DOKUMENTASI LORENG BRIMOB DARI MASA KEMASA

BEBERAPA FOTO DIBAWAH MERUPAKAN KONTRIBUSI SEORANG REKAN YANG SANGAT INTENS TERHADAP SEJARAH MILITER DI INDONESIA ” THANK YOU KEN ”

DSCF0976

http://www.fed-std-595.com/FS-595-Paint-Spec.html

href=”https://jurnalsrigunting.files.wordpress.com/2013/11/dsc_6436.jpg”>DSC_6436DSC_6447DSC_64301

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

UPACARA PERESMIAN BATALYON 32 PARA KORPS BRIMOB POLRI , PERHATIKAN PEMAKAIAN LORENG MACAN TUTUL TYPE M 1942 DENGAN SEDIKIT  PERBEDAAN PADA MOTIF YG LEBIH LEBAR DAN AGAK GELAP
UPACARA PERESMIAN BATALYON 32 PARA KORPS BRIMOB POLRI , PERHATIKAN PEMAKAIAN LORENG MACAN TUTUL TYPE M 1942 DENGAN SEDIKIT PERBEDAAN PADA MOTIF YG LEBIH LEBAR DAN AGAK GELAP

 

PDL KHUSUS UNTUK ANGGOTA YON 32 PARA BRIMOB
PDL KHUSUS UNTUK ANGGOTA YON 32 PARA BRIMOB
MOTIF LORENG UNTUK BATALYON 32 PARA YANG BERPANGKALAN DI SUKASARI
MOTIF LORENG UNTUK BATALYON 32 PARA YANG BERPANGKALAN DI SUKASARI
MOTIF LORENG MENPOR YANG PEMAKAIANNYA SANGAT TERBATAS , TERCATAT JAJARAN RESIMEN I ( KEDUNG HALANG ) DI TAHUN 1998 PERNAH MEMPEROLEH PEMBAGIAN JACKET BERMOTIF INI
MOTIF LORENG MENPOR YANG PEMAKAIANNYA SANGAT TERBATAS , TERCATAT JAJARAN RESIMEN I ( KEDUNG HALANG ) DI TAHUN 1998 PERNAH MEMPEROLEH PEMBAGIAN JACKET BERMOTIF INI

Menpor

personil batalyon 32 para  dengan seragam khas
personil batalyon 32 para dengan seragam khas
motif camouflage yon 32 para
motif camouflage yon 32 para
rancangan motif camouflage untuk brimob yang dibuat oleh seorang ahli strategi militer ken conboy
rancangan motif camouflage untuk brimob yang dibuat oleh seorang ahli strategi militer ken conboy
pemakaian kembali loreng menpor dan loreng pelopor  pada saat peringatan 50 tahun emas brimob
pemakaian kembali loreng menpor dan loreng pelopor pada saat peringatan 50 tahun emas brimob

 

LORENG MACAN TUTULYANG DIGUNAKAN MENPOR PADA SAAT HUT BRIMOB TANGGAL 14 NOVEMBER 1961
LORENG MACAN TUTULYANG DIGUNAKAN MENPOR PADA SAAT HUT BRIMOB TANGGAL 14 NOVEMBER 1961
SOSOK PASUKAN MENPOR YANG BERTUGAS SEBAGAI PAWANG K9 YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENJEJAK
SOSOK PASUKAN MENPOR YANG BERTUGAS SEBAGAI PAWANG K9 YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENJEJAK
LORENG MACAN TUTUL YANG DIGUNAKAN OLEH DANYON 32 PARA
LORENG MACAN TUTUL YANG DIGUNAKAN OLEH DANYON 32 PARA
PEMASANGAN TANDA JABATAN DANYON 32 PARA
PEMASANGAN TANDA JABATAN DANYON 32 PARA
KOMANDAN UPACARA JUSTRU MENGGUNAKAN LORENG MOTIF TIGER STRIPE , DIYAKINI LORENG INI MASUK KE INDONESIA  ATAS INISIATIF HERMAN SARENS  SOEDIRO KETIKA MENJABAT SEBAGAI  KOMANDAN KOGABDIK PARA , DIMANA SAAT ITU PASUKAN YON 32 PARA MENGIKUTI PELATIHAN TERJUN PAYUNG
KOMANDAN UPACARA JUSTRU MENGGUNAKAN LORENG MOTIF TIGER STRIPE , DIYAKINI LORENG INI MASUK KE INDONESIA ATAS INISIATIF HERMAN SARENS SOEDIRO KETIKA MENJABAT SEBAGAI KOMANDAN KOGABDIK PARA , DIMANA SAAT ITU PASUKAN YON 32 PARA MENGIKUTI PELATIHAN TERJUN PAYUNG

