan sistem  kursi per penonton, artinya jumlah penonton yang masuk dan mengisi lapangan bukan didasarkan jumlah kapasitas kursi yang tersedia namun berdasarkan kira-kira kebiasaan daya tampung imajiner stadion semata. bisa sekitar 1000an bahkan 10.000an penonton asalkan masih muat.
  2. belum pernah ada upaya pengkondisian psikologis penonton dan pemain bola agar siap menang dan siap kalah dalam sebuah permainan yang menjunjung tinggi sportifitas di lapangan rumput, berapa kali kita mendengarkan lagu Indonesia Raya dikumandangkan lantas seluruh pengunjung stadion berdiri dan bernyanyi bersama ?atau lagu-lagu apakah yang diperdengarkan sebelum dan saat jeda turun minum pertandingan ? coba lihat video berikut  : https://youtu.be/eR4bZxC2W5s coba video-video semacam ini diputar sebelum pertandingan dimulai, daripada teriak teriak  PENONTON TETAP TENANG  atau HARAP TENANG  mungkin lebih baik disetelin lagu-lagu nasional seperti padamu negeri atau dari sabang sampai merauke atau mungkin juga sekalian lagu goyang dumang.
  3. bentrok terjadi kadangkala menjadi moment yang ditunggangi banyak kepentingan, urusan rebutan cewek apalagi tweet di sosmed yang provokatif  pun bisa menjadi pemicu ledakan, dibutuhkan kerja keras yang tidak berkesudahan untuk menjerakan provokator termasuk menjatuhkan sangsi lebih berat kepada klub atas ulah supporternya.
  4. ledakan kekerasan kadang menyasar sepanjang jalan pulang dari stadion, peran pemerintah daerah , swasta dan masyarakat untuk andil menjerakan para hooligans, dengan kamera cctv dimana mana diyakini ulah supporter brengsek akan segera terdeteksi dan bisa dimintai pertanggung jawaban, teori  anomie memberikan ruang dimana dalam ruang publik yang seolah-olah tidak diawasi ( tidak ada aturan ) maka seseorang cenderung lebih mudah melakukan kejahatan. sorotan kamera snapshoot  di dalam dan sekitar lingkungan stadion kemudian ditayangkan secara real time di super big screen memberikan makna tersirat ” you are on our eyes”. kamu DIAWASI. https://youtu.be/vqhREU6h0M4   &   https://youtu.be/Kck3qyWpggs
  5. Berdayakan dan gunakan unit Satwa seperti Anjing dan Kuda Kepolisian, secara psikologis manusia males berurusan dengan anjing dan kuda , resikonya juga besar,bisa bisa satwa tersebut jadi korban amuk massa, tetapi lebih baik dari pada anggota polisi yang jadi korban keganasan kelompok atau massa.

 

 

Manekin pipis di brusel

Awalnya browsing sana sini mencari info apa yg paling hits untuk jalan jalan di brussel.
Informasi manekis pis atau patung anak kecil yg sedang pipis secara tidak resmi disebut sebagai tujuan wisata favorit di sini.

Berjuang bangun pagi setelah tersesat rute bus dan kereta prancis akhirnya mengantar kaki ke lokasi si anak pipis.

Disinilah terbukti promosi bisa mengalahkan realita, semula dalam benak pikiran adalah si manekin pis bakal seukuran anak anak indonesia yang sehat berkat program bpjs maupun kjp atau setidaknya sebesar anak yg sedang nakal pada umumnya.

Letaknya persis perempatan jalan , kira kira jalan kaki sejauh 1km atau 20menit jalan santai dari depan stasiun brussel gare midi kearah kota tua/ istana .

Tepatnya benar benar jalan kecil ukuran jalan kompleks perumahan di indonesia dan pastinya si manekin piss berukuran tidak lebih dari ukuran bayi 5 bulan sedang pipis.

Menurut cerita yg ditulis ,patung dibuat sebagai tanda pembangunan fasilitas air minum kota di tahun 1691, atau sekitar 4 abad. Yg lalu sisa peninggalan proyek PDAM Belgia.

Tidak ada cerita resmi kenapa patung anak.kecil pipis sengaja di letakkan disitu selain tulisan tentang pembangunan proyek PDAM saja, tetapi menurut penduduk lokal ,bila kita mau ngarang cerita tentan si anak kecil tadi, dipersilahkan saja,asalkan positip dan diupload ke sosmed.

Ini sih promosi gratis namanya, jaman sosmed fenomena biasa  dibelahan dunia lain bisa jadi berita heboh di belahan dunia yg berbeda.

Belajar dari bagaimana pemda brussel mengelola patung seukuran bayi pipis dipojokan gang sempit menjadi sesuatu milik dunia, itulah yang paling perlu dipelajari.

