NKP bersinar lagi , ketika saya menulis maka saya ada

kaget juga melihat traffic pengunjung blog ini, apalagi kalau yang dicari adalah NKP , dan semua pun pengunjunlang hampir saya menanyakan ” judulnya apa “.

Beberapa postingan terkait NKP yang pernah saya berikan sebenarnya adalah sekedar corat coret saja mengisi waktu luang , terus terang  saya tidak punya kompetensi menjelaskan seluk beluk NKP itu seperti apa , ditambah lagi kalau pertanyaanya adalah NKP buat Sekolah ini dan itu.

Ijinkan saya jelaskan bahwa penulisan NKP yang saya maksud semua bekerja berdasarkan kaidah kaidah menulis ilmiah yang pernah saya pelajari, entah itu namanya skripsi, thesis, ataupun jurnal ilmiah, sedangkan NKP , NASKAP apalagi NASTRAP yang secara langsung belum pernah saya lihat barangnya dengan berani coba saya tuliskan dengan kaidah ilmiah yang mengikuti logika.

Mengikuti logika artinya setiap tulisan apapun bentuknya asalkan suatu tulisan yang bisa dipertanggung jawabkan isinya pastilah hanya  memiliki satu tema saja, kemudian berangkat dari suatu fenomena yang dicarikan jawabannya kedalam sebuah permasalahan dan diterjemahkan ulang menjadi persoalan persoalan dst…. dst .

saya pribadi dengan penjelasan sekelumit dan setipis kulit ari ini tentulah pembaca akan kebingungan apa maksudnya, kembali saya sampaikan kita gunakan logika penulisan bahwa setiap tulisan pasti ada kepala , badan dan kaki sebagai analogi.

pernah ada yang menanyakan buat apa saya mau capek capek menulis dan menjawab semampu kemampuan saya di blog ini, jawaban yang saya berikan  waktu iyu adalah supaya saya bisa ADA, karena prinsipnya Saya Menulis Maka Saya Ada.

kepada rekan-rekan yang sedang mencari ide tulisan terutama untuk NKP SIP, STIK, Sespimma maupun Sespimmen silahkan kita bersama berbagi ide, dengan catatan tolong berikan umpan balik dan umpan tarik dari setiap komunikasi yang kita telah lakukan, terima kasih

 

 

 

OPTIMALISASI MANFAAT SITUS JEJARING SOSIAL DALAM MEWUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS OLEH SAT LANTAS POLRES KEBUMEN

OPTIMALISASI MANFAAT SITUS JEJARING SOSIAL DALAM MEWUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS OLEH SAT LANTAS POLRES KEBUMEN