Dirgahayu Korps Brimob Polri

Tepat pada tanggal 14 November 2013 korps Brimob Polri merayakan hari ulang tahun, dengan acara yang sederhana tepatnya di Mako Korps Brimob Kelapa Dua , Depok, Kapolri Jenderal Pol.Drs Sutarman memberikan sambutan, sebagai sebuah introspeksi perjalanan sejarah pengabdian Korps Brimob Polri tidaklah terepas dari berbagai dinamika perjalanan Bangsa Indonesia.
FINAL AMANAT KAPOLRI PD HUT BRIMOB KE 68 THN 2013 OK
Kali ini marilah kita luangkan sejenak mengenang salah satu fase-fase bersejarah dalam pengabdian Korps Brimob Polri, sengaja saya tampilkan sebuah kenang-kenangan dari upacara yang sama ditahun 1969 , sebuah masa yang patut dikenang karena pada masa- masa inilah tepatnya antara tahun 1969-1970 , Taring Resimen Pelopor mulai ditanggalkan sebagai sebuah pasukan berkonsep Striking Force dan berkemampuan Light Infantry menjadi sosok pasukan penegak hukum yang menempatkan due proses of law sebagi sebuah bahasa keseharian.

ketika jarum sejarah telah berputar dan tiada mungkin untuk dikembalikan , adalah suatu kebijaksanaan untuk mempelajari lika liku sejarah sebagai sebuah wawasan yang menjadi landasan bertindak dimasa depan.

Era Menpor bertaring mulai surut ditahun 1972 dan pada tahun 1974 , Anton Soedjarwo , sebagai Kadapol ( Kapolda ) Jakarta Raya kala itu membentuk Gegana sebagai jalan tengah untuk tetap menjaga eksistensi pasukan gerak cepat penghancur kejahatan tetap ekis di tubuh Polri.

Sangat menarik bila menyimak sambutan Kapolri kala itu , Komdjen Pol Drs. Hoegeng , tinggal bagaimana kita menyimak dan memahami dalam konteks bathiniah saat itu dan konteks kekinian , bahwa KAMI MASIH ADA.

Dirgahayu Korps Brimob Polri tetaplah semangat dalam menjaga peradaban manusia , Banggalah Korps Brimob Polri sebagai pasukan terbaik dalam melayani, melindungi dan melayani masyarakat.

IMG

IMG_0001

IMG_0002

IMG_0003
IMG_0004

IMG_0005
IMG_0006

IMG_0007

IMG_0008

IMG_0009

IMG_0010

IMG_0011

IMG_0012

IMG_0013

IMG_0014

IMG_0015
IMG_0016

IMG_0017

IMG_0018

IMG_0019

IMG_0020

IMG_0021

IMG_0022

IMG_0023
IMG_0024
IMG_0025

IMG_0026

SRIKANDI BHAYANGKARA , TETAP TEGAR SANTUN DAN CANTIK DALAM HEMPASAN MASA

IMG_0049 - Copy
POLWAN

ada sebuah perumpamaan yang mengatakan bahwa hubungan wanita dan pria dapat diibaratkan sebagai sebuah pohon yang rindang dan menjulang dengan hamparan rumput menghijau dibawahnya, ketika pria dikonotasikan sebagai sebuah pohon maka tak pelak wanita disisi pria adalah padang hijau rerumputan yang menghampar, sebuah pertanyaan muncul kuat manakah rumput vs pohon?

