Telepon Tipu-tipu

Seringkali kita mendengar keluhan maupun laporan dari msyarakat terkait penipuan via telepon, modus bermacam macam , bisa dengan mengaku sebagai polisi , dokter, BNN dan lain sebagainya, umumnya dilakukan dengan meminta sejumlah uang tebusan karena salah seorang keluarga , anak ataupun pasangan mengalami kecelakaan sehingga butuh dana operasi atau terlibat kejahatan narkoba , perkelahian maupun kejahatan lainnya , dengan iming iming akan membebaskan si keluarga tadi dengan jeratan hukum , pelaku penipuan via telpon dengan gagah mengatakan : saya Kompol A dari polsek atau polres X .

Gambaran dari beberapa kasus penipuan via telepon secara umum adalah sebagai berikut :
1. Modus ada keluarga yang terlibat Kecelakaan lalu Lintas, biasanya pelaku penipuan akan menelepon korban dengan mengatakan bahwa si keluarga korban sedang berada di Rumah sakit akibat menjadi korban tabrak lari ,sehingga membutuhkan penanganan segera untuk operasi maupun transfusi darah, untuk lebih meyakinkan , Pelaku akan menyamar sebagai anggota Polantas , lengkap dengan menyebutkan pangkat dan kesatuan , untuk kemudian menghubungi salah seoran keluarga mengabarkan kecelakaan yang terjadi , bisa jadi agar lebih mantap, pelaku menyebutkan atau mengirim sms nomor telepon tertentu yang diklaim sebagai nomor telepon dokter yang merawat, permintaan umumnya adalah mengirim sejumlah uang kepada rekening tertentu untuk si korban agar proses pertolongan dan operasi atau pembelian darah dapat segera dilakukan.
2. Variasi modus kecelakaan juga bisa terjadi dengan cara pelaku menelpon korban , dengan mengaku sebagai anggota Polantas , bahwa salah seorang keluarga kita sedang beurusan di Kantor Polisi akibat telah menabrak orang , sehingga untuk mendamaikan kasus tersebut adalah kita diminta mengirim sejumlah uang ke salah satu rekening untuk kemudian uang itu akan digunakan untuk mengobati atau emngganti kerugian, tidak lupa pelaku akan menambahkan backing vokal berupa suara sirine dan tangisan yang seolah olah benar adanya kecelakaan.
3. Modus penipuan via telepon lain yang cukup lihai adalah dengan mengaku sebagai kawan lama , dengan berpura pura mengingatkan bahwa saya si ANU atau si ANU temannya si B atau juga saya temanmu di kepolisian , dengan harapan kita akan menyebutkan suatu nama , setelah kita menyebutkan suatu nama nantinya akan diakui sebagai identitas pelaku , model penipuan juga relatif sama , mulai menawarkan pembelian barang elektrinik khususnya Gadget, dengan harga sangat miring kemudian kemudahan bahwa barang tersebut masih segel, bergaransi dan terjamin dari instansi -instansi ( bea cukai, polri, pelabuhan sampai kejaksaan )

Model penipuan via telpon ini marak terjadi akibat belum adanya aturan yang mengharuskan , diikuti sanksi tegas terhadap penggunaan nomor telepon pra bayar, dengan harga sangat murah setiap saat kita dapat mengganti nomor telepon sesuka kita , urusan registrasi lewat layanan customer service adalah sangat mudah diakali, sama mudahnya seperti membeli nomor kartu perdana.

pelaku penipuan via telpon pun tidak sendiri, bahkan dalam beberapa penangkapan ditemukan jaringan yang cukup besar dan antar pulau, ada yang bertindak sebagai kordinator, sebagai penelpon, penampung ahsil kejahatan / penyedia puluhan rekening aspal , pembuat KTP, SIM ,KK , Kartu nam Palsu serta adanya team pemburu yang ditugaskan mengumpulkan data dan identitas calon korban bahkan di lain pulau yang saling terkoneksi juga lewat telepon.
Aksi tipu tipu lewat telepon juga dilakukan pada saat saat lengah dari si calon korban , bisa jadi pada pukul 03.00 dinihari ketika mata mengatuk , kita terbangun dan ditelepon bahwa ada kecelakaan atau musibah terhadap keluarga kita , masih mengatuk dengan mudah kita mengirimlkan sejumlah uang via telepon banking.