Siapa tahu kelak pemda di indonesia bisa mengangkat dan mengemas tour berbasis urban legend seperti : tour jakarta ghost night yg mengangkat cerita dibalik  si manis jembatan ancol  kemudian lanjut ke hantu jeruk purut ,ditutup makan tengah malam gulai tikungan / gultik setelah melihat penampakan hantu kentang rebus di daerah kemang.

Atau kalau bisa mengemas paket jakarta love story : dengan paket melewati jembatan cinta pulau tidung atau uji nyali dengan bawa pasangan ke kebun raya bogor, konon yg bawa pasangan kesana bakalan putus tetapj justru yg datang jomblo dan dapat keNalan disana bakal jadi pasangan abadi ever after.

Antara rasa jengah ketipu patung pipis yang seupil dengan kenyataan di indonesia yg lebih kaya dan beragam ceriTa urban legend yg bisa digarap.

image

image

image

Lost in paris

Bisa jadi salah satu alasan hitler langsung menduduki perancis adalah akibat kedongkolan jerman melihat paris yang indah, bangsawan dan songong

Jangan harap keramahan Stasiun gare du nord sama seperti amsterdam centraal, selain bahasa belanda pasti ada bahasa inggris , di paris fenomena itu hampir tidak ada, kalaupun ada informasi nyaris secuil dan selebihnya ya silahkan tanya tanya dalam bahasa resmi franco phone.

Mungkin bukan songong tapi lebih ke kebanggan atas identitas nasional, sebagai perancis yang berdaulat, sesuatu yang mudah diucapkan dan sangat sulit diterapkan di kampung halaman

Sebagai negara yang memiliki banyak bekas daerah jajahan diseluruh muka bumi , hampir dipastikan bahwa prancis memiliki masalah dengan banyaknya pendatang khususnya imigrant dari berbagai negara yang pernah menjadi jajahan ) berbahasa perancis).

Tidak heran bila di paris bisa melihat kaki lima dan pedagang asongan berseliweran di pusat keramaian.

Satu lagi yang menjadi hal biasa di paris adalah melihat polisi maupun  militer lengkap body armor dan senjata laras panjang berpatroli di jalan jalan dan pusat turistik.

Tidak terlihat adanya rasa kaget dari masyarakat paris maupun turis melihat adanya militer berpatroli di kota.

Fenomena ini diyakini bisa terjadi setelah serangan teror terhadap redaksi charlie hebdo dan active shooter di paris belum lama ini, hal ini merupakan legitimasi publik atas perlunya kehadiran formed police and military personel dalam menjaga keamanan di kota.

Legitimasi masyarakat umum menjadi suatu keharusan ketika legalitas belum atau tidak mengatur suatu hal, bisa jadi karena pertimbangan demi kepentingan umum adalah menjadikan kehadiran polisi yang formed police dan miltary officer sebagai hal lumrah.

Tanggung jawab keamanan umum tetulah bukan sebuah kewenangan absolut sebuah lembaga semata, namun adalah bagaimana kolaborasi berbagai pihak khususnya negara dan masyarakatnya dalam menangani setiap gangguan kamtibmas di lingkungannya, kondisi yang dinamis adalah ketika masyarakat memiliki peran penuh dalam tanggung jawab keamanan dan alat negara menjadi leading actor dalam pengamanan.

Paris pasti sangat trauma pasca serangan active shooter yang lalu, belum lagi disusul jakarta dan belgia dalam kasus yang sama, hampir semua negara di eropa sedang siaga, sebagaimana lazimnya pasca teror terjadi yang lazim juga dalam kurum waktu kemudian sebagaimana kurva pisang akan menemukan titik puncak kesiap siagaan, lantas turun sederajat pelan – pelan sampai menemukan insiden

Implementasi strategi pencegahan kejahatan ( terorisme ) tidak dapat dilakukan secara parsial dan sepotong sepotong, mulai dari primary , secondary dan tertiary crime prevention dalam bentuk follow the actor dengan hukuman yg setimpal atau menjerakan, follow the action dengan hukum yg berkembang, follow the money dengan menyita dan memiskinkan , follow the idea dengan kontra narasi serta follow the supporter dengan mengalihkan kesempatan meracuni pengikut baru.
image

image

image

image

image

image

image

image

Koln

Sebenarnya kalau mau nyolong tidak bayar tiket kayaknya bisa saja, tidak ada satpam apalagi polsuska hilit mudik sepanjang kereta.

Tepatnya karcis kejujuran ,anda mau bayar ….. sudah sewajarnya karena pake fasilitas …. anda gak bayar nggak ada yang maksa .

Saya curiga jangan jangan ini akibat pelaksanaan kantin kejujuran kepada masyarakat sejak dahulu kala, padahal gerakan sosial Kantin kejujuran  baru saya kenal setelah dibisiki oleh anak saya yg sd” papa besok minta uang buat belanja di kantin kejujuran “, awalnya saya bingung atau mungkin juga kurang update apa itu kantin kejujuran .

