NKP bersinar lagi , ketika saya menulis maka saya ada

kaget juga melihat traffic pengunjung blog ini, apalagi kalau yang dicari adalah NKP , dan semua pun pengunjunlang hampir saya menanyakan ” judulnya apa “.

Beberapa postingan terkait NKP yang pernah saya berikan sebenarnya adalah sekedar corat coret saja mengisi waktu luang , terus terang  saya tidak punya kompetensi menjelaskan seluk beluk NKP itu seperti apa , ditambah lagi kalau pertanyaanya adalah NKP buat Sekolah ini dan itu.

Ijinkan saya jelaskan bahwa penulisan NKP yang saya maksud semua bekerja berdasarkan kaidah kaidah menulis ilmiah yang pernah saya pelajari, entah itu namanya skripsi, thesis, ataupun jurnal ilmiah, sedangkan NKP , NASKAP apalagi NASTRAP yang secara langsung belum pernah saya lihat barangnya dengan berani coba saya tuliskan dengan kaidah ilmiah yang mengikuti logika.

Mengikuti logika artinya setiap tulisan apapun bentuknya asalkan suatu tulisan yang bisa dipertanggung jawabkan isinya pastilah hanya  memiliki satu tema saja, kemudian berangkat dari suatu fenomena yang dicarikan jawabannya kedalam sebuah permasalahan dan diterjemahkan ulang menjadi persoalan persoalan dst…. dst .

saya pribadi dengan penjelasan sekelumit dan setipis kulit ari ini tentulah pembaca akan kebingungan apa maksudnya, kembali saya sampaikan kita gunakan logika penulisan bahwa setiap tulisan pasti ada kepala , badan dan kaki sebagai analogi.

pernah ada yang menanyakan buat apa saya mau capek capek menulis dan menjawab semampu kemampuan saya di blog ini, jawaban yang saya berikan  waktu iyu adalah supaya saya bisa ADA, karena prinsipnya Saya Menulis Maka Saya Ada.

kepada rekan-rekan yang sedang mencari ide tulisan terutama untuk NKP SIP, STIK, Sespimma maupun Sespimmen silahkan kita bersama berbagi ide, dengan catatan tolong berikan umpan balik dan umpan tarik dari setiap komunikasi yang kita telah lakukan, terima kasih

 

 

 

UMPAN BALIK DAN UMPAN TARIK

Seperti permainan sepak bola  yang sekarang sedang  gonjang ganjing di Indonesia, umpan-umpan balik dan tarik dari para pemain akan menentukan seru atau tidaknya permainan yang digelar.

Pun demikian halnya dengan “iseng-iseng ” bimbingan penulisan NKP, yang kadang-kadang menjadi booming ketika sedang memasuki musim  seleksi SIP, STIK dan SESPIM, tentunya apresiasi patut sama sama kita berikan kepada mereka yang dengan semangat mau belajar dan mencari referensi tambahan agar bisa membuat NKP nya sendiri.

memeriahkan hingar bingar  musim  NKP  kali ini ada beberapa hal yang perlu sama sama kita cermati untuk kemudian menjadi sebuah kontribusi nyata , yakni adanya UMPAN BALIK atas setiap kegiatan baca membaca materi terkait NKP di blog ini adan UMPAN TARIK dari hasil ” bimbingan ” online terhadap keberhasilan seleksi TES yang dilakukan.

UMPAN BALIK dan UMPAN TARIK ini menjadi penting karena :

  1. penulis dan pemilik blog membutuhkan apresiasi bahwa apa yang coba dituangkan dan diobagikan apakah memuaskan pembacanya, memberikan manfaat dan layak untuk dibagikan lagi.
  2. UMPAN BALIK tadi akan menjadi materi diskusi baru yang lebih kekinian dan lebih sempurna  karena semua pembaca yang berminat akan saling menuangkan ide dan gagasanya untuk saling memberikan masukan positif.

Sebagai sebuah masukan , saya coba memuat beberapa  email dari rekan-rekan yang saya sebut saja COSTUMER sebagai sebuah komunikasi online dalam diskusi terkait NKP dan seluk beluknya.

Semoga kita bersama bisa saling berbagi pengetahuan tentang NKP dan saling memberikan pencerahan  ilmu pengetahuan dan wawasan baru.

Salam hormat : SRIGUNTING



images (9)

CUSTOMER 1 :

Slamat Pagi pak, sy mohon bantuan Bapak dalam penulisan NKP, sy sekarang akan mengikuti seleksi SIP Th. 2015, dan diharuskan untuk membuat NKP.

Tema dari penulisan NKP saat ini “MELALUI PENDIDIKAN SEKOLAH INSPEKTUR POLISI KITA TINGKATKAN PELAYANAN KAMTIBMAS PRIMA UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN, PENGAYOMAN, PELAYANAN DAN BIMBINGAN KEPADA MASYARAKAT, PENEGAKAN HUKUM YANG TEGAS, MENJUNJUNG TINGGI HAK AZASI MANUSIA SERTA ANTI KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME GUNA MEMANTAPKAN KEAMANAN DALAM NEGERI”

Mohon bantuan Bapak bisa kiranya memberikan sy alternatif judul NKP yang tidak keluar dari tema tersebut diatas tetapi berhubungan dengan tugas sy di Bagian Laka Lantas.images (8)

SRIGUNTING :

Selamat sore pak  Iwan. Masalah lantas justru sangat  luas bila mau diangkat jadi nkp. Mulai dari urusan traffic engineering, Traffic education, Traffic law enforcement dan identification, bapak bertugas di laka lantas artinya bapak di bidang law enforcement.

Coba bapak telusuri  kembali kebelakang apakah selama di unit laka bapak melihat sebuah fenomena ganjil yg menurut bapak bisa dilakukan secara procedural agar menjamin  kualitas  lidik sidik laka bapak, ternyata malah dibuat asal asalan yang penting p21 atau malah masuk buku register 2 alias buku hantu.

Dalam blog saya  terdapat tulisan serupa nkp, tentang upaya pemanfaatan media sosial sebagai sarana dikyasa kepada masyarakat dan tulisan satu lagi tentang penggunaan database laka lantas yang akhirnya bisa sebagai rekomendasi  cara menurunkan jumlah laka lantas .

tulisan tersebut realitas  dari pengalaman di lapangan yang membuat Kapolres dan kanit laka waktu ITU pusing, karena tidak ada lagi buku 1 dan buku 2 laka.

Silahkan dibuka buka pada blog saya. Ketik saja di pencarian … Kata kunci Lantas atau Polantas. Selamat belajar Pak.

CUSTOMER  2 :

download (3)

#Optimalisasi  peranan panit surveilance, di satgswil sumbagsel densus 88 Anti Teror Polri, selaku pengemban tugas deteksi dini yang tegas dan profesional, guna terciptanya keamanan dalam negeri.# Izin pak mohon di koreksi judul NKP saya….. Perlu ditambahkan kata kata atau ada yg harus di kurangi…. Mohon petunjuk.. Trims

SRIGUNTING :

Halo pak Aries . untuk rancangan judul bapak sudah bagus tinggal ditegaskan kembali bahwa NKP tersebut merupakan pikiran bapak untuk MENGOPTIMALKAN…. Peran  panit surveilance lewat upaya APA…. Guna menghadapi tugas APA  dalam rangka Mewujudkan APA

Jadi judul nkp tersebut terbagi menjadi …. Optimalisasi/ revitalisasi/ implementasi/ ………..GUNA…….. DALAM RANGKA……. sebagai masukan rumusan judul sesuai level nkp bapak sebagai first line supervisor                        ( panit.paur DLL) adalah OPTIMALISASI PERAN PANIT SURVEILLANCE  GUNA MEMBANGUN JEJARING INFORMASI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN  KEBERHASILAN TUGAS  DENSUS 88/AT SATGASWIL SUBAGSEL

Customer 2 :

sebelumnya saya ucapkan terimakasih sudah menanggapi permasalahan saya. selanjutnya saya mohon koreksi, sehubungan tgl 12-2-2015 akan saya pergunakan ujian.

NKP GABUNGAN.docxDownload

Srigunting  :

Terima kasih pak aries atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menelaah tulisan nkp bapak. LUAR BIASA. sebagai TOP dan TIP yg dapat disampaikan.

TOP :

gambaran latar belakang masalahnya sudah kelihatan . anda sudah bisa menggambarkan bagaimana dinamika tugas subsatgaswil subbagsel saat ini secara rinci.

Kedua. anda sudah menemukan dan bisa membedakan mana masalah… Mana fakta… mana data…mana pendapat dan mana asumsi termasuk mana rekomendasi.

