UNMISS DAN KONDISI REPUBLIK SUDAN SELATAN SAAT INI

UNMISS DAN KONDISI REPUBLIK SUDAN SELATAN SAAT INI

DSC00595

DSC00027

DSC00035
20141030_144004

20140923_091941

20141010_173115
UNMISS berdiri berdasarkan rekomendasi Sekretaris Jenderal melalui resolusi Dewan Keamanan nomer 1996 (2011) tertanggal 8 Juli 2011 yang  menetapkan berdirinya Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) untuk periode satu tahun, pertanggal 9 Juli 2011, dengan tujuan untuk memperbaharui  Mandat Misi PBB di Sudan (UNMIS) sebelumnya yang berakhir pada tanggal yang sama.

20150529_093458

Tujuan UNMISS adalah untuk mengkonsolidasikan perdamaian dan keamanan, dan membantu menciptakan  kondisi yang sesuai untuk  pembangunan di Republik Sudan Selatan, sekaligus untuk memperkuat kapasitas Pemerintah Sudan Selatan agar dapat memerintah secara efektif dan demokratis termasuk menjalin hubungan baik dengan tetangga-tetangganya.

4

images (9)

Napak tilas sejarah berdirinya republik Sudan Selatan dimulai dari adanya  Comprehensive Peace Agreement  tahun 2005 yang berlanjut dengan adanya referendum dan kemerdekaan Sudan Selatan itu sendiri. Pada  tanggal 9 Juli 2011, Sudan Selatan berhasil menjadi negara terbaru di dunia. Kelahiran Republik Sudan Selatan merupakan puncak dari proses perdamaian enam tahun yang dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Perdamaian Komprehensif (CPA) pada tanggal 9 Januari 2005 antara Pemerintah Sudan  ( Khortum ) dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM), guna mengakhiri lebih dari 20 tahun masa perang.

IMG_0662

Misi PBB di Sudan (UNMIS) mendukung pelaksanaan CPA selama periode interim yang dibentuk oleh Pemerintah Sudan dan SPLM ketika CPA ditandatangani, termasuk menyerukan referendum untuk menentukan status Sudan Selatan. Referendum diadakan pada bulan Januari 2011, hampir 98,83% pemilih memberikan  suara untuk kemerdekaan. Sekretaris Jenderal PBB menyambut pengumuman hasil akhir referendum dan menyatakan sebagai cerminan kehendak rakyat Sudan Selatan.

DSC00852

Setelah akhir periode peralihan kekuasaan dan dilanjutkan dengan kemerdekaan Sudan Selatan pada Juli 2011, Dewan Keamanan akhirnya membentuk misi baru, yakni Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) dengan mengadopsi resolusi Dewan Keamanan PBB nomer : 1996 (2011) tertanggal 8 Juli 2011 .

20150124_150957

Pada  tanggal 15 Desember 2013, kekerasan kembali pecah di Juba , ibukota Sudan Selatan dan dengan cepat menyebar ke lokasi lain di negara itu yang mengakibatkan krisis politik dan mengancam kondisi keamanan nasional, dampak konflik paling parah dirasakan didaerah  seperti : Central Equatoria, Jonglei, Lakes, Unity dan Upper Nile.

20141103_151043

Konflik juga berakibat adanya ketegangan hubungan antara Pemerintah dan UNMISS, terjadi peningkatan sentimen anti-PBB yang berasal dari salah persepsi tentang peran Misi selama krisis. Tuduhan yang tidak mendasar bagi UNMISS memihak salah satu pihak serta kecurigaan bahwa Misi PBB telah membantu dan bersekongkol dengan pasukan anti-pemerintah.

IMG-20141212-WA0028

Pernyataan publik yang bermusuhan justru dibuat oleh pejabat senior Pemerintah, akibatnya akses UNMISS untuk bergerak bebas akhirnya terhambat. Demonstrasi mengecam PBB terjadi beberapa kali di Ibukota termasuk di beberapa kota seperti Rumbek (Lakes State) dan Aweil (Bah el Ghazal North State).

DSC00032

Krisis senantiasa memiliki konsekuensi negatif terhadap hak asasi manusia di berbagai negara, terutama di daerah yang mengalami  konfrontasi militer besar seperti di ibukota nasional dan di Jonglei, Upper Nile danUnity States). UNMISS memperkirakan ribuan orang tewas selama pertempuran pada awal-awal masa krisis. Kedua pihak dalam konflik bertanggung jawab atas serangan etnis yang menargetkan warga sipil dimana kedua belah pihak, gagal mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia.

DSC00698

Dalam empat minggu pertama krisis, hampir 500.000 orang telah mengungsi di Sudan Selatan dan selebihnya sekitar 74.300 orang telah menyeberang ke negara tetangga.  Angka ini terus meningkat, total pada akhir Februari 2014 telah mencapai 900.000 orang, termasuk di antaranya 167.000 orang telah menyeberang ke negara tetangga. Jumlah warga sipil terdampak konflik  yang berkategori rawan pangan meningkat menjadi 1.100.000-3.200.000 orang, sekitar 500.000 pengungsi lainnya juga membutuhkan bantuan pangan, berarti bahwa krisis ini telah berdampak terhadap kelangsungan hidup 3,7 juta rakyat Sudan Selatan.