I. Latar Belakang Masalah
Perilaku berlalu lintas suatu masyarakat dapat dikatakan mewakili tingkat penghargaan masyarakat terhadap norma dan lembaga Hukum, Keluhuran budi pekerti, pola komunikasi dan hubungan sosial dalam suatu masyarakat yang bersangkutan.
Perilaku berlalu lintas memberikan pengaruh terhadap tingkat Keamanan , keselamatan, Ketertiban dan kelancaran lalu lintas, ( KAMSELTIBCAR LANTAS) sebagai sebuah Konsep , Kamseltibcar lantas merupakan indikator terhadap 2 permasalahan pokok Lalu lintas yaitu Pelanggaran dan kecelakaan, Data yang dihinpum oleh PBB menunjukkan bahwa jumlah kerugian material maupun jiwa manusia akibat timbulnya suatu kecelakaan lalu lintas dalam setahun adalah melebihi jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat konflik besenjata.
Di beberapa negara ketika perilaku berlalu lintas menjadi perhatian dan masalah bersama antara Pemerintah dan masyarakat , maka tingkat pelanggran lalu lintas menjadi sedemikian rendah dan artinya jumlah kecelakaan lalu lintas juga menjadi sangat rendah,pemerintah dan masyarakat secara sinergi saling bekerja sama untuk mencegah segenap potensi yang memungkinkan adanya pelanggaran yang dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas terjadi, Sinergitas yang terjalin sedemikian erat disebabkan karena adanya pemahaman dikalangan masyarakat bahwa perilaku berlalu lintas memberikan pengaruh kepad jumlah pelanggran dan kecelakaan yang terjadi dalam suatu kurun waktu.
Masyarakat di suatu negara yang dikenal sedemikian tertib , patuh , sopan dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada sesama pengguna jalan adalah bukan suatu fenomena yang terjadi secara tiba tiba, dibutuhkan keterbukaan dan ketekunan dari stake holder masalah lalu lintas dan keselamatan di jalan untuk memberikan bimbingan , pengetahuan dan informasi secara kontinu kepada pemakai jalan.
Diseminasi informasi lalu lintas , pendidikan dan pelatihan safety driving dan pemberdayaan organisasi swadaya masyarakat terhadap upaya mewujudkan KAMSELTIBCAR LANTAS, termasuk mengembangkan organisasi nirlaba yang khusus memberikan perhatian kepad korban kecelakaandilakukan dengan berbagai cara secara langsung antara petugas dengan pengguna jalan, sosialisasi kepada calon pengemudi muda disekolah sekolah umu, kampanye keselamatan mengemudi serta dengan kehadiran petugas pada pertemuan asosiasi pencinta tertib berlalu lintas termasuk kelompok korban kecelakaan lalu lintas.
Salah satu media yang kerap digunakan untuk memberikan informasi, pendidikan, pengetahuan dan komunikasi antara penanggung jawab masalah kamseltibcar Lantas adalah dengan penggunaan situs jejaring Sosial di Internet.
Fenomena pemanfaatan jejaring sosial Internet sebagai corong dalam menyampaikan pesan Kamseltibcar lantas juga dilakukan oleh jajaran Sat lantas Polres Kebumen, tercatat bahwa untuk pertama kali Sat Lantas Polres kebumen mulai menggunakan media jejaring sosial “ facebook” pada tahun 2008 dengan membuat sebuah akun dengan nama “ fanpage Satlantas Polres kebumen” yang sampai saat ini telah memiliki anggota lebih dari 8765 anggota ( maret 2012)
Berangkat dari fenomena tersebut penulis ingin mengetahui mengapa pemanfaatan Situs jejaring Sosial seperti “ Facebook” ingin dioptimalkan oleh jajaran Sat lantas Polres Kebumen untuk mewujudkan Kamseltibcar lantas, adapun judul yang diangkat adalah “OPTIMALISASI MANFAAT SITUS JEJARING SOSIAL “FACEBOOK” DALAM MEWUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS OLEH SAT LANTAS POLRES KEBUMEN”.
II. Permasalahan Penelitian
Pemanfaatan situs jejaring sosial telah digunakan semenjak Tahun 2008, tepatnya pada masa kepemimpinan AKP. Denny Haryanto selaku kasat lantas, kemudian ketika Grand Strategy Polri dalam kaitan Reformasi Birokrasi Polri memasuki fase kedua yaitu Partnership / kemitraan, penggunaan jejaring sosial “facebook” semakin gencar , bahkan pada tahun 2009 selain facebook yang sudah ada Sat lantas Polres kebumen mulai menggunakan fasilitas Blog untuk lebih fokus menjalin komunikasi dengan masyarakat khususnya terkait pertanyaan masyarakat maupun informasi yang belum mampu diakomodasi oleh situs jejaring sosial “ Facebook “. Intensifikasi penggunaan media jejaring sosial facebook juga menular kepada jajaran lalulintas di beberapa Polres tetangga, Penelitian yang akan dilakukan ini adalah untuk mengangkat upaya upaya Sat lantas Polres Kebumen dalam mengoptimalkan peran Situs jejaring sosial “ facebook” memberikan informasi dan mendidik masyarakat kebumen mewujudkan Kamseltibcar lantas.
III. Pertanyaan Penelitian
a. Bagaimana pemanfaatan Jejaring sosial oleh Sat lantas Polres Kebumen selama ini ?
b. Strategi pemanfaatan seperti apa yang sebaiknya diterapkan dalam jejaring sosial oleh Satlantas Polres Kebumen untuk mewujudkan kamseltibcar Lantas ?
IV. Hipotesa
Pemanfaatan situs jejaring sosial oleh Satlantas Polers Kebumen yang berjalan selama ini belum optimal, khususnya dalam memberikan informasi terkait SP2HP laka Lantas, Mekanisme Tilang, Pembuatan dan Perpanjangan SIM, Informasi keselamatan mengemudi, dan Dinamika lalu Lintas di wilayah Hukum Polres Kebumen, dimana kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor Lingkungan dan Instrumental yang melingkupi dinamika organisasi Satlantas Polres Kebumen.