Ketiga, tulisan anda  secara keseluruhan sudah kelihatan pendahuluan … Sajian data… Analisa… Kesimpulan dan saran.

TIP :

Mengingat terminologi Deteksi dini yang tidak lepas dari pemaknaan pulbaket … maka yg lebih tepat bukan tegas dan profesional tapi lebih kepada AKURAT DAN  UPDATE.

atau cukup : tajam dan terpercaya.A1

KEDUA, mengingat waktu ujian nanti adalah cuma 3 jam tulis tangan maka untuk pendahuluan dipersingkat lagi.. atau sebagian di potong dimasukkan kedalam gambaran umum.

Ketiga .. Untuk strategi…. Ingat kata kunci adalah CARANYA, misalkan dari nkp anda menceritakan bahwa subsatgas anda jumlah pamen cuma 2 Pama 2 . Ba ada 10, wilayah 5 Provinsi besar, maka STRATEGINYA ADALAH ( caranya ) supaya  tugas terselenggara dengan optimal dilakukan dengan :

  1. Meningkatkan sinergitas polisional berupa meningkatkan kordinasi dengan satwil satwil yg ada sampai ketingkat Polres secara intensif.
  2. Membuat prioritas sasaran dan kegiatan, dimana sangat sulit mengcover 5 Polda secara bersamaan . maka diprioritaskan mana yang menjadi polda atensi 1 atensi 2 atau atensi
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas jaringan intelijen baik dengan sesama komunitas intelijen maupun potensi masyarakat di Sumbagsel.

Dari strategi barulah dibuat action plan atau rencana aksi baik jangka pendek ( triwulan 1) sedang ( triwulan 2 ) panjang ( triwulan3 dst… )

Diambil dari mana rencana aksi ini… diambil dari strategi …

Contoh :

Strategi 1. Meningkatkan sinergitas polisional berupa meningkatkan kordinasi  dengan satwil satwil yg ada sampai ketingkat Polres secara intensif, dilaksanakan dengan rencana aksi :

Jangka pendek :

Melaksakan kunjungan dalam rangka kordinasi dengan segenap Kasat Intel Polres secara door to door sebagai langkah pendekatan awal membangun jaringan.

Jangka sedang :

Mengundang para Kasat Intel jajaran untuk mengadakan rapat kordinasi

dalam meningkatkan kualitas lidik kejahatan terorisme di wilayah Sumbagsel sebagai langkah lanjut penguatan jaringan

Jangka panjang :

Menyelengarakan forum komunikasi jaringan Intel secara intensif dengan jajaran Kasat Intel Subbagsel sebagai langkah pemantapan jaringan

Rumusan straegi yang saya coba sampaikan  diambil dari kumpulan kondisi saat ini ditambah SWOT yang anda sebutkan, diimana sebagai sebuah rancangan NKP anda haruslah realistis dilaksanakan,  artinya dengan kondisi sekarang yang paling mungkin dijalankan sebagai strategi adalah dengan ( strategi 1.2.3) tadi dibandingkan dengan strategi yang lebih sulit misalkan meminta tambahan personil… atau meminta tambahan anggaran. Selain pengadaan personil.. Sarpras … anggaran merupakan hal  yang sulit sulit gampang di Polri.

Jadi yang lebih relevan adalah dengan : MENINGKATKAN KERJASAMA…. MEMBUAT PRIORITAS …. MEMPERBANYAK JARINGAN….dengan kondisi saat ini  adalah jumlah personil dan alat tetap.

Terima kasih selamat bertugas.

Customer 3 :

eqe

slmat mlam…..saya dengan Bripka Deky peserta seleksi sip, saya menjabat penyidik pembantu polres , saya melihat kurang maksimal nya penyidik dalam memenuhi target pengungkapan dan target penyelesaian perkara yang disidik diakibatkan kurangnya kualitas SDM dalam hal penyidikan dan tanggung jawab yang rendah,  bagaimana memenuhi target kinerja dalam keterbatasan sdm, sarana prasarana, dukgar , Sesuai dgn tema MELALUI PENDIDIKAN SIP KITA TINGKATKAN PELAYANAN KAMBTIBMAS PRIMA UTK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KMA PENGAYOMAN KMA PELAYANAN DAN BIMBINGAN KPD MASYARAKAT KMA PENEGAK HUKUM YG TEGAS KMA MENJUNGJUNG TINGGI HAM SERTA ANTI KKN GUNA MEMANTAPKAN KEAMANAN DLM NEGERI , mohon pencerahannya serta contoh judul terkait hal tersebut, tks.

Srigunting :

Terima kasih sudah menghubungi saya. Mohon maaf bila telat menjawab sehubungan sinyal WiFi ditempat saya sekarang sedang kacau. Untuk pedoman penulisan nanti bapak bisa lihat detilnya pada contoh beberapa nkp yg pernah saya upload,  kemudian menulis nkp ibaratnya belajar naik sepeda butuh waktu beberapa saat namun bila sudah paham teknisnya, Insya Allah akan mengalir.

Nkp dibuat sebenarnya adalah untuk menuangkan ide ide yg bapak punya melihat sebuah kejadian di tempat bapak bekerja.  Biasanya kalau kita lagi tongkrongan di penjagaan atau kantin mako… maka yang  paling enak adalah ngomongin sesuatu… nah nkp INI juga demikian ibarat bapak lagi ngomongin sesuatu namun bapak diminta menuliskan…

Pertama permasalahannya dahulu ;  misalkan bapak melihat bahwa kasihumas maupun kasikum Polsek urban masih jarang dapat kerjaan atau malah dijadikan Pam obvit ikut jaga Bank atau Kantor… padahal tupoksinya tidak demikian.

Kemudian setelah bapak menemukan permasalahan : kurang optimalnya pelaksanaan tupoksi kasikum atau kasihumas Polsek dalam laksanakan tipoksinya… Bapak lanjutkan dengan rumusan masalah yang tidak lepas dari : BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN PELAKSANAAN TIPOKSI HUMAS ATAU BINKUM DI LINGKUNGAN POLSEK X GUNA MENDUKUNG PELAKSANAAN TUGAS PEMOLISIAN DALAM RANGKA MENJAMIN TERSELENGGARANYA PELAYANAN PRIMA KEPOLISIAN .

Dari PERMASALAHAN nanti bapak rumuskan menjadi MASALAH PENULISAN yang ingin bapak carikan solusinya seperti :

  1. bagaimana menyiapkan awak sikum atau sihumas yg akuntabel atauampu bekerja
  1. bagaimana mendapatkan dukungan anggran utk kegiatan sikum Dan sihumas
  1. bagaimana mendapatkan dukungan alat alat kerja
  1. bagaima merumuskan tata Cara kerja antara sikum atau sihumas dengan unit lainnya dalam Polsek.

Setelah ITU barulah bapak mulai mengidentifikasi kondisi, personal, Dukgar, peralatan dan metode kerja saat INI…. Bagaimna kondisinya. Terus bila bapak sudah dapat mengatakan INI lho kondisi saat INI tentunya bapak ingin menemukan rumusan ideal yang sebenarnya dari kondisi yang diharapkan

Antara menemukan rumusan kondisi sekarang yang sedang rusak tidak optimal serta serba terbatas menjadi kondisi ideal yang dicita-citakan disitulah peran calon inspektur polri untuk merumuskan suatu upaya pemecahan masalah yang tidak lupa dikaitakn dengan: kekuatan , kelemahan, peluang dan ancaman  ( SWOT) yang  melingkupi organisasi bapak baik internal Polsek maupun eksternal Polsek.images (8)

Hasil dari pemikiran bapak tadi terhadap upaya peningkatan pelaksanaan tugas  Sikum dan atau Sihumas bapak tuangkan dalam rencana aksi baik yang dilaksanakan dalam jangka pendek, sedang maupun panjang.

Ibaratnya kalau bapak jadi pimpinan tertinggi disana maka rencana aksi bapak dalam waktu dekat adalah begini… Saya akan mengambil tindakan INI dulu …. Setelah ITU… Dalam waktu sedang saya akan begini… Sehingga ap yang saya pwrbuat di waktu pertama Dan kedua akan menjadi sambungan untuk jangka waktu lama.

Kembali lagi pak, untuk rumusan judulnya APA ????  akan lebih baik dibuat diangan angan saja dahulu, karena kalau duluan judul  yang dibuat malah akan menghambat penulisan…. justru yang jadi patokan adalah PERMASALAHAN dan RUMUSAN MASALAHNYA  supaya tidak kesana kemari ceritanya.

