UNMISS DAN KONDISI REPUBLIK SUDAN SELATAN SAAT INI

UNMISS DAN KONDISI REPUBLIK SUDAN SELATAN SAAT INI

DSC00595

DSC00027

DSC00035
20141030_144004

20140923_091941

20141010_173115
UNMISS berdiri berdasarkan rekomendasi Sekretaris Jenderal melalui resolusi Dewan Keamanan nomer 1996 (2011) tertanggal 8 Juli 2011 yang  menetapkan berdirinya Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) untuk periode satu tahun, pertanggal 9 Juli 2011, dengan tujuan untuk memperbaharui  Mandat Misi PBB di Sudan (UNMIS) sebelumnya yang berakhir pada tanggal yang sama.

20150529_093458

Tujuan UNMISS adalah untuk mengkonsolidasikan perdamaian dan keamanan, dan membantu menciptakan  kondisi yang sesuai untuk  pembangunan di Republik Sudan Selatan, sekaligus untuk memperkuat kapasitas Pemerintah Sudan Selatan agar dapat memerintah secara efektif dan demokratis termasuk menjalin hubungan baik dengan tetangga-tetangganya.

4

images (9)

Napak tilas sejarah berdirinya republik Sudan Selatan dimulai dari adanya  Comprehensive Peace Agreement  tahun 2005 yang berlanjut dengan adanya referendum dan kemerdekaan Sudan Selatan itu sendiri. Pada  tanggal 9 Juli 2011, Sudan Selatan berhasil menjadi negara terbaru di dunia. Kelahiran Republik Sudan Selatan merupakan puncak dari proses perdamaian enam tahun yang dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Perdamaian Komprehensif (CPA) pada tanggal 9 Januari 2005 antara Pemerintah Sudan  ( Khortum ) dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM), guna mengakhiri lebih dari 20 tahun masa perang.

IMG_0662

Misi PBB di Sudan (UNMIS) mendukung pelaksanaan CPA selama periode interim yang dibentuk oleh Pemerintah Sudan dan SPLM ketika CPA ditandatangani, termasuk menyerukan referendum untuk menentukan status Sudan Selatan. Referendum diadakan pada bulan Januari 2011, hampir 98,83% pemilih memberikan  suara untuk kemerdekaan. Sekretaris Jenderal PBB menyambut pengumuman hasil akhir referendum dan menyatakan sebagai cerminan kehendak rakyat Sudan Selatan.

DSC00852

Setelah akhir periode peralihan kekuasaan dan dilanjutkan dengan kemerdekaan Sudan Selatan pada Juli 2011, Dewan Keamanan akhirnya membentuk misi baru, yakni Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) dengan mengadopsi resolusi Dewan Keamanan PBB nomer : 1996 (2011) tertanggal 8 Juli 2011 .

20150124_150957

Pada  tanggal 15 Desember 2013, kekerasan kembali pecah di Juba , ibukota Sudan Selatan dan dengan cepat menyebar ke lokasi lain di negara itu yang mengakibatkan krisis politik dan mengancam kondisi keamanan nasional, dampak konflik paling parah dirasakan didaerah  seperti : Central Equatoria, Jonglei, Lakes, Unity dan Upper Nile.

20141103_151043

Konflik juga berakibat adanya ketegangan hubungan antara Pemerintah dan UNMISS, terjadi peningkatan sentimen anti-PBB yang berasal dari salah persepsi tentang peran Misi selama krisis. Tuduhan yang tidak mendasar bagi UNMISS memihak salah satu pihak serta kecurigaan bahwa Misi PBB telah membantu dan bersekongkol dengan pasukan anti-pemerintah.

IMG-20141212-WA0028

Pernyataan publik yang bermusuhan justru dibuat oleh pejabat senior Pemerintah, akibatnya akses UNMISS untuk bergerak bebas akhirnya terhambat. Demonstrasi mengecam PBB terjadi beberapa kali di Ibukota termasuk di beberapa kota seperti Rumbek (Lakes State) dan Aweil (Bah el Ghazal North State).