Ketika pertempuran meletus di Juba dan tersebar di seluruh wilayah Greater Upper Nile, puluhan ribu warga sipil melarikan diri dari daerah di mana sejumlah besar pembunuhan yang terjadi, termasuk untuk melarikan diri serangan yang ditargetkan terhadap komunitas tertentu, gelombang pengungsian  mengarah ke lokasi-lokasi  UNMISS  Compound di Juba, Bor , Akobo, Bentiu, Malakal dan Melut untuk mencari perlindungan.

UNMISS akhirnya membuka gerbang untuk pengungsi dan memerintahkan  para anggota Military Engineers untuk bekerja sama dengan Lembaga kemanusiaan, membangun fasilitas didalam kawasan UNMISS Compound untuk perlindungan warga sipil, Sejak itu, sebanyak 85.000 warga sipil telah mencari perlindungan di Delapan UNMISS Compound di seluruh negeri.

DSC00907

Gelombang warga sipil yang menjadikan Compound PBB sebagai kawasan perlindungan darurat seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Sudan Selatan, UNMISS berupaya untuk menjamin keamanan yang memadai dan perlindungan kepada mitra lembaga kemanusiaan agar dapat untuk memberikan bantuan yang layak kepada pengungsi.

20141110_183638

IMG_0552

DSC00015

Dalam rangka menguatkan kapasitas  UNMISS untuk mengatasi krisis, Dewan Keamanan melalui resolusi 2132 (2013) tertanggal 24 Desember yang disetujui lewat rekomendasi Sekretaris Jenderal memutuskan untuk segera meningkatkan  jumlah kekuatan Militer dan Polisi pada UNMISS.

20141029_082106

Kekuataan pasukan militer UNMISS dinaikkan menjadi 12.500 personil dan menjadikan komponen polisi menjadi 1.323 personel, termasuk didalamnya pasukan Formed Police Units, melalui pemindahan antar misi sementara dari beberapa Misi operasi pemeliharaan perdamaian PBB lainnya sekitar UNMISS melalui kerjasama antar-misi / Inter Mission Cooperation, kerjasama antar-misi memainkan peran penting dalam meningkatkan kapasitas suatu Misi untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi warga sipil dari bahaya lebih lanjut.

20141210_112559

Keinginan  Sekretaris Jenderal PBB melihat perkembangan terakhir di Sudan Selatan adalah  agar UNMISS untuk sementara harus memprioritaskan pada perlindungan warga sipil, hak asasi manusia yang berkontribusi terhadap penciptaan kondisi keamanan yang kondusif dalam rangka pengiriman bantuan kemanusiaan, seperti yang ditetapkan dalam wilayah kewenangannya, selain itu ketidakberpihakan Misi terhadap pihak-pihak bertikai akan berdampak positif selama konflik berlangsung.

Pada tanggal 27 Mei 2014, Dewan Keamanan PBB, dengan suara bulat mengadopsi resolusi 2155 (2014) yang memberikan amanat kepada UNMISS untuk : memberikan perlindungan warga sipil, monitoring hak asasi manusia dan dukungan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan, dan meningkatkan kekuatan pasukan Misi untuk 12.500 dan komponen polisi untuk sampai 1.323 personel.

IMG-20150628-WA0001

Berdasarkan resolusi  nomer 2155 (2014) inilah Mabes Polri kemudian merespon permintaan UNDPKO untuk mengirimkan 16 personel Polri yang  sebelumnya telah lulus UNSAT dan dinyatakan layak mengikuti penugasan selaku IPO pada misi UNMISS.

IMG_0608

Saat ini  telah diberlakukan Mandat  terbaru berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomer 2223 ( 2015) tertanggal 28 Mei tahun 2015 yang memberikan tugas kepada UNMISS untuk melakukan :  Protection of Civilian, Monitoring and investigating human rights, Creating the conditions conducive to the delivery of humanitarian assistance, dan Supporting the Implementation of the Cessation of Hostilities Agreement,  dimana fokus utama kegiatan Individual Police Offices (IPOs) sendiri adalah kepada Protection of Civilian  ( POC ) terutama di penampungan Internal Displaced People / IDP.

Protection of Civilian dilaksanakan untuk melindungi warga sipil di bawah ancaman kekerasan fisik, dengan perlindungan khusus bagi perempuan dan anak-anak, patroli aktif dengan perhatian khusus ditujukan pada warga sipil pengungsi, dalam pelaksaan Protection of Civilian, IPO bekerjasama dengan Formed Police Unit (FPU) yang kemudian disebut UN Police (UNPOL).

IMG-20150604-WA0001

Kondisi Kamtibmas di Republik Sudan Selatan saat ini ternyata tetap masih bergejolak, secara teoritis kawasan POC merupakan kawasan steril dari konflik senjata, tidak seorangpun diijinkan masuk apabila berstatus kombatan apalagi bersenjata, tujuannya adalah agar setiap IDP yang berada didalamnya akan terjamin keamanan dan keselamatan mereka selama konflik berlangsung, hal ini tidak lepas  dari sikap sempalan faksi yang bertikai di Sudan Selatan dipimpin para warlords yang memperoleh dukungan dari komunitas–komunitas suku, antara Suku Dinka melawan Suku Shilluk atau dengan Suku Nuer dan suku-lainnya.