Ingat pak. Nkp ITU cuma memindahkan obrolan kita yang kerap ngalor ngidul berjam jam di warung kopi kedalam bentuk tulisan yang teratur, runut dan ada solusi nyatanya, bisa dilakukan oleh calon calon anak buah bapak kelak. Selamat berlatih, sukses bersama bapak yang senantiasa berusaha

Customer 4 :

Pagi pak….mohon maaf dan mohon pencerahan penyusunan nkp untuk mengikuti seleksi Sip…. Tahun 2015 saya bertugas di Kanit provos polsek…makasih

Srigunting :

Pembuatan judul untuk NKP adalah dimulai dengan memahami bahwa NKP atau tulisan dinas polri saat ini dibuat dengan 3 penggal atau gampangnya kalau boleh disebut 3 variabel.

Penggal pertama isinya adalah UPAYA (ingat NKP merupakan rumusan tertulis dari identifikasi, analisa , kesimpulan, rekomendasi suatu permasalahan ) jadi penggal pertama bisa diisi dengan :  OPTIMALISASI … kalau ingin meningkatkan dari suatu yang sudah berjalan menjadi tambah baik ;  REVITALISASI … kalau ingin menguatkan suatu strukur yang berjalan agar kembali menjadi struktur yang terdepan atau terbaik ;  IMPLENTASI kalau ingin menerapkan sesuatu yang baru benar benar baru; DLL.

Penggal kedua adalah wujud  dari upaya tadi atau output … sebagai contoh (ingat kata kunci GUNA)   …………. implementasi absensi sidik jari bagi anggota Sat Sabhara Polres x GUNA MENINGKATKAN DISIPLIN  WAKTU KERJA.

Penggal ketiga adalah outcome atau dampak dari suatu upaya, ingat kata kunci adalah : DALAM RANGKA , implementasi  terhadap hasil atau output ( ADANYA DISIPLIN WAKTU KERJA ) dengan dampak bahwa KINERJA SAT SABHARA MENJADI AKUNTABEL.

Customer 5 :

Slmt siang, mhn saran dan masukan

Teman sy ada teu membuat nkp, temanya sdh ditentukan yaitu “nilai dasar pancasila dengan perilaku sehari-hari anggota polri di lingkungan masyarakat”  Tugasnya d bag.intelkam agaimana konsep judulnya pak sri? Biar nanti pengembangannya oleh saya

Terimakasih sebelumnyaimages (10)

Srigunting :

Selamat malam pak. Mohon maaf baru bisa membalas, untuk tema sepertinya masih global mungkin ada baiknya bila dibuat kisi kisinya, Saya melihat setelah pamsan hilang dari fungsi intel maka fungsi ini sepertinya kurang bertaji.

Untuk itu ada baiknya nkp bapak nanti tidak lepas dari intel sebagai kegiatan yang meliputi LIDIK .PAM. GAL. dimana secara taktis intel bergerak mendahului setiap operasi ataupun giat kepolisian, kemudian Intel mengiringi ( pam ) giat kepolisian dan intel sebagai penutup pelaksanaan operasi atau giat kepolisian berupa produk analisa hasil operasi. Di tingkat satwil sebagai ujung tombak pemolisian di indonesia adalah polsek dengan polres sebagai KOD.

SARAN SAYA bagaimana bila bapak mengangkat upaya optimalisasi giat pulbaket melalui media sosial guna menangkal perkembangan paham-paham radikal dalam rangka mewujudkan polri yang profesional melinsungi dan mengayomi masyarakat.

Adapun rumusan masalah atau persoalannya adalah

  1. Bagaimana dukungan sumda yg dapat melakukan giat pulbaket melalui medsos yang dibutuhkan.
  2. Bagaimana dukungan sarprasnya.
  3. Bagaimana dukungan anggarannya
  4. bagaimana penyiapan dukungan anggaranya.

Demikian Pak semoga berkenan

thDQPFAE0SCostumer :

selamat pagi pak srigunting, sy ingin belajar bagaimana cara pembuatan NKP dengan benar sesuai dengan alur yg pernah bapak sampaikan,, sy dinas d polda x, d wilayah kami untuk tingkat laka lantas nya sudah mulai memprihatinkan , d awali dengan korban laka yg meninggal anak2 d bawah umur yg usia produktif,, kebetulan sekali di wilayah kami terutama di daerah perusahaan yang daerah nya sulit dijangkau dengan transprtasi darat, maupun air.. sehingga beberapa perusahaan memberikan transportasi umum dengan menggunakan kendaraan barang yang fungsiny utk memuat barang bukan penumpang utk d jadikan sarana trasportasi.. dengan adanya kebijakan perusahaan it sering beberapa kali kndaraan yg mengangkut karyawan ataupun masy sekitar terlibat laka dg korban meninggal dunia cukup besar.. sy ingin belajar bagaimana cara mengulas beberapa pokok permsalahan yg ada di wilyah kami untuk d jadikan judul pembuatan NKP yang mempunyai nilai di mata pimp kami, dan dapat menjdi dasar penanggulangan laka secara efektif , demikian tks.

Srigunting :

Selamat pagi pak Andrie, sebelumnya ijinkan saya  memberikan penekanan bahwa bapak menemukan sebuah fenomena / permasalahan yakni adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berupa Truk / kendaraan barang yang peruntukkannya bukan sebagai kendaraan penumpang umum   namun oleh beberapa  Pabrik , Perusahaan dan Kebun  digunakan sebagai kendaraan operasional antar jemput karyawan.  Secara legal formal UU lalu Lintas  no. 22 tahun 2009 mensyaratkan bahwa kendaraan hanya dapat digunakan sesuai jenis dan peruntukkanya.

Dari fenomena diatas dapat saya berikan masukan sebagai berikut :

  1. Mulai dengan merumuskan masalah penelitian ( persoalan )  dari permasalahan diatas , kata kuncinya adalah  KATA TANYA  : ( 5 W dan 1 H).
  2. Kemudian diingat bahwa NKP merupakan sebuah tulisan dalam format tertentu ( dinas) yang maksud pembuatannya adalah memberikan SOLUSI  atau problem solving.
  3. Tulisan realistis dan membumi artinya berdasar teori dengan jabaran yang bisa dilaksanakan , sebagai penekanan bahwa  secara legalitas penggunaan kendaraan harus sesuai peruntukkannya, namun secara sosiologi hukum bahwa hukum tersebut  tidak berada diruang hampa dan ditemukan  pluralism hukum “ strong legal pluralism and weak legal pluralism “  Sally Mary. Artinya harus memperhaikan juga hukum dilanggar untuk kepentingan public tinggal bagaimana mekanismenya supaya pelanggaran hukum tersebut tidak menimbulkan kerugian lebih banyak kepada masayarakat.
  4. Perhatikan juga bahwa run down tulisan harus runut maksudnya bila persoalan ada 3 maka pembahasan juga 3 dan kesimpulan ada 3.
  5. Isi NKP berupa langkah strategis , teknis dan taktis yang bisa meliputi :pendidikan , pencegahan  atau penindakan

Dari 3 masukan terkait  teknis, dapat saya rumuskan materi tulisan sebagai berikut :

  1. Masalah penelitian : fenomena laka  lakalantas yang melibatkan kendaraan Truk barang sebagai angkutan penumpang bagi karyawan pabrik di wilkum polda x.
  2. Persoalannya adalah :
  3. Bagaimana mengoptimalkan peran unit Dikmas lantas dalam memberikan PENDIDIKAN kamseltibcar lantas terhadap  awak kendaraan truk ?
  4. Bagaimana mengoptimalkan fungsi Patroli lantas dalam MENCEGAH terjadinya laka lantas yang melibatkan truk barang di lokasi rawan laka ( black spot ) di wilkum Polda X ?
  5. Bagaimana mengoptimalkan upaya penegakkan hukum terhadap awak kendaraan truk barang yang  terlibat laka lantas di wilkum Polda  X ?
  6. Sebagai contoh, silahkan bapak  mereview beberapa NKP saya sebelumnya terkait lalu lintas ( lihat pada pencarian  : lalu lintas ).