DSC00032

Krisis senantiasa memiliki konsekuensi negatif terhadap hak asasi manusia di berbagai negara, terutama di daerah yang mengalami  konfrontasi militer besar seperti di ibukota nasional dan di Jonglei, Upper Nile danUnity States). UNMISS memperkirakan ribuan orang tewas selama pertempuran pada awal-awal masa krisis. Kedua pihak dalam konflik bertanggung jawab atas serangan etnis yang menargetkan warga sipil dimana kedua belah pihak, gagal mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia.

DSC00698

Dalam empat minggu pertama krisis, hampir 500.000 orang telah mengungsi di Sudan Selatan dan selebihnya sekitar 74.300 orang telah menyeberang ke negara tetangga.  Angka ini terus meningkat, total pada akhir Februari 2014 telah mencapai 900.000 orang, termasuk di antaranya 167.000 orang telah menyeberang ke negara tetangga. Jumlah warga sipil terdampak konflik  yang berkategori rawan pangan meningkat menjadi 1.100.000-3.200.000 orang, sekitar 500.000 pengungsi lainnya juga membutuhkan bantuan pangan, berarti bahwa krisis ini telah berdampak terhadap kelangsungan hidup 3,7 juta rakyat Sudan Selatan.

Ketika pertempuran meletus di Juba dan tersebar di seluruh wilayah Greater Upper Nile, puluhan ribu warga sipil melarikan diri dari daerah di mana sejumlah besar pembunuhan yang terjadi, termasuk untuk melarikan diri serangan yang ditargetkan terhadap komunitas tertentu, gelombang pengungsian  mengarah ke lokasi-lokasi  UNMISS  Compound di Juba, Bor , Akobo, Bentiu, Malakal dan Melut untuk mencari perlindungan.

UNMISS akhirnya membuka gerbang untuk pengungsi dan memerintahkan  para anggota Military Engineers untuk bekerja sama dengan Lembaga kemanusiaan, membangun fasilitas didalam kawasan UNMISS Compound untuk perlindungan warga sipil, Sejak itu, sebanyak 85.000 warga sipil telah mencari perlindungan di Delapan UNMISS Compound di seluruh negeri.

DSC00907

Gelombang warga sipil yang menjadikan Compound PBB sebagai kawasan perlindungan darurat seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Sudan Selatan, UNMISS berupaya untuk menjamin keamanan yang memadai dan perlindungan kepada mitra lembaga kemanusiaan agar dapat untuk memberikan bantuan yang layak kepada pengungsi.

20141110_183638

IMG_0552

DSC00015

Dalam rangka menguatkan kapasitas  UNMISS untuk mengatasi krisis, Dewan Keamanan melalui resolusi 2132 (2013) tertanggal 24 Desember yang disetujui lewat rekomendasi Sekretaris Jenderal memutuskan untuk segera meningkatkan  jumlah kekuatan Militer dan Polisi pada UNMISS.

20141029_082106

Kekuataan pasukan militer UNMISS dinaikkan menjadi 12.500 personil dan menjadikan komponen polisi menjadi 1.323 personel, termasuk didalamnya pasukan Formed Police Units, melalui pemindahan antar misi sementara dari beberapa Misi operasi pemeliharaan perdamaian PBB lainnya sekitar UNMISS melalui kerjasama antar-misi / Inter Mission Cooperation, kerjasama antar-misi memainkan peran penting dalam meningkatkan kapasitas suatu Misi untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi warga sipil dari bahaya lebih lanjut.

20141210_112559

Keinginan  Sekretaris Jenderal PBB melihat perkembangan terakhir di Sudan Selatan adalah  agar UNMISS untuk sementara harus memprioritaskan pada perlindungan warga sipil, hak asasi manusia yang berkontribusi terhadap penciptaan kondisi keamanan yang kondusif dalam rangka pengiriman bantuan kemanusiaan, seperti yang ditetapkan dalam wilayah kewenangannya, selain itu ketidakberpihakan Misi terhadap pihak-pihak bertikai akan berdampak positif selama konflik berlangsung.