V. Tujuan dan Manfaat Penelitian
a. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengoptimalkan manfaat jejaring sosial oleh Satlantas Polres Kebumen dalam mewujudkan Kamseltibcar Lantas.
b. Manfaat teoritis dari penelitian tersebut adalah untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan terutama ilmu kepolisian berdasarkan hasil penelitian serta memberikan sumbangan konseptual dan pemikiran tentang pemanfaatan Situs Jejaring Sosial dalam mewujudkan Kamseltibcar lantas oleh Satlantas polres Kebumen.
c. Manfaat Praktis adalah untuk memberikan rekomendasi dan kontribusi pemikiran untuk menyempurnakan kebijakan yang tepat kepada instansi Polri di tempat lain dalam mengoptimalkan manfaat Situs jejaring Sosial seperti yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres kebumen, sehingga reformasi Birokrasi Polri yang mensyaratkan adanya transparansi dan akuntabilitas dapat diwujudkan.

VI. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan melalui analisis terhadap gejala-gejala sosial dan budaya masyarakat yang bersangkutan untuk memperoleh gambaran mengenai pola-pola yang berlaku umum dianalisis dengan menggunakan teori-teori yang obyektif (Suparlan, 1994: 6).
Dengan pendekatan kualitatif ini diharapkan penulis dapat memberikan gambaran terhadap pemanfaatn Situs jejaring sosial oleh Satlantas Polres Kebumen Selain itu, pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Dalam penelitian kualitatif, kita tidak memulai dengan sebuah teori untuk menguji atau membuktikan. Sebaliknya, sesuai dengan model induktif pemikiran, sebuah teori dapat muncul selama pengumpulan data dan tahap-tahap analisis penelitian atau akan digunakan dalam proses penelitian sebagai dasar perbandingan dengan teori lain (Creswell, 2002:6). Tentang pendekatan kualitatif Parsudi Suparlan mengemukakan bahwa :
Sasaran kajiannya adalah pola-pola yang berlaku yang merupakan prinsip-prinsip yang secara umum dan mendasar berlaku dan menyolok berdasarkan atas perwujudan dari gejala-gejala yang ada dalam kehidupan manusia. Pendekatan kualitatif memusatkan perhatiannya pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia atau pola-polanya (Suparlan, 1997: 6).
Dalam penelitian kualitatif yang dilakukan ini, digunakan metode penelitian deskriptif, yaitu suatu metode penelitian dengan cara mengemukakan gambaran tentang masalah yang diteliti berupa aktifitas pemanfaatan Situs jejaring Sosial oleh Satlantas Polres Kebumen guna mewujudkan Kamseltibcar lantas sesuai dengan fakta-fakta yang terkumpul, kemudian dianalisis secara ilmiah untuk mengambil suatu kesimpulan.

VII. Sumber Data, Pengumpulan Data, dan Analisa Data
Sumber informasi dalam penelitian ini, diperoleh dari hasil penelitian lapangan secara langsung dan melakukan pengamatan langsung dan wawancara mendalam dengan informan. Sedangkan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan mempelajari buku-buku/literatur, referensi, majalah, dokumen, artikel, internet dan tulisan para sarjana yang berhubungan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini yang di jadikan informan adalah :
a. Kapolres Kebumen
b. Kabag Ops Polres Kebumen
c. Kesat lantas Polres kebumen
d. Jajaran Perwira bidang operasional dan Pembinaan Polres kebumen
e. Ka. Unit Regident, Laka lantas, Dikyasa, Patroli, dan Pembinaan operasi
f. Ba. Urusan SIM, STNK, BPKB dan cek fisik Sat lantas Polres
g. Personil Sat lantas Polres kebumen
h. Pemohon SIM, Pembayar pajak, Korban dan Tersangka laka lantas
i. Masyarakat ( Pendidikan, Profesi Awak kendaraan, klub Otomotif)
Dalam penelitian ini penulis menggunakan tehnik pengumpulan data berupa pengamatan (Observation), wawancara (Interview), dan penelitian Dokumen (Document Research). Adapaun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif melalui reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.