Umumnya masalah pemicu adalah bentrok adalah : curi mencuri ternak sapi, rekruitmen tentara child soldier, melarikan perempuan, mabuk miras dan berkelahi, seperti yang terjadi pada tanggal 27 Juni 2015 pukul 18.00 EAT dilaporkan terjadi pertempuran antara pasukan pemerintah (SPLA) dengan pasukan oposisi (SPLA IO) yang berafiliasi dengan milisi Shiluk, di dua tempat berbeda yaitu di kota Malakal dan daerah sekitar area airport. Pertempuran yang terjadi berjarak sekitar 3 km dengan menggunakan berbagai jenis senjata ringan, berat, mortar hingga peluncur roket.

Pertempuran berlangsung hingga malam hari dan puncaknya pada pukul 22.00 EAT, pertempuran semakin sengit dan mendekat hingga jarak sekitar 200 m dari Alfa gate UN Compound di Malakal.

IMG_0578

Kontak tembak antar faksi didekat UN Compound Malakal yang berujung dengan jatuhnya kota Malakal ketangan SPLA IO tentunya menjadi pertimbangan sendiri bagi UNMISS, ditambah tanpa adanya jaminan kepatuhan antar faksi terhadap mandate UNMISS, maka UNMISS sempat mengeluarkan perintah evakuasi sekaligus relokasi  personil UNPOL dari Malakal menuju lokasi yang lebih kondusif.

20141029_082301

Selama hampir 2 minggu semenjak kota Malakal jatuh ketangan SPLA IO , tidak ada penerbangan milik sipil maupun PBB yang bisa melintas antara Malakal-Juba atau Malakal–Bentiu, trauma atas tertembaknya helicopter milik PBB beberapa waktu lalu oleh salah satu pihak yang bertikai.DSC01008

Data kekuatan komponen UNMISS per Juni 2015 adalah : kekuatan awal UNMISS yang disetujui negara Sudan Selatan meliputi hingga 7.000 personil militer, 900 personil polisi dan sejumlah Komponen sipil yang sesuai, kemudian sesuai dengan dengan perubahan mandate 2155 (2014) terdapat penambahan jumlah yang signifikan hingga 12.500 personil militer, 1323 personil polisi sipil (termasukFPU ) dan sejumlah Komponen sipil yang sesuai.

20141029_10483120141029_104659

Kekuatan personel UNMISS saat ini sesuai data tanggal (30 Juni 2015) dengan wewenang otorisasi sampai tanggal 30 November 2015 berdasarkan  Resolusi Dewan Keamanan PBB nomer 2223 (2015) tanggal 28 Mei 2015 adalah sebagai berikut :  terdapat 12.523 total personil berseragam: 11.350 komponen pasukan Militer; 179 perwira penghubung militer ; 994 Polisi (termasuk FPU), 769 personil sipil internasional, 1.204 staf sipil lokal  dan 409 Relawan PBB.

20150604_201219

Negara kontributor pada UNMISS dari komponen personil militer adalah: Australia, Bangladesh, Benin, Bhutan, Bolivia, Brasil, Kamboja, Kanada, China, Denmark, Mesir, El Salvador, Ethiopia, Fiji, Jerman, Ghana, Guatemala, Guinea, India, Indonesia , Jepang, Yordania, Kenya, Kirgistan, Mongolia, Namibia, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Paraguay, Peru, Polandia, Republik Korea, Rumania, Rusia, Rwanda, Senegal, Sri Lanka, Swedia, Swiss, Timor-Leste, Togo, Uganda, Ukraina, Inggris, Republik Tanzania, Amerika Serikat, Vietnam, Yaman, Zambia dan Zimbabwe.

Komponen Polisi meliputi : Albania, Argentina, Bangladesh, Bosnia dan Herzegovina, Brazil, China, Ethiopia, Fiji, Jerman, Ghana, India, Indonesia, Kenya, Kyrgyzstan, Namibia, Nepal, Belanda, Nigeria, Norwegia, Rumania, Rusia, Rwanda , Samoa, Senegal, Sierra Leone, Afrika Selatan, Sri Lanka, Swedia, Swiss, Turki, Uganda, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, Zimbabwe.

Korban personil UNMISS semenjak  misi berlangsung adalah: 17 orang militer; 1 orang polisi; 5 komponen sipil internasional; 6 warga sipil lokal; 7 lainnya.

Kilas balik berkelana di negeri harapan ” South Sudan” Menu apa hari ini ?

Memasuki tempat baru suasana baru seperti bertugas di UNMISS adalah dengan hajat pertama mencari penukaran uang Dollar US dengan Pound South Sudan (100 US $ kira kira sama dengan 430 Pound SS, September 2014 dan menjadi 1300 Pound SS pada bulan Agustus 2015 ) yang dengan senang hati dibantu oleh tenaga cleaning service  “ David the Money “ asli Uganda yang ready stock gepokkan uang receh Pound lokal.

IMG_3293

Penting sebelum bisa ketahap berikutnya! Makan siang yang akibat kesalahan prediksi penerbangan lewat UN Flight  alhasil  belum makan semenjak start dari jam 4 pagi sampai jam 12 mendarat di Sudan Selatan, perut nyaring ditambah mata berkunang-kunang, pokoknya makan dulu baru kerja. Makan siang dulu, entah kemahalan atau memang belum tahu trik makan ala buffet, sukses membuat 40 Pound pertama lewat sebagai penukar makan siang, plus tambahan 4 pound buat air mineral dan 5 pound kopi hitam. Dimeja sebelah, ada yang asyik kasak kusuk menyusun strategi, yang tidak dilarang oleh warung tapi tidak disarankan oleh khalayak yang masih punya gengsi, yakni : ambil makanan dengan porsi jumbo, dibagi rata dan dibayar secara saweran.