RAMPOK, CURAS, DAN SENJATA API DALAM PENGAMANAN FASILITAS JASA KEUANGAN

ANTISIPASI CERDAS DALAM MENGHADAPI RAMPOK BERSENJATA

Rampok bersenjata api dan kekekerasan terhadap penyelengara jasa keuangan , toko emas , termasuk terhadap kendaraan jasa hantaran ATM dalam kurun waktu belakangan cukup sering terjadi, baik dengan latar belakang sebagai upaya jaringan teroris mencari dan mengumpulkan dana aksi maupun murni suatu pencurian dengan kekerasanoleh sindikat kriminal, terdapat juga beberapa korban jiwa yang harus melayang akibat aksi perampokan bersenjata api ini , belum lagi kerugian material yang harus ditanggung korban selain rasa ketakutan dan ancaman atas keamanan umum yang menggejala di tengah masyarakat, rasa aman menjadi mahal dan sulit , kini tergantikan serba khawatir serba takut dan terancam menjadi korban.
Catatan kepolisian maupun jejak pendapat masyarakat terkait kata kunci seperti : rasa aman, trend pencurian dengan kekerasan (curas) , pemolisian , maupun upaya penanggulangan rampok itu sendiri menjadi suatu perdebatan, manakala pihak kepolisian melalui upaya pemolisian dengan penerapan strategi reaktif dan atau proaktif , ternyata oleh sebagian masyarakat masih dianggap belum optimal mewujudkan rasa aman sebagai main duty police job.
Fenomena curas yang terjadi terhadap jasa layanan keuangan publik seperti Bank, Pegadaian, toko Emas dan hantaran ATM menurut data yang diperoleh dari Pusiknas Polri cukup tinggi, data-data ini juga ketika dibandingkan dengan tulisan dibeberapa media tentang rasa aman , menunjukkan korelasi bahwa rasa aman di tempat umum terutama pada fasilitas keuangan umum menjadi sedemikian mengkhawatirkan ketika fasilitas-fasilitas yang disebut diatas merupakan sasaran pelaku curas beraksi, yang tidak segan segan memuntahkan peluru dari senjata api yang digunakan ataupun setidaknya mengayunkan Golok dan Clurit yang dibawa dalam aksi.
Pemolisian sebagai strategi yang dilakukan oleh Polri seringkali berhadapan dengan adanya kenyataan adanya ketimpangan antara kemampuan sumber daya yang dimiliki organisasi Polri , berupa masalah klasik kekurangan personil untuk melakukan kegiatan patroli dan sambang, keterbatasan dukungan anggaran , peralatan maupun sistem dan methode yang diterapkan antara pemolisian reaktif yang berorientasi penanggulangan dengan pemolisian proaktif yang menitik beratkan kepada upaya pencegahan.
Mengatasi ketimpangan antara kemampuan pemolisian yang dilakuakn Polri dengan potensi pemolisian yang dapat dilakukan masyarakat secara langsung, melahirkan ide untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemolisian swakarsa, melalui sinergi dengan Polri agar secara efektif dan efisien dapat menanggulangi, mencegah dan menindak kejahatan secara dini di lingkungan masing-masing. Dengan melihat kepada konsep pengamanan, konsep pencegahan kejahatan dan strategi pemolisian, memberikan pertimbangan bahwa kejahatan dalam segala manifestasinya adalah merupakan suatu gejala yang “normal” dalam masyarakat yang majemuk, heterogen dan dinamis , ketika kejahatan lahir sebagai “pilihan rasional “ akibat adanya hubungan saling mempengaruhi anatar ketersediaan sasaran potensial mengundang kejahatan, adanya pelaku-pelaku dengan alasan dan motivasi melakukan kejahatan, serta ketiadaan pejaga yang mumpuni dan memadai dalam tugasnya, maka terdapat suatu pemikiran bahwa “kejahatan “bukan terjadi secara tiba –tiba dan “kejahatan “ sebenarnya dapat : dideteksi , ditunda, dialihkan, bahkan dihalau, asalkan tepat cara, tepat orang ,tepat alat terhadap korelasi 3 faktor sebelumnya.
Berpedoman kepada alur berfikir bahwa kejahatan merupakan pilihan rasional atas keberadaan beberapa faktor yang berkorelasi melahirkan kejahatan itu sendiri , pemikiran bagaimana cara, alat dan orang yang tepat untuk melakukan pengamanan swakarsa terhadap diri dan lingkungannya adalah dimulai dengan identifikasi terhadap: Pola korban : yang mendominasi dalam fenomena curas/ rampok bersenjata api dan dengan kekerasan adalah umumnya Toko emas, kantor Pegadaian, Bank dan Mobil hantaran ATM, dengan sasaran uang cash , dan perhiasan emas ;
Pola pelaku : umumnya dilakukan berkelompok, menggunakan senpi baik asli maupun rakitan termasuk senjata tajam, menggunakan lebih dari satu kendaraan , bisa sepeda motor maupun mobil dengan plat nomor yang umumnya palsu maupun kendaraan rental. Sebagian dari pelaku curas adalah merupakan bagian dari jaringan teroris di Indonesia, akan tetapi juga terdapat sebagian lagi adalah murni sebagai anggota sindikat kejahatan ;
Pola modus operandi : adalah cara dan kebiasaan sebagai pola umum yang dilakukan dalam aksi curas , seperti pola aksi yang cenderung dilakukan pada jam–jam tanggung : menjelang pelaksaan Sholat Jumat karena umumnya pegawai Bank dan Toko emas sedang persiapan ibadah, menjelang tutup toko di sore hari ketika fokus pikiran pegawai dan Satpam sedang lengah setelah sehartian bekerja, ataupun pada saat baru buka toko atau bank , pagi-pagi ketika baru sebagian pintu terbuka dan belum semua pegawai maupun Satpam hadir di lokasi.
Komparasi dari Pola : Korban , pelaku dan modus operandi yang telah diidentifikasi diatas dapat diatasi dengan berbagai strategi pemolisian swakarsa ,memang terdapat banyak sekali strategi pemolisian dalam khasanah Ilmu Kepolisian khususnya pada bidang manajemen security yang dipelajari secara mendalam di beberapa Universitas ternama di Indonesia, namun intisari dari belantara ilmu strategi pemolisian swakarsa adalah bagaimana suatu sistem manajemen keamanan mampu mendeteksi suatu ancaman agar tidak berkembang menjadi kejahatan , dapat menunda bahaya yang muncul kalaupun nanti berkembang menjadi kejahatan , mampu mengusahakan untuk mengalihkan sasaran dan pelaku kejahatan, dan termasuk yang paling paripurna adalah suatu sistem mampu menghalau kejahatan yang terjadi terhadap sasaran pengamanan yang terdiri dari : orang , kegiatan , sarana , prasarana dan informasi tertentu yang dianggap penting.
Berikut ini adalah beberapa pemikiran dan saran untuk mengantisipasi fenomena perampokan bersenjata api terhadap Bank, pegadaian dan mobil ATM yang marak terjadi silih berganti melalui pola pemolisian swakarsa yang dapat dilakukan dengan :
1. Ketika pemolisan swakarsa tidak dapat menghalangi atau mencegah motif seseorang menjadi pelaku curas terhadap Toko , Bank dan Pegadaian miliknya, adalah kewajiban pemilik / manajer perusahaan untuk melakukan upaya pencegahan kejahatan lewat suatu desain lingkungan atau bangunan, sewajarnya Toko Emas , Bank , dan Pegadaian membuat etalase kaca/ display yang diperkuat dengan lapisan film tahan pecah, maupun membuat etalase /display yang dilengkapi jeruji kawat , faktor estetika dapat disiasati dengan pemilihan motif dan bahan jeruji yang menarik termasuk memasang teralis tambahan tepat diatas etalase kaca/ display, sehingga sewaktu waktu terjadi perampokan , pelaku tidak mudah memecahkan kaca etalase ( terhalang jeruji halus didalam kaca ) maupun melompat kedalam ruangan, karena terhalang teralis diatas meja etalase/display barang perhiasan.
2. Faktor perlindungan dari lingkungan juga dapat dioptimalkan, caranya adalah : dengan merombak dinding depan bangunan yang masih tertutup atau gelap menjadi kaca tembus pandang, diharapkan lingkungan sekitar juga bisa melihat kedalam ruangan manakala terjadi sesuatu hal yang mencurigakan dapat segera memberikan bantuan. Akan lebih baik bilamana dinding depan juga dilapis teralis besi, termasuk menempatkan pintu dengan mekanisme yang hanya bisa dibuka dari dalam dengan kode khusus, bilamana pengunjung yang mencurigakan ( pake jaket , helm ataupun sebo ) ingin msuk kedalam toko maupun bank , Satpam dapat melakukan upaya pencegahan akses dengan tidak membukakan pintu dari dalam sebelum melepas jacket dan helmnya, demikian juga ketika pelaku bisa masuk kedalam bangunan , maka pelaku membutuhkan upaya ekstra supaya bisa keluar gedung, Handle pintu yang hanya bisa membuka dengan kode atau kunci tertentu seperti sidik jari, maupun pass card tersedia cukup banyak dipasaran peralatan keamanan tergantung budget dan mekanisme yang diinginkan.