Wah saya pikir boleh juga konsep ini buat melatih anak anak menjadi manusia jujur selain memaksa mereka jadi pintar seperti kebanyakan progam les dan bimbel saat ini.

Saya ingat konsep kejujuran ini pernah saya lihat di sekitar kampung watumaeta di pendolo, waktu itu masyarakat sepanjang hutan perbatasan sulteng dan sulsel yg kebetulan berladang kerap memajang hasil ladang berupa singkong dan pisang demikian saja tergeletak diatas para para pinggir jalan trans sulawesi yg super sepi saat itu.
Pernah saya coba membeli pisang ,namun setelah saya tunggu hampir 1/2 jam tiada satupun pemilik kios yg muncul akhirnya saya batalkan, barulah beberapa hari kemudian saya tahu bila berbelanja, maka saya cukup menaksir sendiri berapa rupiah pisangnya dan sisipkan uang belanja di wadah yg ada biasanya berupa ember atau dinding para para.

Saya sempat bertanya ke penduduk lokal , apakah pemilik yakin pisangnya akan dibayar, jawab penduduk lokal adalah pasti yakin dibayar kan sama sama jujur , paling katany kalau tidak bayar alias nilep nanti sakit perut.
Memang syarat dan ketentuan berlaku ,tapi di koln bukan di jakarta , makanya saya curiga jangan jangan guru sd anak saya sempat ngajarin penduduk koln konsep kantin kejujuran…. atau sebaliknya.

Memang saya juga tidak yakin 100 persen semua penumpang tram yang saya ikuti jujur semuanya, tapi tanpa penjaga dan polsuska berwajah garang sah sah saja orang naik tram .

Ya semoga besok saya bisa membuat semacam kantim kejujuran di kantor setidaknya saya akan mulai dari diri saya bahwa saya akan bayar teh botol di kantor sesuai apa yg saya minum, mulai buang puntung rokok ditempatnya ,bukan di teras dan diselipkan dibawah karpet, mulai tidak menerobos jalur busway dan mulai memberikan kesempatan jalan lebih dahulu kepada penyeberang jalan.

Walaupun kecil dan mungkin tak ada manfaatnya, setidaknya saya berusaha supaya besok besok anak cucu saya bisa naik tram atau mrt tanpa perlu dipelototi polsuska, selataknya mandor mengawasi para kuli seperti jaman penjajahan dulu.

 

 

Sankt augustin

GSG 9 nama ini mungkin pernah anda dengar selintas ,khususnya penggemar sejarah kepolisian dan militer, nama ini sempat mencuat karena pernah dikait kaitkan dengan pembentukan unit gultor di indonesia.

berkunjung ke mako gsg9 di kota Koln tepatnya di kecamatan Sankt Augustin Rata rata personil gsg 9 sangat ramah dan mau berbagi pengetahuan dan nkpengalaman kecuali pada saat bicara masalah operasi lawan insurjensi berhutan tropis seperti di indonesia ,mereka katakan pasti berat operasi oli di indonesia kami pasti tidak tahan nyamuknya.   Beberpa ide yg bisa saya sharing adalah : 1. Latihan latihan dan latihan merupakan sebuah kesejahteraan bagi agt gsg 9, saya datang ke mako tiap jam 8 pagi ,karena jam 07.00 adalah waktu sarapan bagibsemua penghuni kompleks, jam 8 tet latihan dimulai , materinya sesuaikan dengan unit anda sendiri apakah unit sniper, unit selam atau unit terjun , bentuknya mengasah kemampuan pribadi dalam menembak, beladiri,renang atau selam, dan semuanya mandiri dilakukan sampai jelang jam makan siang, lepas makan.siang jam 13.00 silahkan lakukan olahraga mandiri apakah maen bola,lari,fitnes,karate dll silahkan atur sendiri sampai jam 16.00 jam pulang kantor. Beberapa hal yg bisa ditarik. adalah latihan adalah kesejahteraan,  karena mereka yg terlatihlah yg ” laku” dalam penugasan.

  1. kesiapan personil gsg 9 adalah setiap hari ada tim siaga terdiri dari sekian perwira dan sekian unit dgn catatan agt yg kena siaga ( jumat sampai jumat ) wajib tinggal di barak dan menyiapkan gear dibawah tempat tidur masing masing. Konsep ini bagi rekan rekan kaden gegana  perlu ditiru yakni latihan taktik dan teknik  brimob dari pagi sampai siang baru setelah makan siang sampai apel siang diisi giat pembinaan fisik atau intelegensia secara pribadi atau kurve kurve satuan.