Bagi mereka yang terbiasa “daerah konflik” perjalanan ke Sudan Selatan bisa di-switch menjadi semacam acara liburan, entah ini merupakan bagian dari proses internalisasi untuk menghapus stress maupun untuk mebiasakan diri agar lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru yang kebetulan lingkungan konflik bersenjata, bagi mereka yang mungkin urat TAKTIKAL sudah jadi bagian lahir bathin, biasanya ringan-ringan saja mengatakan: yang penting masih bisa mandi dan ada airnya, masih bisa “pup“ dengan nyaman, apalagi ada wifi dan kantin, itu sudah liburan namanya, walaupun daerah konflik bersenjata.

20150120_182310

Bertahan dan tampil eksis adalah jawaban suasana misi yang serba baru, menemukan ritme kehidupan merupakan jawaban yang paling masuk akal, berangkat dari jadwal kerja dengan roster yang kayaknya belum bisa diterapkan di Indonesia, bekerja on time 24/7, termasuk mempersiapkan sarapan, plus buntelan makan siang, air minum  yang semua disiapkan sendiri, dijinjing sendiri , dipanaskan kembali dan  dihidangkan sendiri.

Tidak heran bila menemukan  personil IPO
20150110_144615
20150118_111330
20150126_131035

yang tiba –tiba jadi Master Chef dadakan dengan menu andalan yang  bisa jadi di Indonesia pun tidak ada atau bisa membuat kaget: makan pagi : nasi + rendang sapi + Telur ceplok,  lanjut makan siang : nasi + Kare ayam + telur rebus , ditutup menu makan  malam : nasi + Opor ayam + telur dadar, menu yang pasti cukup gagah untuk ukuran  Indonesia, kecuali kita tahu bahwa semua menu diatas tetaplah nasi ditambah  mie Instan  aneka rasa asli Indonesia.

Trik lain yang perlu dipelajari sebagai seorang perantau peacekeeper dibelahan bumi  Afrika ini adalah : modal senyum ramah dan hangat khas Indonesia  plus sedikit kreatifitas, artinya dengan tebar -tebar senyum ramah biasanya akan banyak kawan, terutama rekan -rekan sipil , militer dan polisi dari kawasan asia yang bisa jadi merasa senasib dan satu  daerah .

20141007_200338DSC00044

Seperti rombongan Military Police Cambodia, negara tetangga yang memiliki wajah mirip-mirip bangsa Indonesia, biasanya dengan ramah menawarkan dengan  agresif  dukungan logistik dari dapur mereka bisa berupa beras yang susahnya minta ampun ditemukan,  bumbu- bumbu dapur yang tidak ada di Sudan, daging , bahkan kadang lengkap dengan sayur mayur beku maupun segar, intinya kadalau berdampingan  dan akrab dengan rombongan TCC maupun PCC seperti MP Cambodia dan Nepal FPU urusan sumber bahan makanan biasanya beres aman terkendali.

Memiliki kreatifitas  bidang masak memasak dan mengolah makanan adalah hal spesial yang bisa membuat hidup di perantauan Afrika menjadi menyenangkan, modalnya  dengan membeli biji kedelai segar import  dari toko  kelontong China yang mulai bertebaran di  Sudan Selatan ditambah  ragi bawaan Indonesia maka sim salabim dalam jangka waktu 2-3 hari sudah jadi tempe yang rasanya asli Indonesia banget, digoreng dan jadi teman  jamuan minum teh sore hari bersama rekan -rekan kontingen negara lain , sangat Internasional : this is tempeh , made in Indonesia20150114_171052.

EVAKUASI ITU DATANG JUGA


20150529_185934



Memang sejak pecah pertempuran kembali antara pengikut Presiden Salva Kiir yang berlatar belakang suku Dinka dengan mantan Wapresnya sendiri yakni Riek Marchar dari suku Nuer, kondisi keamanan di Sudan Selatan senantiasa panas dingin, ketakutan dan kontak senjata kerap terjadi secara sporadic dimana mana.

PBB telah mengirim misi untuk menjamin hak asasi manusia  khususnya warga Sudan Selatan secara fundamental tetap terselenggara ditengah konflik yang mendera, berbagai negara mengirimkan ribuan personil militer sebagai Military Observer / pengamat militer, Military Staff Officer , maupun sebagai Peace Keeping Force protection  dari format TCC (Troop Contributing Country),  belum lagi personil Polisi / UN Police dalam format Individual Police Officer maupun Formed Police Unit , ditambah komponen sipil yang menjadi salah satu komponen utama misi perdamaian PBB.

Bertugas di daerah konflik seperti Sudan Selatan, memiliki konsekuensi tersendiri, yang pasti bahaya senantiasa mengancam baik akibat langsung maupun tak  langsung dari konflik yang bersangkutan. Salah satu lokasi yang lumayan panas bergejolak dibandingkan beberapa state ( setara provinsi di Indonesia) adalah Upper Nile State khususnya kota MALAKAL.