VIII. Kepustakaan
Kepustakaan Penelitian
Kepustakaan Teori dan Konseptual
a. STOP-SIT (Segmentasi,Targeting,Objective,Positioning,Sequence Of Tools, Itegration,Tools)
Menurut Ilham Prisgunanto (Prisgunanto:2006)pisau analisa data kualitatif cenderung menggunakan Paradigma Konstruktivistik, sehingga kelebihan dalam analisa menggunakan teori STOP-SIT lebih banyak digunakan dalam mengukur strategi dan taktik dari marketing public realtions yang ada, hal ini dimungkinkan karena adanya kedudukan Positioning perusahaan dalam analisis ini walaupun bukan patokan, tetapi keputusan inilah yang membuat analisis ini lebih dipilih oleh kalangan Public realtions.
Hasil analisis dapat dilakukan secara dua tahap, yakni analisis dokumen perusahaan dan wawancara, namun analisis yang memiliki paradigma Konstruktivistik ( mengikuti pola berfikir dan tingkah laku manusia atau obyek penelitian) yang akan menjadidata primer adalah analisis wawancara ( depth interview).
Analisis menggunakan beberapa narasumber yang dianggap kredibel dan kompeten terhadap temuan –temuan strategi dan taktik marketing yang dilakukan perusahaan, biasanya yang menjadi narasumber adalah executive director ( board of direector), General managers, managers of public relations dan marketing manager.
b. TUNED IN STRATEGY.
Adalah 6 langkah sederhana untuk menciptakan produk atau jasa terobosan yang dibeli orang dengan senang hati karena mampu menyelesaikan persoalan mereka, Craig Stull, Phill Myers dan david meerman Scott memberikan penjelan tentang strategy “ Tuned In “ ini kedalam langkah –langkah yang terdiri dari :
a. Temukan persolan yang tak terpecahkan- bagaiman kita mengethaui pasar dan produk sasaran kita.
b. Pahami personality Pembeli.
c. Ukurlah Dampaknya.
d. Ciptakan pengalaman terobosan.
e. Artikulasikan gagasan hebat.
f. Bangunlah Koneksi yang autentik.
c. FIXING THE BROKEN WINDOW
Fixing The broken Window atau memperbaiki jendela rusak adalah suatu imajinasi dari Kelly untuk menjelaskan bagaimana suatu lingkungan bisa memburuk menjadi tidak bahkan menjadi suatukejahatan, apabila tidak seorangpun menaruh perhatian dan terpercaya menangani pemeliharaanya. Kalau jendela suatu kantor rusak, lepas dari pengamatan, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada seorangpun yang mengurusi atau bertugas disana. Dengan begitu, orang lewat dapat iseng melemoarkan batu iseng melemparkan batu dan merusak jendela yang lain. Dan segera semua jendela akan rusak , dan kemudian orang lewat itu berpikir, bahwa tidak hanya tidak ada orang yang menjaga bangunan; tetapi juga tidak ada orang yang menjaga jalanan disana. Ketidak tertiban kecil yang dibiarkan, akan menjadi besar dan semakin besar sampai menjadi kejahatan (Kelling dan Coles, 1996).

zebra melek warehousing data

PENYUSUNAN POLA PENGAMANAN OPERASI KETUPAT CANDI 2011

 DI POLRES KEBUMEN MELALUI PENDEKATAN  MANFAAT DSS

dfggdssgd 

 

PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri merupakan salah satu agenda terpenting dalam kalender kamtibmas karena pada waktu-waktu tersebut dinamika kegiatan masyarakat menuntut peningkatan upaya-upaya pengamanan guna menjamin ketersediaan bahan pokok, menjamin kondisi yang tertib, teratur dan lancar serta situasi yang kondusif agar proses-proses dalam masyarakat tidak berdampak negatif pada ekonomi, sosial dan keamanan, yang dapat bermuara pada ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Berkaitan dengan agenda mudik lebaran yang telah menjadi tradisi masyarakat kita, berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dari tahun ketahun memberi tiga petunjuk yang sangat mendasar dan menentukan keberhasilan kita dalam pelaksanaan tugas, yaitu :

Pertama, bahwa perencanaan pengamanan dan perencanaan pelayanan kebutuhan masyarakat, tidak dapat dipisahkan secara parsial melainkan harus merupakan satu kesatuan strategi yang fungsional, utuh terpadu dan koordinatif untuk mengantisipasi kepentingan masyarakat.