Pada tanggal 27 Mei 2014, Dewan Keamanan PBB, dengan suara bulat mengadopsi resolusi 2155 (2014) yang memberikan amanat kepada UNMISS untuk : memberikan perlindungan warga sipil, monitoring hak asasi manusia dan dukungan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan, dan meningkatkan kekuatan pasukan Misi untuk 12.500 dan komponen polisi untuk sampai 1.323 personel.

IMG-20150628-WA0001

Berdasarkan resolusi  nomer 2155 (2014) inilah Mabes Polri kemudian merespon permintaan UNDPKO untuk mengirimkan 16 personel Polri yang  sebelumnya telah lulus UNSAT dan dinyatakan layak mengikuti penugasan selaku IPO pada misi UNMISS.

IMG_0608

Saat ini  telah diberlakukan Mandat  terbaru berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomer 2223 ( 2015) tertanggal 28 Mei tahun 2015 yang memberikan tugas kepada UNMISS untuk melakukan :  Protection of Civilian, Monitoring and investigating human rights, Creating the conditions conducive to the delivery of humanitarian assistance, dan Supporting the Implementation of the Cessation of Hostilities Agreement,  dimana fokus utama kegiatan Individual Police Offices (IPOs) sendiri adalah kepada Protection of Civilian  ( POC ) terutama di penampungan Internal Displaced People / IDP.

Protection of Civilian dilaksanakan untuk melindungi warga sipil di bawah ancaman kekerasan fisik, dengan perlindungan khusus bagi perempuan dan anak-anak, patroli aktif dengan perhatian khusus ditujukan pada warga sipil pengungsi, dalam pelaksaan Protection of Civilian, IPO bekerjasama dengan Formed Police Unit (FPU) yang kemudian disebut UN Police (UNPOL).

IMG-20150604-WA0001

Kondisi Kamtibmas di Republik Sudan Selatan saat ini ternyata tetap masih bergejolak, secara teoritis kawasan POC merupakan kawasan steril dari konflik senjata, tidak seorangpun diijinkan masuk apabila berstatus kombatan apalagi bersenjata, tujuannya adalah agar setiap IDP yang berada didalamnya akan terjamin keamanan dan keselamatan mereka selama konflik berlangsung, hal ini tidak lepas  dari sikap sempalan faksi yang bertikai di Sudan Selatan dipimpin para warlords yang memperoleh dukungan dari komunitas–komunitas suku, antara Suku Dinka melawan Suku Shilluk atau dengan Suku Nuer dan suku-lainnya.

Umumnya masalah pemicu adalah bentrok adalah : curi mencuri ternak sapi, rekruitmen tentara child soldier, melarikan perempuan, mabuk miras dan berkelahi, seperti yang terjadi pada tanggal 27 Juni 2015 pukul 18.00 EAT dilaporkan terjadi pertempuran antara pasukan pemerintah (SPLA) dengan pasukan oposisi (SPLA IO) yang berafiliasi dengan milisi Shiluk, di dua tempat berbeda yaitu di kota Malakal dan daerah sekitar area airport. Pertempuran yang terjadi berjarak sekitar 3 km dengan menggunakan berbagai jenis senjata ringan, berat, mortar hingga peluncur roket.

Pertempuran berlangsung hingga malam hari dan puncaknya pada pukul 22.00 EAT, pertempuran semakin sengit dan mendekat hingga jarak sekitar 200 m dari Alfa gate UN Compound di Malakal.

IMG_0578

Kontak tembak antar faksi didekat UN Compound Malakal yang berujung dengan jatuhnya kota Malakal ketangan SPLA IO tentunya menjadi pertimbangan sendiri bagi UNMISS, ditambah tanpa adanya jaminan kepatuhan antar faksi terhadap mandate UNMISS, maka UNMISS sempat mengeluarkan perintah evakuasi sekaligus relokasi  personil UNPOL dari Malakal menuju lokasi yang lebih kondusif.