Menunggu berlakunya e KTP juga tidak menyelesaikan masalah , siapa yang bisa menjamin bahwa fisik e KTP sekalipun tidak dapat dipalsukan , kecanggihan peralatan cetak saat ini membuat e KTP, SIM , Kartu keluarga dan berbagai dokumen lainnya dengan sangat mudah dipalsukan untuk kemudian dijadikan dasar pembuatan rekening Aspal ( Asli tapi Palsu ), Pihak Bank juga tidak mampu memverifikasi data KTP dan KK dengan dokument identitas lain seperti ijasah misalnya atau SIM , cukup KTP selembar dan atau SIM sudah cukup membuat rekening penampung hasil kejahatan yang berumur hanya hitungan Jam , Dana dari korban penipuan masuk , seketika ditarik via ATM dan seketika rekening kosong melompong diganti dengan membuat rekening baru .

Sebenarnya darimana mereka para pelaku penipuan memperoleh nomor telepon bahkan identitas pribadi kita :

1. secara untung untungan saja , dengan menekan nomor Hp secara acak , pelaku lalu melancarkan aksinya ,ibarat menebar jala , kalau dapat ikan yang nyangkut atau tidak tinggal tunggu waktu dan keliahaian saja.
2. memanfaatkan nomor telepon pribadi kita , pernahkah kita fikirkan bila kita membeli pulsa isi ulang dengan sistem elektrik , kita akan diminta menuliskan nomor telepon kita ke selembar kertas atau buku, sampai saat ini belum ada yang bisa menjamin bahwa nomor HP yang kita berikan untuk diisi ulang secara elektronik , tidak jatuh ketangan kelompok penjahat, lebih parahnya bilamana saat pencatatan nomor Hp diikuti dengan menuliskan nama kita atau jaringan pelaku yang menggurita justru ememasang perangkap seolah olah memberikan layanan pulsa elektrik namun aslinya adalah ingin mengumpulkan data SIAPA , DIMANA,APA dari diri kita.
3. Kita juga patut waspada terhadap tawaran kartu Kredit, Kredit tanpa anggunan dan formulir data yang disebar kolektor , biasanya tawaran kartu kredit suatu Bank , banyak bertaburan mulai dari bandara, Hotel , terminal dll, KTP yang kita yang difotokopi, contoh tanda tangan , nomor telepon yang kita berikan, sama seperti diatas tidak menjamin siapa yang bisa menjaga kerahasiaan dan keamananya.
4. Tempat-temapat seperti bengkel, salon , rumah makan, hotel pun emiliki potensi peluang bocornya informasi kita , suatu kasus menaraik adalah ketika seseorang kawan yang memasukkan kendaraannya ke sebuah bengkel, nah di bengkel tersebut ternyata ada tawaran asuransi kecelakaan buat kendaraan , pada akhirnya kaawan tadi menyerahkan STNK untuk difotokopi, Alamat Rumah berikut Nomor telepon rumah dan fotokopi KTP pemiliklengkap dengan nomor HP pribadinya , singkat kata , kawan tadi menerima telepon ( No HP ) yang mengaku dari Kepolisian dan Densus 88 Anti teror , menyampaikan bahwa : sedang ada pengejaran pelaku teror, si kawan tadi diminta mematikan telepon selama 3 jam karena nomor kawan tadi katanya tersangkut dalam HP pelaku teror, akibat ketakutan terlibat dan disangkut pautkan , kawan tadi dengan polos mematikan HP pribadinya , saat itulah Pelaku menelepon keluarga korban lewat nomor telepon rumah ( didapat dari formulir Asuransi kendaraan yang pernah diisi saat ke bengkel ) dikabarkan kepada pihak keluarga kawan tadi bahwa dirinya mengalami kecelakaan dan dokter menunggu sekarang juga dana untuk operasi dan pembelian darah, upaya keluarga untuk menghubungi kawan tadi pun terhambat alias tidak bisa dihubungi , akibatnya tidak erlu mengunggu lama , 10 juta melayang via transfer ke dua rekening bank yang berbeda .