20150608_100724

Malakal sebenarnya tidak terlalu jauh dari Juba , ibukota Republik Sudan Selatan yang masih bertikai semenjak  2011 pasca memperoleh kemerdekaan  dari negara induk Republik Sudan , hanya sekitar 4 jam perjalanan dengan menggunakan Helicopter PBB , bisa  juga  lewat darat sekitar 10 hari atau menyusuri sungai White Nil selama 20-30 hari tergantung kondisi cuaca termasuk ada atau tidak gangguan dari kelompok bersenjata.

Terdapat 4 personil Satgas IPO Polri yang bertugas disana semenjak bulan September 2014, mereka adalah : AKP Alex Tobing, AKP Eko Budiman, Bripka  Ferri ariandi dan Bripka Harianto,  disana  mereka adalah sebagai personil UNPOL yang khusus ditugaskan untuk mengamankan para Internal Displaced Persons /IDP didalam kawasan yang dinamakan POC / Protection of Civillian Site Juba, mirip kawasan pengunsian bencana alam.

Secara teoritis kawasan POC merupakan kawasan steril dari konflik senjata, tidak seorangpun diijinkan masuk apabila berstatus kombatan apalagi bersenjata, tujuannya adalah agar setiap IDP yang berada didalamnya akan terjamin keamanan dan keselamatan mereka selama konflik berlangsung.

Tidak mengherankan bila setiap personil UNPOL utamanya IPO dalam penugasan misi di UNMISS merupakan misi non bersejata  api, otomatis hanya body armor, helmet , KTA dan pulpen sebagai pelindung keselamatan setiap IPO.

Cerita –cerita yang berkembang selama penugasan adalah menjadi kebiasaan baru bagi personil yang ditugaskan di daerah seperti Malakal, mempersiapkan  “Grab bag “ disebelah tempat tidur atau lokasi yang mudah dijangkau sekali sambar, hapal dengan mata tertutup lokasi Bunker perlindungan, paspor dan dompet selalu melekat, serta membiasakan diri bila akan berangkat cuti atau mudik untuk mengemas  kedalam kardus semua barang yang ditinggalkan di container selama cuti dengan maksud: memudahkan orang lain untuk mengevakuasi manakala panggilan itu tiba tiba datang.

20150627_224009

GRAB BAG itu sendiri adalah tas , biasanya ransel yang isinya paspor dan dokumen lain yang sangat penting, uang cash secukupnya ( US $ dan SS Pound) makanan dan minum untuk minimal 1 hari , baju ganti khususnya dalaman, dan kalua  bisa ada senter serta pisau lipat, diletakkan dilokasi yang paling mudah dijangkau untuk di- GRAB- ketika evakuasi, karena barang –barang lain tidak disarankan untuk dibawa ( maksimum beban penumpang helicopter PBB  adalah 15 kg).

20141220_095929

Monitoring radio pada chanel UN  Common jadi menu wajib setiap personil UN dipenugasan , tidak peduli latar belakang militer, polisi atau sipil sekalipun, begitu mendengar aba-aba EVACUATE –EVACUATE ditambah : Tiupan peluit panjang –panjang, suara sirine , dan gemuruh suara gedebuk , nah itulah saatnya: sambar tas GRAB BAG , ambil helmet, langsung pakai Body Armor ,selebihnya lihat mana bunker terdekat.

Mengapa di depan sempat dikatanakan secara teoritis POC maupun UN Compound adalah daerah steril dari senjata api dan dilarang dimasuki oleh pihak-pihak yang bertikai, karena pada faktanya tidak setiap pihak yang bertikai apalagi yang mengalami proses degradasi kepemimpinan lapangan mau mematuhi mandate PBB dan menghormati  bendera PBB yang berkibar menaungi kawasan POC .

20150627_223955

Sikap keras kepala dan masa bodoh sempalan-sempalan faksi yang bertikai di Sudan Selatan tidak lepas dari aksi cowboy para komandan lapangan yang memperoleh dukungan dari komunitas –komunitas suku, bias jadi suatu hari pertempuran terjadi antara Dinka lawan Shilluk besoknya anatar Shilluk dengan Nuer atau antara Nuer dengan Dinka dan suku-lainnya, masalah pemicu : curi mencuri ternak sapi, rekruitmen tentara ( child soldier) serta melarikan gadis, mabuk miras dan berkelahi .

Seperti yang terjadi pada tanggal  27 Juni 2015 pukul 18.00 EAT dilaporkan telah terjadi pertempuran antara pasukan pemerintah (SPLA) dengan pasukan oposisi (SPLA IO) yang berafiliasi dengan milisi Shiluk,  di dua tempat berbeda yaitu di kota Malakal dan daerah sekitar area airport.

Pertempuran yang terjadi berjarak sekitar 3 km dan sangat jelas terdengar dari UNMISS log base dan POC area dengan menggunakan berbagai jenis senjata ringan, berat, mortar hingga peluncur roket.  Pertempuran berlangsung hingga malam hari dan puncaknya pada pukul 22.00 EAT, pertempuran semakin sengit dan mendekat hingga jarak sekitar 200 m dari Alfa gate  UN Compound di Malakal.

Riuh rendah suara pertempuran sangat jelas terdengar dari UNMISS log base suara tembakan senjata ringan dan berat ditambah  provokasi berupa nyanyian dan teriakan  IDP dari suku Shiluk kepada kelompok yang sedang bertempur untuk mendongkrak moral pasukannya.