3. Peralatan CCTV yang sering terpasang ternyata seringkali tidak memberikan manfaat pasca terjadinya perampokan adalah dikarenakan kekurangan teknis pemasangan yang tepat maupun metode pengamanan yang memadai, solusinya adalah dengan merancang ulang penempatan peralatan, yang diharapkan adalah CCTV mampu merekam wajah pelaku , bukan merekam perawakan atau topi pelaku, jadi CCTV harusnya terpasang pada posisi paling tepat untuk merekam wajah pelaku , paling ideal adalah dipasang setinggi orang dewasa, bukan pada langit –langit ruangan yang tinggi, demikian juga dengan ruang penyimpanan hard disc rekaman CCTV , sebaiknya disimpan dalam ruangan terkunci , tidak diruangan kepala kantor( basi dan sudah diketahui umum dilakukan ) , akan lebih baik lagi bila hard disc rekaman disimpan di tempat yang akan sulit dijangkau dalam waktu singkat dan cepat, terlindung cukup kuat ( kotak teralis ) dengan akses terbatas.
4. Pemikiran untuk memasang peralatan GPS locator ( penanda GPS ) yang makin hari ukurannya makin minimalis dengan harga bersaing adalah didasarkan pemikiran bahwa 24 jam pertama kejadian merupakan golden period , dimana umumnya pelaku curas tidak serta merta membagi hasil jarahannya , namun disimpan lebih dahulu dengan disembunyikan di suatu tempat rahasia, barulah ketika pemberitaan mulai mereda , hasil jarahan akan dibagi bagi. Menyisipkan GPS locator yang dimensinya ringkas dapat dilakukan terhadap barang-barang berharga seperti perhiasan emas , maupun berupa dummy ( replika emas batangan) termasuk kantung uang dan mobil hantaran ATM , gepokkan uang yang dirancang khusus juga dapat digunakan untuk menysisipkan GPS locator sebagai upaya pencegahan, ketika potensi sedemikian besar dan nilai asset yang diamankan juga sangat tinggi , keberadaan GPS locator yang cukup banyak , tidak hanya 1 unit saja , akan meningkatkan rasa aman perusahaan dan karyawan.
5. Keadaan emergency yang terjadi sering tidak diketahui oleh lingkungan, tidak semua korban perampokkan sempat dan berani berteriak minta tolong , apalagi melakukan perlawanan terhadap pelaku curas, penempatan panic button dalam wujud yang paling sederhana adalah berupa “bel sekolah” dengan tombol on-off dibawah meja kasir , dan lonceng / speaker berada diluar gedung, tentunya bentuk panic button dengan fitur-fitur lebih canggih dapat diadakan oleh manajer gedung atau perusahaan, bahkan kini tersedia dengan fitur langsung terkoneksi dengan kantor polisi maupun security setempat, tips tambahan adalah penempatan panic button tidak hanya satu titik dibawah kasir , namun perlu dipikirkan penempatan panic button cadangan di ruangan satpam , meja manajer maupun ruang pantry gedung.
6. Hantaran ATM dalam bentuk cash in transfer juga menyimpan cukup banyak peluang menjadi korban curas, mulai dari aksi yang dilakukan atau didalangi oleh karyawan dan pengawal itu sendiri , ditengah jalan dihentikan secara paksa ( modus pura-pura tabrakan ) atau saat mengisi ATM dimana penjaga dan karyawan lengah dengan situasi sekitar, obat yang mujarab bagi manager BUJP yang mendapatkan kontrak pengamanan maupun pemilik ATM adalah dengan membuat SOP pengantaran ATM secara ketat, contohnya dimulai dari awal pemberangkatan dengan mewajibkan crew yang berangkat untuk difoto bersama secara lengkap, maksudnya secara teknis untuk menyamakan database karyawan dan pengawal dengan jadwal kerja , termasuk memberikan efek psikologis pengawasan terhadap crew, akan lebih canggih adalah dengan menempatkan GPS pada kendaraan termsuk GPS locator pada kantung uang ATM yang dibawa,diikuti dengan penilaian terhadap standar kinerja, penampilan dan sikap karyawan dan pengawal baik internal dan outsourcing harus dinilai secara periodik, database biometri ( foto, sidik jari dan sinyalemen tubuh lain ) di update terus menerus termasuk melakukan screening latar belakang karyawan ( keluarga , alamat asli dan alamat sementara) bagaimanapun pencegahan adalah lebih baik dari penindakan.
7. Pada umumnya Toko Emas , Bank dan ATM berada dalam suatu kawasan perdagangan yang memiliki satuan pengaman sendiri , tidak ada salahnya manajer gedung mengusahakan alat komunikasi yang dapat menghubungkan antara Satpam gedung dengan Satpam lingkungan , terlebih dengan satuan kepolisian setempat, yang terjadi saat ini adalah pihak kepolisian menggunakan HT dengan jenis frekuensi berbeda dengan yang digunakan Satpam kawasan, setidaknya bilamana antara Satpam gedung bekerja sama dengan Satpam kawasan maupun sesama Satpam disekitarnya lewat alkom seperti HT yang cukup terjangkau dan fleksibel dalam penggunaan, diharapkan mampu mendeteksi sekaligus menghalau kejahatan yang akan terjadi.
8. Upaya sederhana untuk memindahkan, menunda, bahkan menghalau upaya curas maupun kejahatan lainnya , dapat dilakukan dengan cara antara lain menempatkan tulisan ataupun stiker pada tempat strategis seperti kawasan : parkir, pintu masuk , didalam Toko, Pegadaian dan Bank berupa stiker tulisan bahwa adanya pengawasan menggunakan CCTV dan atau alat elektronik lainnya di area yang dimaksud, termasuk stiker atau papan petunjuk nomor telepon Polsek terdekat ( layanan kepolisian 110 ) , no telpon manajer keamanan/ satpam yang bertugas , maksudnya bila menemukan hal-hal yang mencurigakan maka pengunjung dapat langsung berkomunikasi dan memberitahu.
9. Apa yang harus dilakukan perampokan bersenjata api benar-benar terjadi dan pelaku telah masuk kedalam bangunan untuk beraksi ? adalah sangat bijaksana apabila atas pertimbangan kekuatan dan senjata yang dimiliki pelaku, adalah sangat membahayakan keselamatan jiwa karyawan dan Satpam, ketika nyali saja tidak cukup , dibutuhkan keahlian khusus dan peralatan memadai bila ingin melakukan perlawanan atau membekuk pelaku, yang paling bijak adalah melakukan perlawanan pasif dengan cerdas seperti menyalakan alarm / panic button sesegera mungkin , dan mempersiapkan diri untuk menghapal ciri-ciri fisik identitas pelaku termasuk kendaraan yang dipakai, cara menghapal ciri-ciri pelaku adalah dengan melihat bentuk wajah, bagaimana alisnya, bentuk telinga , mulut dan hidung, terutama bekas luka atau jerawat dan parut pada wajah, pakaian bisa saja berganti dalam sekejap apalagi bila pelaku menggunakan jacket dan penutup wajah ( helm dan sebo ), namun logat nada bicara , aksen dan gerak gerik pelaku, selain itu cara paling mudah mengukur ketinggian postur tubuh pelaku adalah dengan membandingkan saat tersangka berdiri dengan benda sekitarnya , misalnya setinggi gerendel jendela, atau noda pada dinding, mengumpulkan catatan ciri-ciri pelaku sebanyak dan sedetail mungkin akan sangat membantu dalam pengungkapan kasus nantinya.
10. Proses olah TKP secara benar dan teliti sangat berarti dalam upaya penmgungkapan kasus, peran karyawan , satpam dan manager sebagai saksi korban sangat penting artinya, benda –benda yang dipegang ( etalase, display atau benda yang sempat terpegang) pelaku agar ditunjukkan kepada petugas olah TKP, tanpa diotak atik oleh siapapun juga termasuk memandu petugas olah TKP agar dapat menemukan sidik jari milik pelaku, pasca kejadian sebelum petugas kepolisian tiba di TKP adalah lebih baik agar setiap informasi yang berhasil diingat oleh karyawan maupun satpam segera ditulis dalam secarik kertas , seperti info jumlah pelaku, ciri-ciri mencolok pelaku, pakaian, kendaraan dan info-info lain terkait , dalam masa golden period adalah sangat penting untuk mengidentifikasi pelaku agar pihak kepolisian dapat segera melakuakan upaya pengejaran dan penutupan jalan.
Sebagai sumbang saran dan berbagi ide-ide diatas hanya akan terlaksana dan memberikan daya guna apabila terdapat pemahaman dari kalangan karyawan , security dan manajer gedung terhadap konsep keamanan intu sendiri sebagai sebuah asset dan bukan sebagai beban, biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan peralatan security, pelatihan tenaga keamanan, konsultasi keamanan dengan menggandeng BUJP dalam suatu sistem manajemen keamanan secara paripurna, tidak akan sebanyak kerugian yang muncul akibat curas maupun kejahatan lain , selain korban material , adalah ancaman keselamatan nyawa manusia, karyawan dan pengunjung juga termasuk nama baik perusahaan dengan kredibilitas rawan dirampok, untuk itu jadikan upaya pencegahan kejahatan lewat peningkatan peran pemolisian swakarsa masyarakat sebagai upaya mewujudkan paradigma “keamanan” sebagai asset dalam dunia usaha dan bukan suatu beban yang harus dihindari.