Memberikan kepercayaan.     kepada agt yg siaga utk siapkan alat berupa senpi ,mobil ,motor dll agar sedia dipake 24/7 dalam jangkauan 1-3 jam sudah di tkp.

beraudiensi dengan komandan gsg9 bapak kolonel jerome fuchs ,beliau antusias memberikan peluang kepada adik adik nantinya ikut berlatih di jerman, ada penekanan kami kepada pak jerome ,bahwa polri perlu menambah kesempatan belajar sniper dan aspek maritime ,hal ini dipengaruhi adanya peristiwa abu sayyaf group dan pengalaman operasi ujung genteng ( narkoba) dahulu.

Kedepan adalah bagaimana brimob mempunyai kemampuan wanteror aspek perairan dan kemampuam sniper kepolisian yg mumpuni.
Satu lagi adalah pernyataan kapolri pagi ini tentang terpilihnya presiden philipina yg baru the punisher yg programnya adalah menggebuk abu sayyaf group ,,perlu kita antisipasika kalau ada migrasi atau pengungsi dari mindanao ke indonesia( tarakan dan sulut)

Untuk selanjutnya pasti akan tarik ulur siapa eksekutor gultor aspek laut spt brahma 12, tetapi sudah saatnya polri dalam hal brimob siapkan opsi alternatif dgn ops intelijen di manila,mindanao dan sangir talaud,ops tadi jadi pilihan sebelum benar benar eksodus pejuang mindanao digempur philipina army dalam bulan bulan kedepan,

eksodusnya adalah senjata,munisi dan peledak masuk wilayah nkri itu yg perlu segera diantisipasi .