20141029_082301

Selama hampir 2 minggu semenjak kota Malakal jatuh ketangan SPLA IO , tidak ada penerbangan milik sipil maupun PBB yang bisa melintas antara Malakal-Juba atau Malakal–Bentiu, trauma atas tertembaknya helicopter milik PBB beberapa waktu lalu oleh salah satu pihak yang bertikai.DSC01008

Data kekuatan komponen UNMISS per Juni 2015 adalah : kekuatan awal UNMISS yang disetujui negara Sudan Selatan meliputi hingga 7.000 personil militer, 900 personil polisi dan sejumlah Komponen sipil yang sesuai, kemudian sesuai dengan dengan perubahan mandate 2155 (2014) terdapat penambahan jumlah yang signifikan hingga 12.500 personil militer, 1323 personil polisi sipil (termasukFPU ) dan sejumlah Komponen sipil yang sesuai.

20141029_10483120141029_104659

Kekuatan personel UNMISS saat ini sesuai data tanggal (30 Juni 2015) dengan wewenang otorisasi sampai tanggal 30 November 2015 berdasarkan  Resolusi Dewan Keamanan PBB nomer 2223 (2015) tanggal 28 Mei 2015 adalah sebagai berikut :  terdapat 12.523 total personil berseragam: 11.350 komponen pasukan Militer; 179 perwira penghubung militer ; 994 Polisi (termasuk FPU), 769 personil sipil internasional, 1.204 staf sipil lokal  dan 409 Relawan PBB.

20150604_201219

Negara kontributor pada UNMISS dari komponen personil militer adalah: Australia, Bangladesh, Benin, Bhutan, Bolivia, Brasil, Kamboja, Kanada, China, Denmark, Mesir, El Salvador, Ethiopia, Fiji, Jerman, Ghana, Guatemala, Guinea, India, Indonesia , Jepang, Yordania, Kenya, Kirgistan, Mongolia, Namibia, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Paraguay, Peru, Polandia, Republik Korea, Rumania, Rusia, Rwanda, Senegal, Sri Lanka, Swedia, Swiss, Timor-Leste, Togo, Uganda, Ukraina, Inggris, Republik Tanzania, Amerika Serikat, Vietnam, Yaman, Zambia dan Zimbabwe.

Komponen Polisi meliputi : Albania, Argentina, Bangladesh, Bosnia dan Herzegovina, Brazil, China, Ethiopia, Fiji, Jerman, Ghana, India, Indonesia, Kenya, Kyrgyzstan, Namibia, Nepal, Belanda, Nigeria, Norwegia, Rumania, Rusia, Rwanda , Samoa, Senegal, Sierra Leone, Afrika Selatan, Sri Lanka, Swedia, Swiss, Turki, Uganda, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, Zimbabwe.

Korban personil UNMISS semenjak  misi berlangsung adalah: 17 orang militer; 1 orang polisi; 5 komponen sipil internasional; 6 warga sipil lokal; 7 lainnya.

Kilas balik berkelana di negeri harapan ” South Sudan” Menu apa hari ini ?

Memasuki tempat baru suasana baru seperti bertugas di UNMISS adalah dengan hajat pertama mencari penukaran uang Dollar US dengan Pound South Sudan (100 US $ kira kira sama dengan 430 Pound SS, September 2014 dan menjadi 1300 Pound SS pada bulan Agustus 2015 ) yang dengan senang hati dibantu oleh tenaga cleaning service  “ David the Money “ asli Uganda yang ready stock gepokkan uang receh Pound lokal.