Apa yang bisa dilakukan untuk melawan dan mencegah:
1. jangan pernah memberikan identitas anda , pastikan nomor telepon yang anda harus berikan khususnya untuk mengisi dokument adalah nomor umum bukan nomor khusus kawan kawan dekat, maksudnya apabila ada yang mengaku sebagai kawan dekat tentunya tidak akan menghubungi nomor untuk dokument tadi.
2. pastikan melakukan cross check terhadap informasi yang diberikan penelepon : ke Rumah Sakit , Kantor Polisi ya ng disebutkan maupun ke kawan terdekat dari korban , barulah menghubungi korban.
3. Bila telah melakukan transfer sejumlah uang , dan anda yankin itu suatu penipuan segera hubungi BANK terlebih dahulu untuk meminta pembekuan atau blokir rekening penerima , kemudian segera membuat laporan polisi sebagai dasar untuk melakukan pengejaran, memang tidak menjamin bahwa uang yang telah dikirim akan kembali , yang ada ketika uang terkirim , pelaku dengan cepat memindahkan atau menarik uang tersebut lewat ATM itulah sebabnya mengapa pelaku penipuan via telpon memiliki banyak sekali rekening bank yang aspal.
3. Pihak Kepolisian tidak bisa serta merta mengungkap kasus penipuan via telpon ini, selain terhambat mekanisme rahasia Bank yang membutuhkan ijin Gubernur BI dan permintaan kapolri ( kapolda) adalah pelaku yang dengan cepat emnguras dan memindahkan uang hasil penipuan, namun setiap alporan yang masuk ek pihak kepolisian akan didatakan untuk dibuat pola serangan , korban , dan bank yang digunakan, sehingga terkumpul suatu database yang cukup untuk beraksi memberangus pelaku , tinggal amsalah timing dan tersedianya alat-alat bukti yang memadai.

Memahami “ Korban “ Kecelakaan Lalu Lintas Untuk Menggapai Kamseltibcar Lantas

Memahami “ Korban “ Kecelakaan Lalu Lintas Untuk Menggapai Kamseltibcar Lantas

kata-pakdhe

img00025-20091002-1020

img00025-20100114-1103

img00017-20100106-0718

Riset tentang kecelakaan lalu lintas dan cara pencegahannya terus berkembang. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan. Tanpa adanya upaya-upaya pengamanan yang baru, semua pengguna jalan sangat mungkin terkena risiko kecelakaan seiring dengan meningkatnya lalu lintas kendaraan. Upaya-upaya keselamatan baru itu terutama dilakukan karena makin banyaknya jenis kendaraan bermotor, kebutuhan perjalanan dengan kecepatan tinggi, dan perlunya pembagian pemakai jalan baik untuk pejalan kaki, pengendara sepeda motor, dan juga kendaraan lainnya.
Di banyak negara maju, kebijakan transportasi nasional merupakan gabungan antara kombinasi transportasi umum dan memperbaiki fasilitas bagi pejalan kaki dan rute bersepeda. Sejumlah upaya dilakukan, antara lain, dengan cara membuat skenario meminimkan kemungkinan terkena risiko kecelakaan lalu lintas jalan, perencanaan dan desain jalan untuk keamanan, audit keamanan, melindungi pejalan kaki dan pengguna sepeda, dan desain kendaraan yang makin “pintar” sehingga mampu mengurangi kecelakaan.

2000 ALI MACHFUD.jpegMetro Lulut HARDIYANI.JPEGRico Setyadi Kebumen.jpegSOSIALISASI UU No.22 TH 2009

prensetasi tehnik ranmor 2
20130130-211217.jpg

20130130-211312.jpg

Manusia biasa.......laka-di-kr-anyar

KBM RIko

img00011-20100101-01221

foto0092

foto0051

foto012

dssdfsfsf2

dsfsdfsdfs

asdadd

155809_457614336722_138588646722_6181785_2260741_n

25755_1395985583595_1350887380_1069926_693353_n2

26967_1166709348514_1851350611_307738_3524814_n1

Melayani masyarakat sebagai pengabdian utama zebra Bhayangkara, dibenci sekaligus dirindukan.