Abu sayaf dan polri

Saya salut dengan Adik2 yang peduli dengan kasus sandera ini karena dampaknya cukup serius bila tidak berhasil ditangani dengan baik. Ide dan saran Adinda Arvan dan Nurcholis baik sekali.
Ijin urun rembuk karena nama saya sudah disebut oleh Abang yang jadi idola saya Jenderal Jacky Uly. Meskipun ini kisah masa lalu, yang berlaku pada jamannya, tapi mungkin ada manfaatnya. Sangat jarang media mengangkat proses pembebasan sandera Resmiyadi (kapten kapal) karena namanya saja operasi intelijen. Yang tahu persis secara detail perkembangan hari demi hari hanya Kapolri (Jenderal Da’i Bachtiar dan Jenderal Sutanto), Menlu RI, dan Katua Komisi I DPR, karena jalur pelaporannya memang sangat terbatas.
Mencermati perkembangan terkini, disatu sisi TNI siap gelar operasi tetapi disisi lain pemerintah Philipina menyatakan menolak bantuan militer Indonesia dengan alasan konstitusi dan tentunya pertimbangan keamanan yaitu pembalasan kelompok Abu Sayyaf.
Proses diplomasi dan lobby-lobby sedang berjalan di tingkat atas. Opsi operasi militer menjadi opsi terakhir. Apa yang (bisa) dilakukan oleh Polri?
Saya yakin dan optimis dengan banyaknya perwira2 muda Polri yang pernah mengikuti pelatihan di luar negeri di bidang ini dan banyaknya perwira2 yang berpengalaman menangani terorisme maka banyak alternatif penanganan yang dapat dilakukan.
Secara garis besar pengalaman saya menangani kasus penyanderaan 3 awak kapal tahun 2004-2005 di Philipina Selatan:
Saya diperintah Kapolri berangkat ke Manila gabung dg Tim Terpadu (BIN, Polhukam, Kemlu, Polri, KBRI). Berangkat pula Tim Komisi I DPR RI dipimpin Pak Fanny Habibie. Lobby dilakukan melalui jalur diplomatik, kepolisian, militer, intelijen, parlemen, tokoh agama, termasuk kelompok garis keras.
Hasilnya, operasi militer berhasil membebaskan 2 sandera krew kapal, tetapi 2 informan intelijen militer dibunuh karena dicurigai membocorkan posisi sandera. Terbukti memang benar 2 informan tadi yang menyuruh 2 sanderan kabur pada malam hari menuju lokasi penjemputan oleh tim militer.
Sandera Resmiyadi dibawa kabur ke lokasi persembunyian lain oleh penyandera. Militer menjanjikan dalam 2 minggu akan mampu membebaskan sandera Resmiyadi.
Namun setelah ditunggu sampai satu bulan lebih, tidak ada berita perkembangannya. Akhirnya Tim Terpadu bubar sendiri, masing2 kembali ke kesatuannya.
Suatu malam HP saya berdering, ketika saya lihat nomornya dari luar negeri. Begitu saya angkat, yang bicara nadanya membentak dan mengancam dengan bahasa inggris logat philipina, tagalog campur sedikit melayu. itulah awal teror selama 3 bulan yang harus saya hadapi setiap tengah malam menjelang pagi. Rupanya isteri sandera memberikan nomor HP saya ke penyandera karena sudah tidak kuat diteror  dengan mendengarkan tangisan suaminya. Itulah awal saya belajar praktek sebagai negosiator. Langkah yang saya lakukan kemudian adalah :
– menghubungi perusahaan kapal agar tidak melayani permintaan tuntutan dan putuskan komunikasi.
– mengumpulkan teman2 wartawan yang masih meliput kasus itu untuk diberikan penjelasan dan pengertian ttg kerugian yang ditimbulkan bila media tetap  membesarkan berita ini.
– menghubungi keluarga sandera agar tidak melayani media dan tidak melayani komunikasi penyandera.
Jadi, komunikasi hanya satu pintu, yaitu negosiator.
Setelah itu saya mulai terbang ke beberapa negara yang pernah menangani kasus serupa, bertukar data dan informasi, dan best practice. Di Manila saya membeli buku2 tentang pengakuan para mantan sandera dan operasi pembebasan sandera. Ini sangat membantu.
Dengan bahan itu, saya mulai membangun jaringan, sampai masuk ke para mantan kelompok Abu Sayyaf yang melarikan diri karena konflik internal mereka. Akhirnya saya bertemu dengan Hj. M, mantan Komandan Batalyon Abu Sayyaf. Melalui dialah saya dengan cepat tahu siapa kelompok yang menyandera dan dimana (tehnis operasi tidak dapat saya uraikan disini). Proses negosiasi terus berjalan dan proses operasi pembebasan juga berjalan beriringan. Saya dapat informasi bahwa  penyandera berasal dari daerah dan etnis yang memiliki budaya yang menarik. Sosok Ibu sangat dihormati dan ditakuti, tidak demikian dengan ayah. Oleh sebab itu, saya menggunakan pendekatan Antropologi budaya (Guru saya Prof Parsudi Suparlan Alm), mempelajari sistem kekerabatannya dan sebagainya. Hal ini sangat bermanfaat ketika saya melakukan pendekatan dan negosiasi sampai berhasil.
Waktu pembebasan meleset dari rencana semula karena cuaca buruk, ekor badai  sampai ke daerah operasi. Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, di suatu bandara, saat mau melalui pemeriksasan imigrasi, saya lupa kalau paspor sandera sudah mati. Sandera ditahan. Saat itulah saya terpaksa membuka kedok dan meminta bantuan imigrasi negara itu untuk mengijinkan kami berangkat. Akhirnya perjalanan kembali ke tanah air berjalan lancar. Rencana semula sandera akan diterima Presiden SBY di istana tapi batal karena tertunda 3 hari, sehingga SBY sudah berangkat ke luar negeri. Serah terima sandera kemudian dilakukan di Menkopolhukam. Saat konferensi pers, tidak disebutkan bahwa operasi pembebasan dilakukan oleh personil Polri, karena banyak pihak yang sibuk tampil sebagai pihak yang berjasa. Rupanya Ketua Komisi I Pak Fanny Habibie memperhatikan hal itu. Mendadak Beliau memanggil saya maju kedepan, sambil mengangkat tangan saya Beliau bersuara lantang :”……ini dia yang membebaskan sandera ini”. Tapi sekali lagi, karena ini operasi intelijen maka jangan berharap kita diakui atau jadi populer, seperti kalau pengungkapan kasus yang selalu diliput media tiap hari.
Untuk menghadapi kasus yang sekarang, sambil menunggu upaya diplomasi, kalau boleh saya ingin memberikan saran praktis (mungkin sudah dilakukan?) :
1. Segera tunjuk negosiastor yang mumpuni dan bekali dengan informasi yang cukup.
2. Hubungi perusahaan agar jangan melayani komunikasi dan permintaan tebusan dari penyandera. Batas waktu dan ultimatum penyandera, selama ini sebatas gertakan, tapi perlu diwaspadai. Memenuhi tuntutan penyandera berarti kalah dan kedepan akan terulang kembali atau akan ada “pajak gelap” setiap kapal melintas.
3. Pertemuan dg wartawan atau Pemred ttg pemberitaan. Penyandera melakukan pressure ke pemerintah melalui media, sumbernya dari keluarga, penyandera, atau pihak lain yang ingin mendiskreditkan pemerintah.
4. Bentuk Tim ops intelijen. Mungkin pola operasinya sebagian masih bisa menggunakan yang lalu atau disesuaikan dengan perkembangan terkini dilapangan.
5. Gunakan dukungan IT intelijen, disamping human intelijen.