Kedua, bahwa sistem lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam memadukan  moda transportasi darat, laut dan udara dengan menghubungkan dan mendinamisasikan antar terminal, bandara, pelabuhan laut dan stasiun kereta api, atau simpul-simpul lainnya sesuai dengan dinamika masyarakat.

Ketiga, penyeberangan armada angkutan kebutuhan pokok  yang tersendat pada pelabuhan fery akan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi rakyat karena harga bahan pokok akan meningkat. Selain itu, antrian panjang kendaraan pada ruas jalan akan menghambat arus kendaraan lainnya dan lebih daripada itu dapat menimbulkan tindak pidana berupa pemerasan, pungutan liar dan sebagainya.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya ingin meningkatkan kembali berkenaan dengan kondisi lalu lintas dan angkutan jalan pada saat arus mudik dan arus balik lebaran, pada tahun-tahun yang lalu pengalaman empirik yang senantiasa dapat kita jadikan sandaran sebagai faktor-faktor yang dominan penyebab kemacetan berkepanjangan, kesemerawutan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas adalah :

       pertama, peran sistem jaringan jalan yang tidak fungsional lagi karena ketidak seimbangan intensitas kendaraan dengan kapasitas jalan. Densitas (kepadatan) kendaraan yang bergerak kearah konsentrasi mudik dan karakteristik prasarana jalan menjadi penyebab tersendatnya arus lalu lintas.

kedua, lalu lintas campuran (mix traffic) antara kendaraan bermotor dengan kendaraan tidak bermotor atau kendaraan tradisional dan pejalan kaki pada jalur utama arus mudik, ruang milik jalan yang digunakan sebagai tempat berjualan dan parkir, naik turun penumpang angkutan umum yang tidak di terminal, pasar tumpah dan sebagainya yang berdampak pada kesemerawutan dan timbulnya rebutan penumpang diantara pengemudi angkutan tradisional.

       ketiga, keterbatasan pelayanan SPBU  yang mengakibatkan antrian kendaraan, dan tidak tersedianya spbu pada jalur-jalur alternatif, menimbulkan menjamurnya penjual BBM eceran pada bahu-bahu jalan.

keempat,  merupakan hal yang sangat mendasar adalah pengoperasian armada / kendaraan angkutan massal dalam kota (bus kota) untuk mengangkut penumpang mudik dengan kondisi laik jalan yang rendah dan pengemudi yang tidak mengenal / tidak menguasai medan yang akan ditempuh, sangat rawan serta dapat menimbulkan kecelakaan dengan korban massal.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diatas, adalah sangat penting untuk merumuskan taktik operasi pengamanan dan pelayanan yang efektif dan  Efisien dalam mengantisipasi arus mudik dan balik lebaran. Dalam hal ini tidak dapat kita pungkiri bahwa salah satu kekurangan Polri selama pelaksanaan pengamanan arus mudik lebaran adalah lemahnya analisis memprediksi situasi lalu lintas pada jalur-jalur atau jurusan yang kerap kita anjurkan sebagai jalur pilihan masyarakat pemudik yang kita sebut sebagai jalur alternatif. Akibatnya adalah ketidaksiapan perencanaan pelayanan pada jalur tersebut.

sdfdsa

Kondisi geografis  Kebumen yang merupakan bagian dari gelaran jalur utama transportasi darat  di wilayah selatan pulau  Jawa memiliki  kekhasan tersendiri  antara lain bahwa : Kebumen  merupakan  daerah titik lelah  dan mengantuk pengemudi  kendaraan  yang melintas dari arah Jakarta menuju Yogyakarta  maupun dari Surabaya menuju  Jakarta dan Bandung, ditambah kontur  jalan yang cenderung datar dan lurus , menggunakan Hotmix dan banyak yang belum dilengkapi sarana penerangan jalan, termasuk lintasan kereta api sebidang jalan raya yang berpalang maupun tidak berpalang pintu.