20567_101126746586955_100000688910786_32566_2600419_n2

13937_183553336722_138588646722_3517259_8081526_n2

20053_291872851722_138588646722_4012719_1719207_n2

20553_234621501722_138588646722_3789577_6802554_n3

If you have problem, you can call me....aaaaiiikkkk tos pok neh, trs salto pok neh.....=))

Bang puTu Semakin bangga Jadi Pelopor

Bejo

Kangen linuran ke bali

Ngepam

POLANTAS BELAWAN

pjr

pjr1

pjr2

pjr3

ghebhaqh

Sinergitas antara Pemerintah dan masyarakat Indonesia diperlukan untuk menerapkan peraturan keamanan jalan dan berkendaraan dengan aman di jalan, Penerapan aturan batas kecepatan, batasan konsumsi alkohol bagi pengendara, mengenalkan resiko akibat kelelahan bagi pengemudi, kampanye penggunaan sabuk keselamatan, dan penggunaan helm Standar, sementara pengelola fasilitas kesehatan perlu memperbaiki penanganan korban kecelakaan sebelum sampai ke rumah sakit dengan meningkatkan pengetahuan soal penanganan kecelakaan di lokasi kejadian, akses ke unit gawat darurat, perawatan oleh unit gawat darurat, dan juga perbaikan penanganan di rumah sakit.
Kajian terkait masalah lalu lintas jalan sebagai bagian dari kebijakan Transportasi Nasional ada tidak terlepas dari adanya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sebagian berpedapat bahwa kecelakaan merupakan suatu nasib yang tidak dapat dihindarkan, namun sebagian masyarakat lebih kritis dengan mencoba menjelasakan kecelakaan sebagai suatu fenomena empiris yang terjadi akibat suatu kelalaian dan pelanggaran yang dilakukan dan atau disebabkan oleh salah satu atau beberapa faktor –faktor penyebab kecelakaan lalu lintas seperti : Faktor Manusia , Kendaraan dan lingkungan ketika kecelakaan itu terjadi, Segitiga Kecelakaan lalu lintas memberikan kajian lebih mendalam dan ilmiah daripada sekedar menyalahkan nasib buruk atau peruntungan dan hoky.

20130130-211246.jpg

Irup 5 oktober

Jangan ambil mingguuan sy ndan, BRI masi menanti ...(1)

Jangan macem2 ya.. Aku tembak _kepalamu_....