Desing dan kelebat peluru tracer dari senapan mesin ringan dan berat yang menyala merah saling bertukar arah membuat pemandangan makin seram di langit dan dilaporkan beberapa peluru nyasar ke dalam UNMISS log base Malakal, masih beruntung tidak ada korban jiwa dari personil UN maupun staf, walaupun pada akhirnya pihak UN security mengumumkan seluruh UN satf dapat kembali ke akomodasi masing-masing setelah intensitas pertempuran sudah berkurang dan semakin menjauh dari log base pada pukul 24.15 EAT.

Pasca pertempuran tanggal 27 Juni 2015 kondisi POC site  Malakal mengalami sedikit perubahan,  dengan ditutupnya foxtrot gate yang selama ini sebagai akses utama keluar masuk IDP terutama dari suku Dinka, namun sekarang Foxtrot ditutup dan Echo gate dibuka seiring dengan telah dikuasainya  kota Malakal oleh oposisi / SPLA IO.

Pelaksanaan tugas polisionil UNPOL pada gate-gate di POC site Malakal seperti di Echo gate  dilakukan bersama BANGLADESH FPU dan Warrior ( security ) khususnya untuk  melakukan body search maupun terhadap barang terlarang, tugas seperti ini tidak heran bila menemukan dan menyita peluru cal. 7.62mm dan peluru tabur Shotgun cal. 12 GA, granat tangan, seragam bahkan senpi dalam keadaan terurai.

Rentetan peristiwa lain di  Malakal adalah ketika petugas UNPOL menemukan pagar pembatas UNMISS MALAKAL Compound yang di duga telah dirusak oleh  para IDP, mereka menggunakan pagar yang rusak tersebut sebagai jalan keluar masuk illegal ke New POC site, belum lagi ditemukan di dekat pagar tersebut terdapat sedikitnya 4 personil SPLA in opposition  SPLA IO bersenjata lengkap.

Kontak tembak antar faksi didekat UN Compound Malakal yang berujung dengan jatuhnya kota Malakal ketangan SPLA IO tentunya menjadi pertimbangan sendiri bagi UNMISS, karena sebaik baiknya usaha adalah bagaimana kita merancang persiapan untuk kondisi terburuk, tanpa jaminan kepatuhan terhadap mandate UNMISS, maka jalan terbaik adalah EVAKUASI sekaligus RELOKASI dari Malakal menuju lokasi yang lebih kondusif.

20150627_224001

Hierarkhi , kalau boleh dikatakan demikian untuk mendapatkan prioritas evakuasi ataupun relokasi adalah diberikan kepada : pertama para staff sipil UN , baik yang berstatus Internasional , nasional termasuk kontrak kemudian baru disusul oleh UNPOL non bersenjata , military staff officer, Military Obeserver non bersenjata , dilanjutkan FPU dan ditutup oleh rangkaian Militer yang memiliki senjata api.

Rencana kontijensi yang dibuat cukup simple, intinya memindahkan sebagian besar staff sipil, dan UNPOL non bersenjata kedaerah rawan dan menyisakan sejumlah staff UNPOL untuk tetap melaksanakan tugas namun siap ditarik untuk evakuasi dengan sekali angkut pesawat milik PBB. Antara rasa percaya dan tidak mendengan aba-aba evakuasi dan relokasi ke Juba , mengingat selama hampir 2 minggu semenjak kota ,Malakal jatuh ketangan SPLA IO , tidak ada penerbangan milik sipil maupun PBB yang berani melintas antara Malakal- Juba atau Malakal –Bentiu, trauma atas tertembaknya helicopter milik PBB beberapa waktu lalu oleh salah satu pihak yang bertikai.

Alternatif evakuasi lewat darat,  hitungannya mau berapa lama sampai Juba, mau lewat sungai Nil sama saja dengan memindahkan resiko tenggelam dihajar roket gerilyawan, lewat udara , jawabannya Bismilah. Lewat rapat yang rumit akhirnya diputuskan 20 orang UNPOL dari Malakal berangkat lebih dulu dengan penerbangan UN menuju Juba, nama AKP Tobing dan Bripka Harianto menjadi  nominasi rombongan pertama yang secara kebetulan bias masuk.

Urusan siapa yang dievakuasi duluan ternyata menimbulkan beberapa pertanyaan , karena pada awalnya terdapat 3 seat bagi UNPOL dari Norwegia yang harus didahulukan namun entah kenapa dibatalkan dan akhirnya dilemparkan kepada rapat untuk memutuskan, peristiwa semacam ini kadang terjadi  di misi penugasan PBB, seperti ketika penempatan  UNPOL dari  Belanda yang terang-terangan menolak penugasan di Malakal dengan alasan adanya surat rekomendasi dari pemerintah Belanda yang melarang personil Polisinya ditugaskan didaerah yang tidak memiliki dukungan fasilitas kesehatan minimal level II, entahlah apa karena Norwegia memiliki Norwegian Refugee Council maupun Belanda sebagai negara donor  dan bagian Uni Eropa. Sudahlah  yang penting bagi  satgas UNPOL Polri, uruasan penugasan dan urusan resiko adalah  dimana saja dan kapan saja siap.