secara apple to apple tampaknya tidak tepat membandingkan kedua konotasi tadi namun dapat ditarik sebuah wawasan bahwa manakala ujian datang berupa musim kemarau yang mengganas dan lama umumnya pohon akan mulai meranggas , menggugurkan daun -daunnya dan mengalami kekeringan sampai akhirnya mati, namun tidak demikian dengan rerumputan , manakala badai panas dan kemarau menghadang, rumputpun akan mengalami kekeringan, daun yang hijau perlahan akan menguning, coklat dan akhirnya hilang tak berbekas.
IMG_0016
ada suatu mukjizat alam , manakala hujan mulai jatuh ke bumi , hamparan tanah yang kering dan tandus serentak berubah kembali menjadi rerumputan yang hijau namun jarang hal demikian akan kembali kepada pohon yang rindang.

persamaan cerita diatas adalah tidak lebih dan tidak kurang menggambarkan sesungguhnya wanita memiliki ketangguhannya sendiri untuk menerima cobaan alam, terlepas dari sosok seorang wanita yang berprofesi sebagai Polisi atau POLWAN tampaknya kelembutan dan kesabarannyalah yang menjadi senjata utama dalam kelebihan yang dimiliki.
polwan2

polwan1

beberapa tragedi cerita pilu keterlibatan Srikandi Bhayangkara dalam beberapa peristiwa akhir-akhir ini menimbulkan tanda tanya Bagaimanakah sosok Polwan yang sebenarnya, dimana kenyataan tadi sangat bertolak belakang dengan cerita ketegasan namun santun serta kebal intervensi yang selama ini menjadi trade mark polwan, berapa penegemudi, sopir angkot, ojek bahkan pelaku kejahatan keras lainnya hanya bisa kecut dan salah tingkah bilamana Polwa sudah mengambil tindakan, jangankan bisa disogok atau diintervensi untuk sekedar ditakut-takuti atau intimidasi saja biasanya mental.

IMG_7374

IMG_7133

polwan3

sejarah Polwan dilihat dari beberapa situs internet memberikan informasi bahwa POLWAN lahir dan tumbuh tidak terlepas dari peran organisasi wanita saat itu, adanya kesadaran yang dilandasi pertimbangan intelektualitas tinggi yang mendorong srikandi bhayangkara eksis sebagai penjaga peradaban manusia, dalam laman http://sekolahpolisiwanita.com/?page=sejarah_polwan situs menyebutkanbahwa Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukit Tinggi Sumatera Barat tak kala pemerintah Indonesia menghadapi Agresi II pengungsian besar-besaran antara lain dari semenanjung Malaya yang sebagian besar kaum wanita. Mereka tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik Polisi pria.

Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukit Tinggi untuk membuka “Pendidikan Inspektur Polisi” bagi kaum wanita , setelah melalui seleksi terpilih 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya dari ranah minang al; Mariana Saanin , Nelly Pauna , Rosmalina , Dahniar , Djasmainar dan Rosnalia. Ke enam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukit Tinggi , sejak itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan. Ke enam Polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air yang kini kesemuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes).
Sekedar tambahan Kepolisian Republik Indonesia didirikan pada tahun 1945, 6 hari setelah Indonesia Merdeka. Pada waktu itu Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan kedudukan polisi sebagai Polisi Republik Indonesia menyusul dibentuknya Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 19 Agustus 1945. Pada 29 September 1945 Presiden RI melantik Kepala Kepolisian RI (Kapolri) pertama Jenderal Polisi R.S. Soekanto.
2013-10-08 10.06.53 (1)