Kritisi terhadap fenomena suatu kecelakaan lalu lintas merupakan suatu hal yang menarik , tidak hanya mempelajari tentang bagaimana kecelakaan lalu lintas dapat terjadi dilihat dari korelasi antara faktor kendaraaan, orang dan lingkungan , bagaimana proses penyidikan terhadap kecelakaan lalu lintas harus dilakukan dengan menggunakan kaidah kaidah Crime Scene Investigation, Bagaimana implementasi suatu kebijakan Lalu lintas dapat diterapkan oleh Stake Holder lalu lintas dan angkutan jalan nasional melakukan tugas dan tanggung jawabnya,namun juga melalui pendekatan Victimology, untuk melihat bagaimana konsep “ korban” dalam kecelakaan lalu lintas menurut kaca mata Polri serta mengetahui bagaimana pola tindakan Polri terhadap korban kecelakaan lalu lintas.
Sangat sedikit studi terhadap program rehabilitasi dan pemberdayaan korban laka lantas, ketika suatu kecelakaan terjadi umumnya yg menjadi fokus adalah. Bagaimana mencegah agar laka lantas tidak terulang kembali, mempertanyakan dalil hukum formil dan material untuk menjerat tersangka agar dapat dihukum setimpal atau justru sibuk salaing menyalahkan antara sesama stake holder lalu lintas dan angkutan jalan .
Victimologi sebagai sebuah ilmu yang mempelajari fenomena seseorang dapat menjadi ” korban ” dari suatu kejahatan dengan demikian viktimologi dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bahwa selama ini perhatian terhadap korban laka lantas sangat kurang, padahal dengan adanya perhatian atau setidaknya empati yang diberikan oleh pemerintah dan aparaturnya, apalagi masyarakat secara luas , akan diperoleh keuntungan:
1. Adanya kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan bagi korban , pelaku dan Masyarakat lainnya, pendekatan viktimologi akan memberikan pengetahuan dan wawasan kepada aparat CJS bahwa sebenarnya memberikan hukuman yang seberat- beratnya adalah bukan merupakan satu satunya keinginan korban, ketika hukum positif mencoba melindungi hak hak keadilan dari korban dengan memberikan ancaman hukuman kurungan badan ataupun kewajiban ganti rugi , maka korban sebagian mungkin setuju dengan konsep hukum positivistik dari CJS , namun bagi sebagian lainnya justru akan memilih solusi berupa penggantian kerugian atas kerusakaan kendaraan , penggantian biaya rumah sakit atau kompensasi atas biaya pengobatan dan pemulihan, atau setidaknya berupa penggantian atas kehilangan kesempatan kerja dan mencari nafkah.
2. Adalah upaya diseminasi informasi dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas , kampanye safety driving , membangun kesadaran tertib berlalu lintas akan lebih mengena apabila kampanye dan sosialisasi dilakukan oleh korban kecelakaan lalu lintas, secara psikologis masyarakat akan lebih bisa menerima suatu sosialisasi bila melihat langsung dampak yang ditimbulkan, pengalaman empiris , penderitaan korban laka lantas akan lebih berbicara dibanding dengan kampanye oleh pihak Kepolisian , ” ini lho contohnya!!! “Akibat ngebut dijalan kaki saya patah” .
Dalam tataran praktis penerapan pendekatan viktimologi untuk membangun empati terhadap korban guna mewujudkan Kamseltibcar lantas adalah dengan program yang berorientasi kepada kebutuhan korban, berawal dari pendapat Wolfgang (1967) tentang tipologi korban kejahatan, maka EA Fattah (1967) merumuskan Korban berdasarkan peran, tipologi berdasarkan peran korban terdiri dari : Korban tidak ikut berpartisipasi ; Korban berperan secara tidak langsung ;Korban sebagai provokator ;Korban terlibat dalam kejahatan ;Korban dianggap sebagai salah sasaran .
Polri beserta stake holder lain dapat menyusun program pelayan kepada korban kecelakaan lantas sesuai tipologi penyebab seseorang menjadi korban.
Program pelayanan kepada korban akan berbeda beda sesuai dengan kategori peran , masyarakat yang menjadi korban Tabrak lari sebagai akibat faktor jalan yang gelap, tikungan tanpa marka dan Rambu yang memadai, tentu memperoleh pola perlakuan yang berbeda dengan korban kecelakaan sebagai akibat ikut serta secara aktif terlibat dalam balap Motor liar.
Terobosan Inovatif yang perlu dilakukan Polri adalah dengan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan “ client “ dalam rambu hukum secara formil dan materiaal memenuhi unsur keadilan , kemanfaatan dan suatu kepastian hukum. Tuned In Strategy yang ditulis oleh Craig Sthull dkk. Tentang 6 ( enam) langkah sederhana menciptakan produk atau jasa terobosan yang dibeli orang dengan senang hati karena mampu menyelesaikan persoalan mereka.Terdapat rangkaian tindakan untuk memenangkan client, Polri sebagai penyedia “ jasa”keamanan dan ketertiban masyarakat ; mendengarkan , meresapai dan memahami personality dari client ( korban) “ bagaimana Korban kecelakaan seharusnya diperlakukan oleh Polisi, Pelaku, keluarga korban dan masyarakat ?”. Persoalan yang dihadapi dalam tipikal kecelakaan lantas adalah :