Itulah sekelumit cerita masa lalu. Saya beruntung pernah tugas di NCB Interpol, Tim Terpadu Kemenkopolhukam, Tim Terpadu Kemlu, Interogator teroris ke beberapa negara (Afganistan, Pakistan, Malaysia, Philipina, Singapore, Thailand, Australia, Perancis). Kesempatan itu saya juga gunakan   untuk membangun jaringan intelijen dengan negara2 terkait. Kunci membangun jaringan intelijen adalah Trust, timbal balik, responsif, bina hubungan personal yang baik dan harus dipelihara terus. Hubungan personal yang baik dapat mengatasi kendala birokrasi dan aturan yang berbelit-belit. Dengan modal itulah maka saya dapat memanfaatkannya untuk kepentingan penugasan lainnya, termasuk pembebasan sandera.
Terima kasih.
Benny J. Mamoto.
Sekretaris Program Studi Kajian Ilmu Kepolisian
Pascasarjana Universitas Indonesia.

Horas bang

Tak tahunya aky sapa pulak yang capek capek nulisnya, gayanya bang ucok nyentil tingkah laku Indonesia.

Surat Terbuka Pesal Nameda Anak Medan untuk Rio Haryanto ini sungguh cetar membahana….hehehehe

 

 

“”SURAT ANAK MEDAN BUAT RIO”

Buat donganku :
Rio Haryanto  – Pembalap F1

Apakabar, Rio ?
Masih di Merbourne-nya kau ?
Ini Bang Gumarapus yang poto-poto di kantor sama kau bulan lalu.
Mudah-mudahan kau sehat-sehat aja ya Dek, Jangan kau begadang. Jangan pulak kau tenggak vigor disana. Jangan kau tiru abang waktu muda. Tiap hari teguk step atau kamput. Kayak spiritus rasanya. Rusaknya abang ini.

Merinding abang tengok penampilan kau itu. Bah, paten kali kau kutengok. Gantengnyaaa.. Jeges. Orang sekampung melongo nengok kau, Rio. Cemmana pulak bisa orang Solo masuk F1. Salut kaaaali abang Dek.

Jangan kecik hati kau gak sampe habis kau di sirkuit. Yang penting udah kau injak aspalnya tu. Di Australia lagi. Bukan di Sentul. Mana bisa sembarang orang kesitu. Kau ingat itu……!

Abang hanya ingatkan, jangan kau dengar kali suara orang di sini. Abang tengok bacrit alias  banyak kali cerita orang itu. Dianggapnya mudah bisa maen disitu. Gak ada otaknya orang tu semua. Macam pande kali dia itu. Bawak slow saja ya Dek.

Orang itu nampak kali gak pernah bejuang. Mau enaknya aja. Cemmana laa, orang itu banyak jadi anggota DPRD, ijazahnya persamaan nya. Mocok-mocoknya kerjanya dulu. Masuk parte, entah apa prestasinya. Dipilih kawan-kawannya itu. Jadilah dia masuk gedung DPRD. Petentang-petenteng pulak. Belum tentu dia itu hapal Undang-undang. Cuma lagaknya aja yang banyak.

Rio, hari ini banyak berita kau di koran dan tipi. Tapi abang nasehati kau. kalau kau baca ulasannya, jangan la kau bawak kali masuk ke hati. Banyak tak bagusnya itu. Melecehkan saja isinya. Pening kepala kita. Semua maunya ribot. Yang bagus pun ditulis ancur. Tak syor kita bacanya. Mungkin kayak gitu yang diajari emaknya sejak kecil. Ngertilah kau ya.

Dek, apapun kata orang, abang salut kali sama kau. Mana ada orang Indonesia bisa masuk F1, selain kau.
Alamak jang, bisa masok MURI lah kau nanti. Perjuangan kau tak bisalah rasanya abang tiru. Susah itu, susah kalipon.

Abang dengar, kendaraan kau mogok.. Itu bukan silap kau Dek. Kerjaan si Manor nya itu. Tak beres dia. Nanti-nanti ingatkan dia, jangan bikin ilang syoor .

Tapi abang tengok, biasa nya pembalap itu gagal. Abang rasa, jagonya kau nyuper. Cuma nasib aja kau kemarin gak habis kau tanding. Si Schumacher saja pernah sial. Si Lewis juga pernahnya motornya rusak. Biasanya itu. Malah ada yang belum start aja sudah mogok dia. Kayak si Keviyat. Padahal si Putin sponsornya. Tak jaminan la. Gak usah suntuk kau. Masalah gelleng nya itu.

Abang kemarin agak was-was jugak. Abang takot kau kecelakaan di lapangan. Mau kemana muka abang dan orang kampung kalok kek gitu. Ternyata paten kali kau itu bah. Tak ada kau senggol orang. Untung tak kau tiru Sudaco di Medan, semua mau disenggol. Ada celah sikit di jalan langsung masok kepalanya. Betol-betol abang takut kau tiru supir sudaco. Meskipun tak semua sopirnya jelek. Buktinya bang Ucok, bagusnya kutengok dia  nyupir. Mungkin karena adek iparnya jadi kenek ya. Cuma abang tengok, mobil balap kau warnanya kek metromini. Cemmana pulak critanya bisa gitu?