20130130-210932.jpgpolwan4

Sejarah Polwan kemudian berlanjut dengan moment pada bulan Januari 1950 dengan adanya instruksi dari Kepala Cabang Jawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera, para Polisi Wanita itu berkumpul kembali di Bukittingi untuk melanjutkan pendidikan hingga dilantik pada tahun 1951. Bhayangkari sebagai anggota aktif Kongres wanita Indonesia, dalam Kongres II Kowani di Palembang pada bulan Maret 1955, memperjuangkan usulan tetang pendidikan polisi wanita dan bentuk peradilan anak-anak, yang kemudian di setujui oleh Kowani dan diajukan kepada pemerintah sebagai usul dari semua organisasi wanita yang bergabung dalam Kowani, sebagai tindak lanjut dari hasil Kongres III tersebut, tahun 1957 Kepala Kepolisian Negara mengirim 3 Bhayangkari yaitu Ny Soejono, Ny Waluyo Sugondo, Ny Haryaso ke Amerika Serikat. Selama tiga bulan, mereka mempelajari Pola pendidikan dan pembinaan Polisi wanita di negara tersebut.

Pada bulan Juni 1957 Kowani membentuk panitia yang bertugas memperjuangkan dibukanya kembali Pendidikan Polisi wanita. Akhirnya pada bulan maret 1968 Bhayangkari mendampingi delegasi Kowani yang dipimpin oleh ketuanya ibu Maria Ulfa Santoso, menghadap Kepala Kepolisian Negara dan membicarakan Pendidikan Polisi wanita tersebut, dan pada prinsipnya Kepala Kepolisian Negara setuju dan pendidikan Polisi Wanita akan dibuka meliputi pendidikan dari pangkat rendah sampai atas.

Diawal pembentukanya pada tahun 1948 dalam susunan organisasi Polri memang belum terlihat pembinaan Polwan secara khusus, meskipun pimpinan Polri pada masa itu sangat memperhatikan kepentingan Polwan, Baru pada tahun 1964 Polwan berada di bawah Kepala Urusan Kepolisisan Wanita di Mabes Polri. Kemudian pada tahun 1967 berubah menjadi Pusat Polisi Wanita.
Tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas Polisi prianya. Bahkan di penghujung tahu 1998, sudah lima orang Polwan dipromosikan menduduki jabatan komando (sebagai Kapolsek). Hingga tahun 1998 sudah 4 orang Polwan dinaikkan pangkatnya menjadi Perwira Tinggi berbintang satu.

Sejarah baru Polwan sebenarnya dimulai saat Jendral Anton Soedjarwo menjabat sebagai Kapolri dan Kapolda Jawa Timur dijabat oleh Mayjen Soedarmadji. Kedua pejabat Polri itu mengambil langkah berani dengan menempatkan beberapa orang Polwan Pilihan untuk menempati jabatan strategis, sejak saat itu Polwan bukan hanya di percaya sebagai pemegang bidang tugas pembinaan tetapi juga memegang komando bidang operasional di lapangan. Bersamaan dengan itu sejumlah Polwan berpangkat Perwira menengah dipercaya mengemban tugas kekaryaan fungsi sosial politik dilembaga legislatif.

polwan_pamobvit1

polwan_hormat
Awalnya Polisi Wanita didirikan dengan tujuan untuk membantu penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik sebagai korban maupun pelaku kejahatan. Kini tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas Polisi prianya terutama dalam menangani kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antar pelajar yang terus meningkat dan kasus kejahatan wanita yang memprihatinkan. Dewasa ini adalah tantangan amat serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. Hingga saat ini juga sudah ada Polwan yang memegang jabatan sebagai Kapolres, Kapolda, bahkan jabatan-jabatan strategis lainnya.

terlepas adanya beberapa oknum Polwan yang melakukan pelanggaran , namun tetesan darah , keringat dan airmata para Srikandi -Srikandi Bhayangkara ini patut diapresiasi, manakala kesempurnaan hanyalah milik DIA – Seru Sekalian Alam adalah layak kiranya masyarakat indonesia berterima kasih dan memberikan support , bahwa masyarakat Indonesia memebrikan ruang dan kesematan yang sama kepada mereka kaum wanita untuk berkarier dalam menjaga suatu peradaban.

polwan_polantas

polwan pamobvit

sumber tulisan : http://sekolahpolisiwanita.com/?page=sejarah_polwan
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2012/09/mengenal-sejarah-polisi-wanita-polwan.html
credit foto : faisal