1. terdapat kerugian / cedera yang bisa saja dialami kedua pihak.
2. Kerugian berantai timbul justru setelah upaya hukum postip mulai digunakan untuk mewujudkan keadilan,sejumlah prosedur pemeriksaan dan klarifikasi dalam proses verbal harus diikuti.
3. Kerugian waktu dan biaya akibat proses birokrasi yang panjang.
4. Hukuman berupa kurungan badan tidak dapat menggantikan kerugian materi, kesehatan, waktu dan pendapatan yang telah hilang.
5. Saling berperkara di hadapan penegak hukum merupakan suatu aib dan dianggap memalukan bagi kedua pihak .
Beberapa rumusan yang dapat menjadi rujukan dan pengembangan lebih lanjut terkait upaya melayani korban kecelakaan lalu lintas secara lebih baik sekaligus untuk menyelesaikan masalah kecelakaan secara tuntas tanpa menimbulkan permasalahan dan menyinggung rasa keadilan adalah :
1. Polri sebagai mediator antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara kecelakaan lalu lintas yang sifatnya kerugian material, mempermudah informasi dan akses atas pelayanan hak korban berupa claim asuransi, Terhadap kecelakaan yang menimbulkan kerugian jiwa maupun cedera , ketika proses penyidikan berlangsung, korban maupun keluarga Korban diminta untuk menuliskan keinginan atas kerugian yang ditimbulkan , untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak tersangka untuk mencari jalan tengah.
2. Akses SP2HP ( Surat Pemberitahuan Perkembangan hasil penyidikan) diberikan kepada korban dan tersangka untuk dapat mengetahui perkembangan kasus laka lantas yang sedang ditangani. Akses informasi yang terbatas kerap menimbulkan kecemburuan dan kesalahan persepsi antara petugas penyidik dengan tersangka maupun korban, seperti pada urusan Pinjam pakai barang bukti , masa penahanan, permohonan penangguhan penahanan dan rencana sidang pengadilan.
3. Pelayanan one stop service antara : Polri, Jasa Raharja, Rumah Sakit,dan Pengacara, sehingga ketika kecelakaan terjadi dapat ditangani secara cepat dan bersamaan termasuk pilihan dari pihak berperkara untuk dilakukan secara normatif hukum ataukah melalui upaya ADR.Kesulitan yang kerap dihadapi adalah ketika korban tidak memahami bahwa setiap pemilik kendaraan bermotor sesungguhnya telah membayar polis Asuransi yang dapat digunakan untuk membantu meringankan penderitaan korban, jumlah besaran, proses klaim dan keterbukaan informasi menjadi prioritas pelayanan One Stop Service.
4. Program kunjungan Penyidik Laka lantas kepada Korban untuk mengabarkan perkembangan kasus yang ditangani sekaligus untuk mencari informasi atas kinerja yang telah dilakukan.Kunjungan kepada korban secara langsung oleh penyidik yang menangani kasus yang bersangkutan akan menggugah dan menghilangkan batasan komunikasi anatara masayarakat dan Kepolisian, sekat informasi yang selama ini ada sehingga sering mendiskreditkan Petugas Penyidik dapat direntas .Menitipkan pesan dan kampanye tertib berlalu lintas disela kunjungan dengan membawakan brosur, leaflet , poster dan buku bagaimana mencegah kecelakaan lalu lintas melalui budaya sopan, santun di Jalan serta mengemudi dan berkendara secara bertanggung jawab.
5. Diseminasi informasi terkait penanganan kecelakan lalu lintas , informasi korban, kronologi, analisa dan upaya antisipasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan situs jejaring sosial gratis yang mudah diakses secara luas oleh masyarakat dengan sarana HP yang paling murah sekalipun.beberapa situs jejaraing sosial yang gratis menawarkan berbagai kemudahan , selain berbiaya sangat rendah, mudah diupdate dan diikutioleh banyak masyarakat karena kemudahan kemudahan yang ditawarkan. Kampanye Kamseltibcar lantas maupun informasi yang diperlukan korban terkait kasus yg dialami dapat di akses dengan murah dan mudah.
pjr4

pjr5

pjr6

Pendapat masyarakat selama ini terkait bagaimana perlakuan dan perhatian terhadap Korban perlu dilakukan adalah tidak terlepas dari pandangan bahwa , ketika Pelaku / tersangka telah dihukum melalui suatu peradilan pidana maka persoalan dimata hukum adalah dianggap selesai, namun sebenarnya tidak demikian, seringkali yang dibutuhkan oleh korban ( Korban kecelakaan) adalah bukan suatu bentuk pemidaan kepada pelaku namun kepada kompensasi, ganti kerugian maupun sekedar permintan maaf yang dilakukan terhadap korban.pemahaman Victimology menjadikan peradaban manusia semakin tinggi derajatnya , ketika manusia tidak saja dengan mudah mengatakan “ itu salahmu sendiri “ menjadi “ apa yang isa saya lakukan untukmu”.