Bersambung…………………

SEDEKAH HATI , HARTA DAN ILMU PENGETAHUAN DARI BANG DA COSTA

KUMPULAN TULISAN -TULISAN YANG DIBUAT OLEH SALAH SEORANG REKAN , ORANGNYA CUKUP UNIK BAHKAN DIKATAN MULTI TALENTA, BERBAGI- BERBAGI DAN BERBAGI ITULAH SENANTIASA YANG DISAMPAIKAN KEPADA KHALAYAK, MEMANG TIDAK ADA PUTUS SEMANGAT DAN SENANTIASA MEMBARA , SETIAP PAGI MEMBAGIKAN SEKEDAR TULISAN YANG MENJADI SEMNAGT UNTUK MEMULAI HARI.

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA , SAYA AKAN MENULISKAN KEMBALI APA YANG PERNAH DIBAGIKAN REKAN TADI KEPADA KHALAYAK ,SEMOGA KELAK BERGUNA BAGI SIAPA SAJA DAN BILAMA BERKENAN INGIN MENGENAL LEBIH JAUH SILAHKAN MENGHUBUNGI BELIAU.

Bapak ini gak mau kalah

Dacosta jaman Kompol
TERIMA KASIH BANG DA COSTA.
Peace be with you!

Selamat pagi dan salam hebat.

Salah satu elemen dari Delapan Lingkaran Kesuksesan yang merupakan sub topik kita hari ini adalah: “Re-charge and Up-Grade Your Life”.

Dalam diri kita ada berbagai elemen yg luar biasa banyaknya. Yang kita bahas hari ini adalah tentang hal2 yang menginspirasi lahirnya komputer antara lain: Battery, RAM (Read Access Memory), Hard Disc dan Processor yang sangat diperlukan agar sebuah komputer dapat disebut komputer. Jika diri kita adalah model yang menginspirasi lahirnya Komputer, maka Enerji kita, otak kita, hati kita, perilaku, tabiat, jiwa dan semangat kita harus juga dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sejalan dengan perkembangan jaman dan pemenuhan kebutuhan hidup.

Para Peacekeepers yang Hebat!

Kapankah kita terakhir kalinya me-refresh, re-charge atau meng-up grade komputer kehidupan kita? Materi apa saja yang dipakai untuk maintenance dan program baru apa yang dimanfaatkan bagi diri kita? Coba dipikirkan: terakhir kita sekolah. Lima tahun, sepuluh ataupun lima belas tahun yang lalu? Lalu, Otak, hati dan jiwa kita kita beri asupan apa saja selama ini? Cukup sehat? Tanpa bakteri atau virus? Kalo ada virus atau bakteri; anti virus apa yang kita pakai? Baik untuk melindungi diri kita ataupun untuk membersihkan hal2 negatif dalam diri kita.

Well, para Peacekeepers.
Berapa banyak yang kita baca setiap harinya? Berapa banyak yang kita dengar setiap harinya? Berapa banyak yang kita lihat setiap harinya?
Apakah semua itu membuat kita makin berkembang? Ataukah malah menumpuk enerji negatif?

Hanya para Peacekeepers yang tahu!

Saran saya, mulailah meng-up grade Komputer diri kita, install program2 bermanfaat dan bersihkan virus2 negatif yg sdh terlanjur ada, karena para kompetitor kita tidak tidur!

Salam dahsyat dari saya,
Don da Costa.
Life Coach, motivating and inspiring people for success!

Peace be with you!

Dear all.
Selamat siang.
Mohon maaf karena sejak pagi saya menemani anak2 SD Citra Berkat melakukan Outing Class di Godong Ijo, Sawangan Depok shg telat menyiapan Daily Motivation sebagaiman biasanya saya kirim pada pagi hari.

Salam Hebat.

Masih dalam Lingkaran Kesusksesan, sub topik kita hari ini adalah tentang “the Winning Spirit”.

Semangat pemenang ternyata harus kita miliki untuk menerapkan teori-teori yang telah kita pelajari kemarin.

Sub topik ini lebih menekankan hal teknis yaitu:
Bagainana memiliki keyakinan sebagai Pemenang (the Winner). How to create your believe system.
Rekan profesional,
Ketika kita sangat yakin akan apa yang kita upayakan maka impian kita tentu akan menjadi kenyataan. Dengan yakin saja, maka sudah 80 persen impian kita raih. Tapi ketika kita gak yakin, sangat gak mungkin impian bisa terwujud. Oke, Bagaimana cara agar kita mempunyai keyakinan yg bulat yg mendukung dream kita dapat tercapai? Ada tiga poin penting yaitu:
1. Temukan keraguan. Carilah Hal2 yg sering membuat kita ragu terhadap impian kita. Kalo sdh ketemu. Tanyakan pd diri sendiri. Apakah ada org lain yg sdh pernah meraih impian yg sama dgn yang kita idamkan? Jika iya, tanyakan lagi. Tahun ini berapa orang? Thn lalu berapa org? Dua tahun lalu berapa orang? Sepuluh tahun lalu berapa orang? Jika orang lain bisa, tentu saja kita juga bisa, utk meraih hal yg sama.
Tehnik ke-2, disebut Film Mental. Banyak orang sering menciptakan film2 negatif dalam imajinasinya shg hal ini sgt menghambat daya dorong utk bertindak maksimal. Misalnya; gimana ya, kalo sy gagal. Aduh, koq sulit ya. Ih, koq berat ya, supaya bisa lulus? Nah para Peacekeepers, mulai sekarang, rubahlah film2 negatif itu dengan imajinasi2 positif agar minat bertindak makin meningkat dan maksimal.
Tehnik Yang ke-3 adalah tehnik Terima Kasih. Kita imani. Kita yakini bahwa apa yg kita impikan telah kita raih. Apa buktinya? Jalan2 menuju pencapaian impian telah kita mulai. Kita sdg berada di jalan itu dan tinggal beberapa langkah akan tuntas. Bukankah sudah boleh kita ucapkan terima kasih kepada Tuhan? Lakukan secara berulang. Maka sistim keyakinan akan semakin kuat dan besar.
Tehnik ke-4 disebut: Anker/ Jangkar. Duduklah dgn santai. Tarik nafas yg dalam. Ketahuilah bahwa Para ahli neuro sependapat bahwa bahagia dan sukses dapat dibuat jangkarnya. Akan sy jelaskan begini: bayangkan saat di mana anda merasa sgt powerful. Tentu saja saat meraih sebuah kesuksesan dan mendapat pujian. Enerji itu tetap tinggal dalam sub concious mind kita. Kembalilah pada suasana bathin yg anda rasakan pada saat2 tersebut maka anda telah memanggil kembali memory2 keberhasilan saudara. Cobalah pertemukan jari jempol kanan anda dengan ujung jari tengah anda dan katakan: aku bahagia dan sukses selalu.