PENANGANAN IMIGRAN ILEGAL BERSTATUS PENCARI SUAKA DAN PENGUNGSI DI WILAYAH INDONESIA

PENANGANAN IMIGRAN ILEGAL BERSTATUS PENCARI SUAKA
DAN PENGUNGSI DI WILAYAH INDONESIA
Disampaikan oleh
Drs. Hongky Juanda M.si

Analisa Fakta

    Permasalahan imigran ilegal terutama dengan status pencari Suaka dan Pengungsi 2 tahun belakangan ini telah mengundang keprihatinan Nasional dan Internasional khususnya di wilayah Asia dan Pasifik, bahwa fenomena yang sedang kita hadapi ini adalah sebagai akibat dari suatu “given” / anugrah dari Allah bahwa kita berada di antara dua benua dan 2 Samudera dan berhadapan atau bertetangga langsung dengan negara Australia  yang mana suatu given juga bahwa Australia adalah Negara Migran yang banyak menjadi tujuan dari para pengungsi dan pencari suaka. Sehingga tidak dapat dihindarkan Negara kepulauan Indonesia telah menjadi tempat perlintasan mereka ke Australia
    Modus operandi dari mereka untuk masuk ke wilayah Indonesia sangat beragam berawal dari Malaysia sebagai Negara tetangga kita. Pada waktu lalu Pemerintah Malaysia mempunyai kebijakan untuk membebaskan orang asing untuk memilki visa kepada beberapa Negara Islam seperti Iran, Irak, Aghanistan, Srilanka dan memberikan mereka visa pada saat kedatangan.Peluang tersebut digunakan oleh para pengungsi yang berasal dari Negara konflik untuk masuk ke Malaysia secara sah dan akhirnya mereka mendapatkan status dari UNHCR di Negara tersebut. Hingga 2 tahun belakangan ini, sambil menunggu waktu penempatan (resettlement) yang tidak kunjung terealisasi, sambil menunggu mereka bekerja secara ilegal di Malaysia. Pemerintah Malaysia membuat tindakan yang keras terhadap mereka baik yang sudah memliki status pengungsi maupun yang belum memilki status. Mereka yang bekerja secara Ilegal, jika tertangkap sering di perlakukan secara kasar oleh Pemerintah Malaysia dengan menaruh mereka di Lock-up/penjara. Hal inilah yang membuat para Imigran Ilegal berstatus pencari suaka dan pengungsi tersebut bergerak mencari tempat transit (secondary Movement) secara Ilegal ke wilayah Indonesia dengan bantuan para penyelundup manusia (smuggler) .Mereka rata-rata dikenai biaya antara US$ 5000 – US$ 6000 untuk mencapai Australia via Indonesia.
    Modus terakhir yang dilakukan mereka terutama berkebangsaan Iran adalah mengunakan fasiltas kemudahan Visa on Arrival Pemerintah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Keimigrasian di bandara –bandara Internasional, terbukti dengan banyaknya kasus2 penangkapan imigran Ilegal berwarga Negara Iran pemegang VOA yang tertangkap sedang berusaha melakukan Ilegal Exit ke Australia.
    Pemerintah Indonesia sebenarnya bukanlah negara penandatangan Konvensi 1951 tentang pengungsi dan protokolnya, sehingga secara de jure Indonesia tidak terikat ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam konvensi tersebut,   namun demikian harus kita sadari semua bahwa di dalam masyaraka tinternasional dan pergaulan Internasional dimana Negara Indonesia berada di dalamnya,  ada kaidah-kaidah atau norma-norma Internasional baik tertulis maupun tidak tertulis yang harus kita taati. Bahwa walaupun bukan negara penandatangan secara de fakto indonesia masih harus tunduk kepada norma kaidah yang ada di dalam konvensi tersebut, kita harus ingat bahwa Pemerintah kita telah meratifikasi UU no 39 tentang Hak Asasi Manusia dimana di dalamnya juga mengatur tentang hak-hak seorang pencari suaka dan pengungsi. Atas pertimbangan tersebut Pemerintah cq Imigrasi mencoba mengeluarkan suatu kebijakan tentang penganan Imigran ilegal yang berstatus pengungsi dan pencari suaka dengan mencoba berusaha untuk menselaraskan danmeng harmoniskan antara menjaga kehormatan/kedaulatan Negara dengan Law Enforcement Pemerintah RI yang dituangkan di dalam UU Nomor 6 Tahun 2011. 
    Di dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011, Indonesia secara implisit tidak mengatur tentang Pencari suaka dan pengungsi, namun secara explicit sebenarnya telah masuk ke dalam ketegori dalam Pasal 86 dikatakan bahwa Pemerintah tidak akan memberlakukan “Tindakan Administrasi Keimigrasian” kepada korban Perdagangan orang dan Penyelundupan manusia.  Selanjutnya pada Pasal 87 mengatur tentang penempatan mereka di Rumah Detensi Imigrasi atau tempat penampungan yang telah ditentukan dan akan diperlakukan khusus. 
    Dengan memberikan penanganan kepada para korban tersebut yang notabene adalah berstatus pencari suaka dan pengungsi, maka sebenarnya Indonesia telah mengupayakan keselarasan antara Hukum Internasional yang mengatur tentang pengungsi yang berlaku Universal dengan Kedaulatan Negara sebagaimana telah diaturdalam Undang-undang 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian .
    Penanganan Imigran Ilegal berstatus pencari suaka dan pengungsi itu sendiri pada saat ini hanya mengacu kepada Peraturan Dirjenim Nomor IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 antara lain bahwa :, 

Penekanan bahwa Orang Asing yang masuk dan tinggal tanpa dokumen adalah Imigran Ilegal.
Penekanan terhadap Case Closed/rejected UNHCR akan segera dideportasi.
Penekanan bahwa bagi pemegang surat UNHCR yang tidak berkedudukan di Indonesia akan terkena tindakan Keimigrasian.
Imigran Ilegal yang telah mendapatkan status Asylum Seekers atau pengungsi dapat tidak dipermasalahkan izin tinggalnya.

Dengan dasar Peraturan Dirjen diatas sudah jelas sebenarnya arah dari tindakan Keimigrasian yang harus dilakukan terhadap Imigran Ilegal berstatus Pencari suaka dan Pengungsi tersebut, Bahwa kenyataannya tidak akan semu adari para pemohon status refugees yang diterima dan disetujui untuk diberi status pengungsi internasional atau refugees oleh UNHCR dengan alasan atau pun tolok ukur yang hanya diketahui oleh pihak UNHCR sendiri.