Polres Kebumen memiliki kewajiban   bersama sama pemangku kepentingan umum untuk merumuskan dan mencarikan solusi  yang berkaitan dengan mewujudkan KAMSELTIBCAR Lantas pada saat Mudik lebaran 2011 agar para pemudik yang melintas di Kebumen memperoleh jaminan Keamanan , Ketertiban, Kelancaran dan Keselamatan  berlalu lintas dengan moda transportasi  dan mobilisasi jasa , barang dan orang. Bahwa  kecenderungan opini  mengatakan  bahwa terjadinya Kecelakaan lalu lintas pada saat Operasi Ketupat Candi Digelar selama ini  adalah merupakan NASIB yang tidak dapat dielakkan, karena sesungguhnya berdasarkan database kecelakaan yang  ada,  terlihat suatu pola yang mengejala sebagai trend kecelakaan  yang memiliki arah dan kualitas yang dapat diprediksi

 

LATAR BELAKANG MASALAH

BAGAIMANA MEMANFAATKAN DSS DALAM  PENYUSUNAN POLA PENGAMANAN OPERASI KETUPAT CANDI 2011 DI WILAYAH HUKUM POLRES KEBUMEN, SEHINGGA  TERCIPTA KEAMANAN , KESELAMATAN,KETERTIBAN DAN KELANCARAN LAULINTAS.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud : Menjajaki penerapkan prinsip dasar DSS dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas Polri Khususnya Polres Kebumen dalam rangka Operasi ketupat Candi 2011

Tujuan : Polres Kebumen dapat memanfaatkan teknologi yang flexibel, adaptif dan mudah dioperasikan dalam mendukung pengambilan keputusan dalam Operasi ketupat Candi 2011

TINJAUAN PUSTAKA

Decision Support system atau sistem penunjang keputusan, secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi-terstruktur. Secara khusus, dss didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semiterstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.

Sebagai suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan dss bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat

Perintis DSS yaitu : Peter G. W. Keen, bekerja sama dengan Scoot Morton untuk mendefinisikan tiga tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus: Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur, Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya. Dan Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya. Tujuan-tujuan ini berhubungan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS – struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. DSS ini bisa berbentuk sistem manual maupun sistem terkomputerisasi. Namun dalam hal ini ditekankan pada sistem penunjang keputusan yang pelaksanaannya berbasis pada komputer.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENERAPAN DAN IMPLEMENTASI

 

Keterangan :

Gambar di atas menunjukkan konfigurasi Decision Support System yang dapat digunakan oleh Polres kebumen dalam OKC 2011. Secara garis besar DSS dibangun oleh tiga komponen besar : Database , Model Base dan Software System . Dalam DSS, data dikumpulkan ke dalam sebuah database dan diorganisasikan oleh database management software (DBMS), dan model penyampaian informasinya dikumpulkan ke dalam model base dan diorganisasikan oleh model base management software (MBMS). Keduanya diorganisasi oleh dialogue generation and management software (DGMS) yang bermanfaat sebagai interface antara user dan sistem.
Aplikasi  DSS yang digunakan  dalam Operasi Ketupat Candi 2011 , menggunakan kumpulan Data  yang diperoleh dari berbagai sumber , Internal, Ekseternal  maupun dari rumusan kebijakan  Pimpinan Polri yang dituangkan dalam  visi dan misi Polres Kebumen.

Data dalam data warehouse kemudian akan digunakan langsung oleh User sebagai report maupun diolah melalui Model Management. Data Management biasanya memanfaatkan Data Base Management System (DBMS) yang ada di pasaran seperti Oracle atau SQL Server.  Model Management melalui Model Base Management melakukan interaksi baik dengan User Interface untuk mendapatkan perintah maupun Data Management untuk mendapatkan data yang akan diolah.

Model Base Management akan menggunakan Model Base yang berisi model-model yang digunakan dalam DSS yang dengan bantuan perangkat lunak atau engine yang ada di dalam Modeling tools melakukan pengolahan data yang kemudian hasilnya ,dikembalikan lewat Model Base Management untuk dikirim ke User Interface.

Contoh model yang disimpan dalam Model Base ini adalah model simulasi, model what-if berupa : model pengalihan arus lalin, Model penanganan Laka lantas, Model kontijensi situasi darurat maupun rusuh masa, dan lain-lainnya, dengan menggunakan perangkat “ Modeling Tool” yang  bisa berisi perangkat lunak yang menjalankan model yang ada di Model Base. Contohnya adalah Microsoft Excel dengan makronya, iDecide, maupun program yang dibuat sendiri untuk merealisasikan suatu model