Eh, ternyata si Alonso yang berantam mobilnya sama si Guterez. Baguslah kau tak ikut-ikut orang itu betekak di lapangan. Memang udah cocok kau jadi pembalap di F1 tu. Bukan abang itu yang ngomong. Tapi abang baca, kalok gak profesional manalah bisa ikut balapan kek gitu. Apalagi kalau tak silap, gak ada KKN di F1. Itu bedanya dengan balapan jadi pengurus parte. Ada bapak, bini, anak, menantu, adek, entah siapanya lagi. Masuk semua jadi pengurus. Bapak diganti anak, biasanya

Okelah ya Rio. Abang tunggu kabar kau. Abang dengar kau tanding nanti di Bahrain. Kalau tak silap abang, masih ada 20 pertandingan lagi. Jangan kembut kau ya, libas aja teros.
Abang tak maksa kau juara. Beratlah. Tapi abang berdoa kau bisa buat lagu Indonesia Raya bisa dinyanyikan. Cuma jangan lupa kau bawa kasetnya. Takutnya panitia tak punya pulak. Ancor nanti acaranya kalau kau juara tak siap lagunya. Tak sedap kita nengoknya. Kau bawa aja kasetnya. Abang rasa tak apa-apanya itu.

Jangan lupa kalau kau lagi duduk-duduk sama orang Manor, dikit-dikit kau bilang la, jangan banyak kali mintak duit orang tu. Bilang aja, sekarang ini nama MANOR saja sudah terkenal di sini. Omak-omak, Opung, semua dongan tahu kau pake bendera Manor. Sangkin terkenalnya, orang lupa sama kasus BLBI, Mafia Migas, Sumber Waras, Sinabung. Sebentar lagi genset di kampung abang jadi laris. Manalah mau orang kampung tak liat kau tanding. Disini seringnya mati lampu.

Jadi bertandinglah kau baek-baek ya Dek. Jangan jujur2 kali kau tandeng. Sekali-sekali kau gertak orangtu. Kasih sikit pancingan. Kalau sudah jiper, ada harapan kau ditakuti. Coba kau bilang dulu ke orangtu, berani gak nyupir di Medan. Kalok bisa pagi-pagi suruh dia datang di jalanan kota. Biar mati bediri dia.

Abang rasa, kalau kau sudah sering masuk tipi, citra Indonesia pasti mantap. Bisa-bisa investor datang bawa duit kesini. Bukan kayak investor yang kemaren dulu. Apanya bawa duit banyak. Dia hanya berusaha dapat ijin disini, lalu pinjam duit di bank disini yang berafiliasi ke negaranya. Bedangkiknya lagi dia itu. Yang dijaminkan malah aset milik bangsa kita. Entah apa yang dipikirkan elit negeri kita soal ini.
Tapi jangan kau urus soal ini, Rio. Biarlah orang lain aja. Kau biar jadi contoh cemmana jadi profesional yang fokus. Fokus fokus fokus. Bukan sekedar kerja kerja kerja. Ingatnya kau itu ?

Segini ajalah surat abang ya. Sudah capek kali abang nulisnya. Tapi ini karena abang bangga sama kau, Rio.
Nanti kalau kau ke Medan, jangan lupa kontek-kontek abang. Nanti abang jemput pake sudaco di Kualanamu, kalok nggak naik becak mesin,  Kita raon-raon, kuajak musing2 kau sampek ke Kampong Lalang. Pasti banyak yang manggil-manggil kau. Abang pon senang lah.
Oke, salam juga dari kawan abang. Si Gundur, si Leman, si Bujing, si Torang, si Lokot, si Lanteung dan si Baluap. Itu semua parte abang di Medan. Dongan……dongan sabutuha. Dan jangan takot kau sama IPK dan PP, udah aman sekarang, jadi tak pala harus berondoklah kau.

Itu aja ya. Jangan bosan kau baca surat abang ni ya Dek

Pulo Brayan, 22 Maret 2016

Baik dan lebih baik

Jangan berhenti berbuat baik walaupun kadang kita tidak tahu apakah sesuatu yang baik adalah kebaikan dan apakah yang baik adalah benar sehingga menjadi kebenaran dan apakah yg baik dan benar harus disampaikan dengan indah agar menjadi keindahan

Nemu di sebuah group semoga menjadi awal yang baik dalam menunjukkan suatu kebenaran dengan cara yang indah

Polisi baik kalau kata orang baik dibilang baik.. Polisi tdk pernah baik kata orang tidak baik.. Orang baik selalu berkata baik.. Orang yg selalu berkata tidak baik biasanya bukan orang baik.. Maka dari itu; tdk usah pusing dg omongan orang yg tdk baik apalagi yg berkata tidak baik belum tentu orang baik..