Mereka yang telah menerima penolakan status, tetap memperoleh kesempatan untuk banding selama 3 kali sebelum dinyatakan kasus mereka Case close data sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk diberikan status. Dan diminta secara suka rela untuk pulang ke negara asalnya dengan difasilitasi oleh IOM (International Organization for Migration). Namun pada kenyataannya dilapangan bahwa sebagian besar dari mereka akan menolak untuk dipulangkan dengan suka rela oleh pihak Imigrasi dengan bantuan IOM. Hal ini menimbulkan kesulitan sendiri pada saat kita akan mengusahakan pemulangan paksa/deportasi karena pihak IOM tidak dapat menggunakan dananya manakala itu adalah suatu upaya paksa. IOM hanya akan mengeluarkan bantuan dana dengan program AVR (assisted Voluntary Return). Sedangkan dana deportasi untuk Imigran Ilegal tidak akan mencukupi untuk pemulangan keseluruhan kasus-kasus case closed ini.
Kemudian dalam penanganan kasus Imigran Ilegal yang telah mendapatkan status pencari suaka (Asylum Seekers) dan Pengungsi (Refugees), sebagaimana telah tercantum pada peraturan Dirjen diatas bahwa Imigran Ilegal yang telah mempunyai status-status tersebut dapat tidak dipermasalahkan izin tinggalnya, juga menjadi persoalan sendiri bagi Pemerintah Indonesia. Persoalan tersebut berkaitan dengan penempatan mereka yang berada di luar Rumah Detensi Imigrasi seperti di Cisarua Puncak Bogor, Medan, Jogyakarta, Makassar dan lain-lain. Persolan yang disinyalir akan dan mungkin sudah terjadi adalah aspek sosial, keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka tinggal tersebut terhadap penduduk local. Aspek-aspek sosial keamanan dan ketertiban yang ada dan mungkin muncul tersebut seperti adanya perkawinan tidak sah dengan wanita lokal, bekerja illegal, kejahatan seperti narkotika, terorisme dan lain-lain.
Hal tersebut diatas disebabkan rentang waktu tunggu mereka di Indonesia sangat tidak jelas. UNHCR tidak dapat memastikan setelah mereka mendapatkan status-status tersebut, berapa lama untuk dapat ditempatkan di Australia. Banyak contoh bahwa mereka setelah mendapatkan status-status tersebut masih harus menunggu bertahun-tahun untuk dapat ditempatkan di Negara Penerima/Australia. Keberadaan mereka yang lama tersebut itulah yang kemudian akan menimbulkan kerawanan-kerawanan dari sisi Sosial, Kemanan dan ketertiban. Jika hal ini tidak ditangani secara cepat dan tepat, maka kemungkinan pada tahun-tahun mendatang akan ada multi ras baru yang berkembang di Indonesia.

Kesimpulan
Bahwa isuI migran Ilegal berstatus pencari suaka dan pengungsi yang dibungkus oleh kegiatan penyelundupan manusia ini, sudah harus ditangani secara holistik oleh instansi terkait seperti Imigrasi, Polri, Menkopolhukam, Kementerian Luar Negeri dan lain-lain.
Bahwa jika ini ditangani secara holistik, artinya nuansa Imigran Ilegalini sudah merupakan isu Nasional yang menjadi prioritas Pemerintah, seyogyanya Pemerintah membentuk satuan tugas khusus dengan anggota-anggota yang telah disebutkan di angka (1)
Bahwa harus ada kerjasama bilateral dengan Negara –negara pengirim khususnya Malaysia untuk penanganan kasus- kasus Imigran Ilegal ini karena memang sebagian besar kedatangan mereka berasal dari Malaysia, kemudian masuk melewati pesisir pantai di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.
Harus ada kesamaan sikap dan interpretasi terutama penegak hukum Imigrasi dan Polri terhadap pelaksanaan Undang-undang Keimigrasian Pasal 120 tentang kriminalisasi kejahatan penyelundupan manusia.

zebra melek warehousing data

PENYUSUNAN POLA PENGAMANAN OPERASI KETUPAT CANDI 2011

 DI POLRES KEBUMEN MELALUI PENDEKATAN  MANFAAT DSS

dfggdssgd 

 

PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri merupakan salah satu agenda terpenting dalam kalender kamtibmas karena pada waktu-waktu tersebut dinamika kegiatan masyarakat menuntut peningkatan upaya-upaya pengamanan guna menjamin ketersediaan bahan pokok, menjamin kondisi yang tertib, teratur dan lancar serta situasi yang kondusif agar proses-proses dalam masyarakat tidak berdampak negatif pada ekonomi, sosial dan keamanan, yang dapat bermuara pada ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Berkaitan dengan agenda mudik lebaran yang telah menjadi tradisi masyarakat kita, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dari tahun ketahun memberi tiga petunjuk yang sangat mendasar dan menentukan keberhasilan kita dalam pelaksanaan tugas, yaitu :

Pertama, bahwa perencanaan pengamanan dan perencanaan pelayanan kebutuhan masyarakat, tidak dapat dipisahkan secara parsial melainkan harus merupakan satu kesatuan strategi yang fungsional, utuh terpadu dan koordinatif untuk mengantisipasi kepentingan masyarakat.

Kedua, bahwa sistem lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam memadukan  moda transportasi darat, laut dan udara dengan menghubungkan dan mendinamisasikan antar terminal, bandara, pelabuhan laut dan stasiun kereta api, atau simpul-simpul lainnya sesuai dengan dinamika masyarakat.

Ketiga, penyeberangan armada angkutan kebutuhan pokok  yang tersendat pada pelabuhan fery akan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi rakyat karena harga bahan pokok akan meningkat. Selain itu, antrian panjang kendaraan pada ruas jalan akan menghambat arus kendaraan lainnya dan lebih daripada itu dapat menimbulkan tindak pidana berupa pemerasan, pungutan liar dan sebagainya.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya ingin meningkatkan kembali berkenaan dengan kondisi lalu lintas dan angkutan jalan pada saat arus mudik dan arus balik lebaran, pada tahun-tahun yang lalu pengalaman empirik yang senantiasa dapat kita jadikan sandaran sebagai faktor-faktor yang dominan penyebab kemacetan berkepanjangan, kesemerawutan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas adalah :

       pertama, peran sistem jaringan jalan yang tidak fungsional lagi karena ketidak seimbangan intensitas kendaraan dengan kapasitas jalan. Densitas (kepadatan) kendaraan yang bergerak kearah konsentrasi mudik dan karakteristik prasarana jalan menjadi penyebab tersendatnya arus lalu lintas.

kedua, lalu lintas campuran (mix traffic) antara kendaraan bermotor dengan kendaraan tidak bermotor atau kendaraan tradisional dan pejalan kaki pada jalur utama arus mudik, ruang milik jalan yang digunakan sebagai tempat berjualan dan parkir, naik turun penumpang angkutan umum yang tidak di terminal, pasar tumpah dan sebagainya yang berdampak pada kesemerawutan dan timbulnya rebutan penumpang diantara pengemudi angkutan tradisional.

       ketiga, keterbatasan pelayanan SPBU  yang mengakibatkan antrian kendaraan, dan tidak tersedianya spbu pada jalur-jalur alternatif, menimbulkan menjamurnya penjual BBM eceran pada bahu-bahu jalan.

keempat,  merupakan hal yang sangat mendasar adalah pengoperasian armada / kendaraan angkutan massal dalam kota (bus kota) untuk mengangkut penumpang mudik dengan kondisi laik jalan yang rendah dan pengemudi yang tidak mengenal / tidak menguasai medan yang akan ditempuh, sangat rawan serta dapat menimbulkan kecelakaan dengan korban massal.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diatas, adalah sangat penting untuk merumuskan taktik operasi pengamanan dan pelayanan yang efektif dan  Efisien dalam mengantisipasi arus mudik dan balik lebaran. Dalam hal ini tidak dapat kita pungkiri bahwa salah satu kekurangan Polri selama pelaksanaan pengamanan arus mudik lebaran adalah lemahnya analisis memprediksi situasi lalu lintas pada jalur-jalur atau jurusan yang kerap kita anjurkan sebagai jalur pilihan masyarakat pemudik yang kita sebut sebagai jalur alternatif. Akibatnya adalah ketidaksiapan perencanaan pelayanan pada jalur tersebut.

sdfdsa

Kondisi geografis  Kebumen yang merupakan bagian dari gelaran jalur utama transportasi darat  di wilayah selatan pulau  Jawa memiliki  kekhasan tersendiri  antara lain bahwa : Kebumen  merupakan  daerah titik lelah  dan mengantuk pengemudi  kendaraan  yang melintas dari arah Jakarta menuju Yogyakarta  maupun dari Surabaya menuju  Jakarta dan Bandung, ditambah kontur  jalan yang cenderung datar dan lurus , menggunakan Hotmix dan banyak yang belum dilengkapi sarana penerangan jalan, termasuk lintasan kereta api sebidang jalan raya yang berpalang maupun tidak berpalang pintu.