Nah, para Peacekeepers, pelajari dan lakukan. Lihatlah hasilnya.

Salam dahsyat hanya untuk para Peacekeepers dari saya:
Don da Costa.
Life Coach, motivating and inspiring people for success.
INP Lt Col Don Gaspar Mikel da Costa, SH, Dipl Tr. MHQ Jakarta-Indonesia

Peace be with you!

Selamat pagi dan salam hebat, hanya bagi para Peacekeepers yang hebat!

Masih dalam Rahasia Delapan Lingkaran Kesuksesan, maka pagi ini saya akan menginpirasi para Peacekeepers dengan sub topik: ”Empat Jurus Kecil Menuju Sukses”.

Jika para Peacekeepers telah mempunyai Visi dan Misi, Kriteria Orang Hebat, Keseimbangan Hidup maka dibutuhkan cara atau jurus untuk masuk pada apa yang disebut rangkaian sukses.

Sub topik kita hari ini dielaborasi dalam empat cara sebagai berikut:

1. Kita harus bisa dipercaya dalam segala hal. Sehingga orang akan selalu merasa nyaman berbagi apa saja dengan kita. Jika kita gak bisa dipercaya maka kita akan selesai di ronde yang pertama. Ditinggal.

2. Harus memiliki nilai tambah (dalam bukunya Hermawan Kertadjaya, “STP” dapat kita temukan kalimat “value added”). Ini adalah sesuatu yang kita miliki tapi tidak dimiliki oleh orang-orang kebanyakan atau oleh orang yang lain. Sederhanannya, untuk mengukur diri kita, mari kita asumsikan bahwa satker akan melakukan pengurangan anggota sebanyak 50 %. Apakah diri kita (Bripda, Briptu, Brigadir, Bripka, Aipda, Aiptu, Ipda, Iptu, AKP dan Kompol) merupakan 50% yang dipertahankan atau yang dimutasi? Oke, kita tanya lagi; jika dari 50% yang tersisa, mau dipotong lagi separuh, dimanakah posisi kita? Masih termasuk 50% yang inti? Atau digeser mengikuti kelompok yang tadi? Jawaban ini hanya para Peacekeepers yang tahu. Jikakita sudah merupakan 50% yang inti, saran saya; tingkatkan terus kualitas diri karena kompetitor kita tidak tidur. Jika masih termasuk dalam jumlah yang dimutasi ke tempat yang gak diinginkan, maka saya sarankan; perbanyaklah eksplorasi diri dan temukan value added masing-masing. Jangan lupa: Value added harus dapat diukur dengan pasti, positif dan diterima oleh pendapat umum!

3. Harus menjadi pribadi yang menyenangkan. Misalnya? Memiliki Tatakrama yang pantas: tutur kata, tatapan mata, pengaturan suara, gerak tubuh, penampilan selalu cocok dengan tempat-waktu dan kegiatan, pengetahuan, disiplin, tepat waktu, mempunyai hubungan yang baik secara vertikal dan horisontal maupun dengan lingkungan tempat tinggal, dll.

4. Harus dikenal oleh orang yang tepat. Siapa orang tersebut? Dia adalah Pengambil Keputusan dalam pekerjaan dan karier kita. Jika sudah dikenal, maka tingkatkan produktifitasnya karena di dalam dunia bisnis dikenal istilah: penghasilan ditentukan oleh produktifitas. Penghasilan di sini, dapat saya artikan bukan “uang” namun feedback yang diterima, yang dapat membuka jalan bagi kita serta mengantar kita menuju posisi tertinggi sesuai kemampuan kita. Bagi yang belum dikenal oleh Pengambilan Keputusan, saran saya; mulailah melakukan apa yang disebut image making dan self marketing melalui kinerja yang maksimal.

Pahami empat jurus ini dengan baik. Lakukan dan lihatlah hasilnya. Keajaiban akan terjadi!

Salam dahsyat selalu dari saya, Don da Costa
Life Coach, motivating and inspiring people for success.

Simpati Indonesia: +62 81 344 133 344
Pin BB: 25CCB284
Email: dacosta15@un.org

“There are many things going wrong in this planet. Only few people have chance to fix it. You and Me are included in that few. Let’s do our best!”