IMG_3293

Penting sebelum bisa ketahap berikutnya! Makan siang yang akibat kesalahan prediksi penerbangan lewat UN Flight  alhasil  belum makan semenjak start dari jam 4 pagi sampai jam 12 mendarat di Sudan Selatan, perut nyaring ditambah mata berkunang-kunang, pokoknya makan dulu baru kerja. Makan siang dulu, entah kemahalan atau memang belum tahu trik makan ala buffet, sukses membuat 40 Pound pertama lewat sebagai penukar makan siang, plus tambahan 4 pound buat air mineral dan 5 pound kopi hitam. Dimeja sebelah, ada yang asyik kasak kusuk menyusun strategi, yang tidak dilarang oleh warung tapi tidak disarankan oleh khalayak yang masih punya gengsi, yakni : ambil makanan dengan porsi jumbo, dibagi rata dan dibayar secara saweran.

Bagi mereka yang terbiasa “daerah konflik” perjalanan ke Sudan Selatan bisa di-switch menjadi semacam acara liburan, entah ini merupakan bagian dari proses internalisasi untuk menghapus stress maupun untuk mebiasakan diri agar lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru yang kebetulan lingkungan konflik bersenjata, bagi mereka yang mungkin urat TAKTIKAL sudah jadi bagian lahir bathin, biasanya ringan-ringan saja mengatakan: yang penting masih bisa mandi dan ada airnya, masih bisa “pup“ dengan nyaman, apalagi ada wifi dan kantin, itu sudah liburan namanya, walaupun daerah konflik bersenjata.

20150120_182310

Bertahan dan tampil eksis adalah jawaban suasana misi yang serba baru, menemukan ritme kehidupan merupakan jawaban yang paling masuk akal, berangkat dari jadwal kerja dengan roster yang kayaknya belum bisa diterapkan di Indonesia, bekerja on time 24/7, termasuk mempersiapkan sarapan, plus buntelan makan siang, air minum  yang semua disiapkan sendiri, dijinjing sendiri , dipanaskan kembali dan  dihidangkan sendiri.

Tidak heran bila menemukan  personil IPO
20150110_144615
20150118_111330
20150126_131035

yang tiba –tiba jadi Master Chef dadakan dengan menu andalan yang  bisa jadi di Indonesia pun tidak ada atau bisa membuat kaget: makan pagi : nasi + rendang sapi + Telur ceplok,  lanjut makan siang : nasi + Kare ayam + telur rebus , ditutup menu makan  malam : nasi + Opor ayam + telur dadar, menu yang pasti cukup gagah untuk ukuran  Indonesia, kecuali kita tahu bahwa semua menu diatas tetaplah nasi ditambah  mie Instan  aneka rasa asli Indonesia.

Trik lain yang perlu dipelajari sebagai seorang perantau peacekeeper dibelahan bumi  Afrika ini adalah : modal senyum ramah dan hangat khas Indonesia  plus sedikit kreatifitas, artinya dengan tebar -tebar senyum ramah biasanya akan banyak kawan, terutama rekan -rekan sipil , militer dan polisi dari kawasan asia yang bisa jadi merasa senasib dan satu  daerah .

20141007_200338DSC00044

Seperti rombongan Military Police Cambodia, negara tetangga yang memiliki wajah mirip-mirip bangsa Indonesia, biasanya dengan ramah menawarkan dengan  agresif  dukungan logistik dari dapur mereka bisa berupa beras yang susahnya minta ampun ditemukan,  bumbu- bumbu dapur yang tidak ada di Sudan, daging , bahkan kadang lengkap dengan sayur mayur beku maupun segar, intinya kadalau berdampingan  dan akrab dengan rombongan TCC maupun PCC seperti MP Cambodia dan Nepal FPU urusan sumber bahan makanan biasanya beres aman terkendali.

Memiliki kreatifitas  bidang masak memasak dan mengolah makanan adalah hal spesial yang bisa membuat hidup di perantauan Afrika menjadi menyenangkan, modalnya  dengan membeli biji kedelai segar import  dari toko  kelontong China yang mulai bertebaran di  Sudan Selatan ditambah  ragi bawaan Indonesia maka sim salabim dalam jangka waktu 2-3 hari sudah jadi tempe yang rasanya asli Indonesia banget, digoreng dan jadi teman  jamuan minum teh sore hari bersama rekan -rekan kontingen negara lain , sangat Internasional : this is tempeh , made in Indonesia20150114_171052.