Masalahnya; baik dan tidak baik jadi semakin bias dijaman sekarang.. Apalagi semua orang punya indikator masing2

Kalau polisi lepaskan penjahat atas permintaan keluarga penjahat, pasti polisi dibilang baik oleh keluarga penjahat, tp dibilang tidak baik oleh keluarga korban.. Sebaliknya kalau polisi menahan penjahat, polisi dibilang tdk baik oleh keluarga/teman penjahat..

Kalau polisi cume menegor pelanggar lalu lintas yg menyerobot jalan, pasti polisi dibilang baik oleh pelanggar, tp dibilang tdk baik oleh orang yg mengantri lama..

Apakah polisi baik harus seperti penasihat yg memberi siraman rohani setiap hari?? Kalau gitu sih namanya ustad

Apakah polisi baik harus menyeberangkan orang tiap hari?? Apa gunanya lampu merah? Apa gunanya pengendara baik yg taat aturan?

Apakah polisi baik tidak boleh menilang orang yg melanggar? Boleh tilang.. Yg tidak boleh adalah main mata dg pelanggar lalulintas..

Saya sering tangkap penjahat, korbannya senang pelaku ditangkap, tp keluarga tersangka bilang saya jahat karena tangkap suami/ayah/adik/keponakan mereka.:

Saya banyak tangkap penipu, korbannya senang, tapi teman2 pelaku tidak suka karena temannya ditangkap, dan cerita kemana2 kalau polisi jahat krn tangkap temannya..

Saya pernah sulit membuktikan kejahatan orang yg dilaporin; korban tidak puas dan bilang polisi tdk baik, terlapor jg tdk suka krn diperiksa polisi bolak balik masih dalam status jadi saksi

Kerja polisi yg baik itu sebenarnya memang berakibat membuat tidak nyaman bbrp orang.. Namun, sepanjang itu dilaksanakan dengan tulus, maka kita jangan pernah ragu bertindak utk tetap menjadi penjaga peradaban..

Baik baik ya kalian semua.. Kami menjaga orang baik supaya dapat hidup baik. Polisi baik harus buat orang baik makin baik. Polisi baik juga harus bisa buat orang tidak baik jadi baik..

Smg menjadi motifasi bg unit lapangan yg sll berhadapan dgn org baik dan org yg berprasangka tdk baik thd Polisi;)👍

Generasi pertama sekaligus terakhir

Yang lahir angkatan 40-
50 -60- 70

Sekedar anda tahu….

Kita yg lahir di tahun 40- 50-60-70an, adalah generasi yg layak disebut generasi paling  beruntung.
Karena kitalah generasi yg mengalami loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di abad ini, dg kondisi usia prima.
✌✊👊👍

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati riuhnya  suara mesin ketik.
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.
📃📄📝💻💻

Kitalah generasi  terakhir yg merekam lagu dari radio dg tape recorder kita.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men download lagu dari gadget.
😄🔊📻📼📱

 

eewew

Kitalah generasi dg masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, galasin adalah permainan yg tiap hari akrab dg kita.
Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game  di gadget .
🏃🎈🏊💃📱💻

Masa remaja.
Kitalah generasi terakhir yg pernah mempunyai kelompok / geng yg tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama  menikmati  malam minggu sampai pagi.
Karena kita adalah  generasi yg berjanji cukup  dg hati.
Kalau dulu kita harus bertemu untuk terbahak bersama.
Kini kitapun tetap bisa ber ”wkwkwkwk
😄:D:mrgreen:😝😛😜😂”
Di grup  Facebook/whatsApp .
🎇🌠🌌🌈

Kitalah generasi  terakhir yg pernah menikmati  lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.
Juga bersepeda motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala
:mrgreen::D😅🚴 🚵

Kitalah generasi terakhir yg pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yg membayangi kita.
👧🚶👬🏃💃

Kitalah generasi terakhir yg pernah merasakan nikmatnya nonton tv dg senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini :|:(:(:(

Kitalah generasi terakhir yg pernah begitu mengharapkan datangnya pak pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati. 😍📬😍📩😘

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tp kita adalah generasi yg
LIMITED EDITION.
Kita adalah generasi yg patuh & takut kpd ortu (meskipun sembunyi2 nakal & melawan) tp kita adalah generasi yg mau mendengar & komunikatif thd anak cucu.

Itulah kita….

rwqerwerwrweer

Anda generasi itu?

Bagikan ini.
Biar yg belum tau menjadikan tahu.
Biar yg pernah tahu tetap ingat kalau mereka tahu
Dan menikmati lagi indahnya masa lalu yg tidak semua generasi tahu.. 😂😂😂