Polres Kebumen memiliki kewajiban   bersama sama pemangku kepentingan umum untuk merumuskan dan mencarikan solusi  yang berkaitan dengan mewujudkan KAMSELTIBCAR Lantas pada saat Mudik lebaran 2011 agar para pemudik yang melintas di Kebumen memperoleh jaminan Keamanan , Ketertiban, Kelancaran dan Keselamatan  berlalu lintas dengan moda transportasi  dan mobilisasi jasa , barang dan orang. Bahwa  kecenderungan opini  mengatakan  bahwa terjadinya Kecelakaan lalu lintas pada saat Operasi Ketupat Candi Digelar selama ini  adalah merupakan NASIB yang tidak dapat dielakkan, karena sesungguhnya berdasarkan database kecelakaan yang  ada,  terlihat suatu pola yang mengejala sebagai trend kecelakaan  yang memiliki arah dan kualitas yang dapat diprediksi

 

LATAR BELAKANG MASALAH

BAGAIMANA MEMANFAATKAN DSS DALAM  PENYUSUNAN POLA PENGAMANAN OPERASI KETUPAT CANDI 2011 DI WILAYAH HUKUM POLRES KEBUMEN, SEHINGGA  TERCIPTA KEAMANAN , KESELAMATAN,KETERTIBAN DAN KELANCARAN LAULINTAS.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud : Menjajaki penerapkan prinsip dasar DSS dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas Polri Khususnya Polres Kebumen dalam rangka Operasi ketupat Candi 2011

Tujuan : Polres Kebumen dapat memanfaatkan teknologi yang flexibel, adaptif dan mudah dioperasikan dalam mendukung pengambilan keputusan dalam Operasi ketupat Candi 2011

TINJAUAN PUSTAKA

Decision Support system atau sistem penunjang keputusan, secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi-terstruktur. Secara khusus, dss didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semiterstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.

Sebagai suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan dss bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat

Perintis DSS yaitu : Peter G. W. Keen, bekerja sama dengan Scoot Morton untuk mendefinisikan tiga tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus: Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur, Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya. Dan Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya. Tujuan-tujuan ini berhubungan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS – struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. DSS ini bisa berbentuk sistem manual maupun sistem terkomputerisasi. Namun dalam hal ini ditekankan pada sistem penunjang keputusan yang pelaksanaannya berbasis pada komputer.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENERAPAN DAN IMPLEMENTASI

 

Keterangan :

Gambar di atas menunjukkan konfigurasi Decision Support System yang dapat digunakan oleh Polres kebumen dalam OKC 2011. Secara garis besar DSS dibangun oleh tiga komponen besar : Database , Model Base dan Software System . Dalam DSS, data dikumpulkan ke dalam sebuah database dan diorganisasikan oleh database management software (DBMS), dan model penyampaian informasinya dikumpulkan ke dalam model base dan diorganisasikan oleh model base management software (MBMS). Keduanya diorganisasi oleh dialogue generation and management software (DGMS) yang bermanfaat sebagai interface antara user dan sistem.
Aplikasi  DSS yang digunakan  dalam Operasi Ketupat Candi 2011 , menggunakan kumpulan Data  yang diperoleh dari berbagai sumber , Internal, Ekseternal  maupun dari rumusan kebijakan  Pimpinan Polri yang dituangkan dalam  visi dan misi Polres Kebumen.

Data dalam data warehouse kemudian akan digunakan langsung oleh User sebagai report maupun diolah melalui Model Management. Data Management biasanya memanfaatkan Data Base Management System (DBMS) yang ada di pasaran seperti Oracle atau SQL Server.  Model Management melalui Model Base Management melakukan interaksi baik dengan User Interface untuk mendapatkan perintah maupun Data Management untuk mendapatkan data yang akan diolah.

Model Base Management akan menggunakan Model Base yang berisi model-model yang digunakan dalam DSS yang dengan bantuan perangkat lunak atau engine yang ada di dalam Modeling tools melakukan pengolahan data yang kemudian hasilnya ,dikembalikan lewat Model Base Management untuk dikirim ke User Interface.

Contoh model yang disimpan dalam Model Base ini adalah model simulasi, model what-if berupa : model pengalihan arus lalin, Model penanganan Laka lantas, Model kontijensi situasi darurat maupun rusuh masa, dan lain-lainnya, dengan menggunakan perangkat “ Modeling Tool” yang  bisa berisi perangkat lunak yang menjalankan model yang ada di Model Base. Contohnya adalah Microsoft Excel dengan makronya, iDecide, maupun program yang dibuat sendiri untuk merealisasikan suatu model

User Interface digunakan untuk berinteraksi antara user dengan DSS, baik untuk memasukkan informasi ke sistem maupun menampilkan informasi ke user. Karena begitu pentingnya komponen user interface bagi suatu sistem DSS, maka Polrs Kebumen  harus bisa merancang suatu user interface yang bisa mudah dipelajari dan digunakan user, dan laporan yang bisa secara mudah dimengerti oleh jajaran.
Alur berfikir yang digunakan adalah bagaimana user ( kapolres ) dalam hal  membuat keputusan yang berkaitan dengan penyelenggaraan OPS Ketupat Candi 2011 dapat memperoleh masukan masukan positif yang mendekati  kondisi  dilapangan yang akan dihadapi.Aplikasi DSS yang diterapkan  ini   secara ideal akan meberikan gambaran dan perkiraan tantangan yang dihadapi dalam OKC 2011 meliputi :

Jumlah kepadatan arus  menjelang dan sesudah hari  H  lebaran yang akan melintas di wilayah Kebumen , dapat dilihat dari tabel tabel berikut yang menampilkan   perkembangan jumlah arus dan kepadatan  kendaraan  yang melintas di Jalur Pantura dan Pansel Jawa Tengah, dimana  wilayah hukum Polres kebumen merupakan bagian didalamnnya.

Dengan mengetahui perkiraan Kepadatan arus lalin yang akan melintas  pada hari H-7 sampai H+7 lebaran 2011 untuk kemudian dipadukan dengan Jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di tahun  2008, 2009 dan 2010 akan dapat diketahui bahwa  terdapat pola yang  sama terhadap  angka kecelakaan dengan kepadatan arus lalin yang melintas secara fluktuatif pada rentang kurun waktu OKC mulai tahun 2008, 2009 sampai 2010.

Data yang terkumpul  dari  eksternal terutama berkaitan langsung dengan penyelenggaraan OKC 2011 adalah  data  sarana prasarana jalan yang meliputi : kualitas dan kelas jalan, jumlah rambu dan marka jalan, sarana  angkutan , terminal, hambatan samping ruas jalan,  cekikan arus lalin, kebijakan pembatasan  Truk angkutan barang memiliki keterkaitan dengan  kesiapan polri untuk melibatkan personil , membangun Pos Pengamanan dan Simpatik lebaran , rencana pengalihan arus termasuk penempatan   titik layanan masyarakat.

DSS merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu Kapolres selaku user  dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science.
Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum).

Sumber data pembanding yang digunakan:

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan :

Cara memanfaatkan DSS oleh User ( Kapolres kebumen )  dalam  menyusun pola pengamanan Operasi Ketupat Candi 2011 di wilayah hukum Polres Kebumen, untuk mewujudkan  keamanan , keselamatan,ketertiban dan kelancaran laulintas adalah dengan mempersiapkan  langkah –langkah antisipasi  tindakan atas lonjakan  arus lalin, frekuensi kegiatan masyarakat, potensi ganguan kamtibmas maupun menyusun rencana kontijensi sewaktu waktu terjadi perubahan yang mendadak saat Operasi ketupat Candi 20011 berlangsung .Kemanfaatan  DSS dalam menyusun  Pola Pengamanan dalam OKC 2011 akan  optimal bila Data Management, Model Management, dan User Interface  dalam  DSS Ops Ketupat Candi 2011 dapat dikelola dengan baik, update dan realistis.

Rekomendasi:

  1. DSS memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya sehingga DSS perlu dikembangkan dan dijadikan  kemampuan  yang wajib dimiliki calon calon pengambil keputusan agar dapat kelak  dapat membantu mengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur seperti pola pengamanan dalam Operasi  Ketupat Candi maupun operasi Kepolisian lainnya.
  2. Perlu pengembangan perangkat DSS yang user friendly agar  dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan, Walaupun suatu DSS, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan

 

 

DAFTAR PUSTAKA:

BUKU :

  1. Decision Support Systems and Intelligent Systems;Efraim Turban & Jay E. Aronson,6th edition, Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ, 2001
  2. Komputerisasi Pengambilan Keputusan, 1th edition, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001
  3. Suryadi HS, Sistem Penunjang Keputusan, Gunadarma, Jakarta, 1994

Artikel Internet :

  1. http://www.arinilarasati.info/berita-103-manfaat-data-mining.html
  2. http://ifan89.blogspot.com/2010/10/konsep-pengertian-manfaat-dan-tujuan.html
  3. http://nono.web.id/software-dss-untuk-umkm.html
  4. http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/12/07/data-mining-jawaban-soal-uts-data-mining/
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Decision_support_system