User Interface digunakan untuk berinteraksi antara user dengan DSS, baik untuk memasukkan informasi ke sistem maupun menampilkan informasi ke user. Karena begitu pentingnya komponen user interface bagi suatu sistem DSS, maka Polrs Kebumen  harus bisa merancang suatu user interface yang bisa mudah dipelajari dan digunakan user, dan laporan yang bisa secara mudah dimengerti oleh jajaran.
Alur berfikir yang digunakan adalah bagaimana user ( kapolres ) dalam hal  membuat keputusan yang berkaitan dengan penyelenggaraan OPS Ketupat Candi 2011 dapat memperoleh masukan masukan positif yang mendekati  kondisi  dilapangan yang akan dihadapi.Aplikasi DSS yang diterapkan  ini   secara ideal akan meberikan gambaran dan perkiraan tantangan yang dihadapi dalam OKC 2011 meliputi :

Jumlah kepadatan arus  menjelang dan sesudah hari  H  lebaran yang akan melintas di wilayah Kebumen , dapat dilihat dari tabel tabel berikut yang menampilkan   perkembangan jumlah arus dan kepadatan  kendaraan  yang melintas di Jalur Pantura dan Pansel Jawa Tengah, dimana  wilayah hukum Polres kebumen merupakan bagian didalamnnya.

Dengan mengetahui perkiraan Kepadatan arus lalin yang akan melintas  pada hari H-7 sampai H+7 lebaran 2011 untuk kemudian dipadukan dengan Jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di tahun  2008, 2009 dan 2010 akan dapat diketahui bahwa  terdapat pola yang  sama terhadap  angka kecelakaan dengan kepadatan arus lalin yang melintas secara fluktuatif pada rentang kurun waktu OKC mulai tahun 2008, 2009 sampai 2010.

Data yang terkumpul  dari  eksternal terutama berkaitan langsung dengan penyelenggaraan OKC 2011 adalah  data  sarana prasarana jalan yang meliputi : kualitas dan kelas jalan, jumlah rambu dan marka jalan, sarana  angkutan , terminal, hambatan samping ruas jalan,  cekikan arus lalin, kebijakan pembatasan  Truk angkutan barang memiliki keterkaitan dengan  kesiapan polri untuk melibatkan personil , membangun Pos Pengamanan dan Simpatik lebaran , rencana pengalihan arus termasuk penempatan   titik layanan masyarakat.

DSS merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu Kapolres selaku user  dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science.
Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum).

Sumber data pembanding yang digunakan:

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan :

Cara memanfaatkan DSS oleh User ( Kapolres kebumen )  dalam  menyusun pola pengamanan Operasi Ketupat Candi 2011 di wilayah hukum Polres Kebumen, untuk mewujudkan  keamanan , keselamatan,ketertiban dan kelancaran laulintas adalah dengan mempersiapkan  langkah –langkah antisipasi  tindakan atas lonjakan  arus lalin, frekuensi kegiatan masyarakat, potensi ganguan kamtibmas maupun menyusun rencana kontijensi sewaktu waktu terjadi perubahan yang mendadak saat Operasi ketupat Candi 20011 berlangsung .Kemanfaatan  DSS dalam menyusun  Pola Pengamanan dalam OKC 2011 akan  optimal bila Data Management, Model Management, dan User Interface  dalam  DSS Ops Ketupat Candi 2011 dapat dikelola dengan baik, update dan realistis.

Rekomendasi:

  1. DSS memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya sehingga DSS perlu dikembangkan dan dijadikan  kemampuan  yang wajib dimiliki calon calon pengambil keputusan agar dapat kelak  dapat membantu mengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur seperti pola pengamanan dalam Operasi  Ketupat Candi maupun operasi Kepolisian lainnya.
  2. Perlu pengembangan perangkat DSS yang user friendly agar  dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan, Walaupun suatu DSS, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan

 

 

DAFTAR PUSTAKA:

BUKU :

  1. Decision Support Systems and Intelligent Systems;Efraim Turban & Jay E. Aronson,6th edition, Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ, 2001
  2. Komputerisasi Pengambilan Keputusan, 1th edition, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001
  3. Suryadi HS, Sistem Penunjang Keputusan, Gunadarma, Jakarta, 1994

Artikel Internet :

  1. http://www.arinilarasati.info/berita-103-manfaat-data-mining.html
  2. http://ifan89.blogspot.com/2010/10/konsep-pengertian-manfaat-dan-tujuan.html
  3. http://nono.web.id/software-dss-untuk-umkm.html
  4. http://fairuzelsaid.wordpress.com/2009/12/07/data-mining-jawaban-soal-uts-data-mining/
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Decision_support_system