Merubah ritme hidup

Akhirnya  sampai juga di Juba , Ibukota  Republik Sudan Selatan , dengan penerbangan UN Flight , berangkat pukul  08.00 waktu Uganda lewat  bandara Entebbe yang pernah kondang dengan aksi pembebasan sandera  Israel di tahun 1976.

image

Harapannya adalah catatan ini bisa berjalan terus menerus dan berkelanjutan , seperti biasa memasuki daerah baru yang serba darurat seperti di Juba ini lengkap dengan segala ketidak tahuan  kegiatan dan segenap DO dan Don’t yang dijejalkan secara berturut turut pada masa induction training di Entebbe dan di Juba itu sendri sebelum penempatan di lokasi lokasi atau setidaknya sebagai anggota Team Site yang terserak diberbagai tempat konflik Sudan Selatan.

image

image

Memasuki tempat baru seperti UN Site di Tomping , adalah hajat pertama …. Mencari penukaran uang Dollar US gaji pertama sebagai UN Member dengan Pound South Sudan ( 1 US $ kira kira sama dengan 4 Pound Sudan Selatan)  yang ternyata dengan senang hati dibantu oleh tenaga cleaning service  asli tanah sudan selatan yang “ kebetulan “ ready stock  gepokkan uang receh sebagai penukar Dollar, yang penting ada Pound lokal ,,, sebelum bisa ketahap berikutnya ! Makan siang yang akibat kesalahan prediksi penerbangan lewat UN Flight alhasil start dari jam 4 pagi sampai jam 12 waktu Sudan Selatan , perut nyaring ditambah mata berkunang kunang, pokoknya makan dulu baru kerja.
Makan siang dulu, entah kemahalan atau memang belum tahu trik makan ala buffet, sukses 40 Pound  pertama lewat sebagai penukar  makan siang , plus tambahan 4 pound buat air mineral dan 5 pound kopi hitam, padahal dimeja sebelah , asyik kasak kusuk menyusun strategi , yang tidak dilarang oleh warung tapi tidak disarankan oleh khalayak yang masih punya gengsi,  ambil makanan dengan porsi jumbo , dibagi rata dan dibayar secara saweran.

image

image

image

image

Bagi  mereka yang terbiasa “ daerah konflik” perjalanan ke Sudan Selatan bisa di switch menjadi semacam acara liburan, entah ini merupakan bagian dari proses internalisasi  untuk menghapus stress maupun untuk mebiasakan diri agar lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru yang kebetulan lingkungan konflik bersenjata, bagi mereka tadi yang mungkin urat  TAKTIKAL sudah jadi bagian lahir bathin, biasanya ringan-ringan saja  mengatakan : yang penting masih bisa mandi dan ada airnya, masih bisa  “ pup “ dengan nyaman, apalagi ada wifi dan kantin , itu sudah liburan namanya, walaupun daerah konflik bersenjata.
Hari ini sudah sampai di Juba , besok dilanjutkan agenda lain yang nggak kalah rumitnya dan pasti paling dinantikan, ujian mengemudi dengan momok adalah kemudi disebelah kiri, ya disebelah kiri dengan lajur jalan yang berbeda bertolak belakang dengan tanah air, harapannya adalah sukses memiliki UN Driving License sekaligus mendapatkan inventaris yang paling ditunggu , yakni mendapatkan mobil dinas sebagai modal kerja dan mobilitas dalam misi, tanpa mobil dinas setiap UN member dipersilahkan  mempersiapkan jempol untuk nunut alias numpang di jalan maupun  jalan kaki kemana mana.

image

Tempat baru suasana baru serba baru , butuh penyesuaian baru, tidak salah bila Darwin mengatakan Survival of the fittest, walaupun bukan berarti saya penganut Darwinisme yang menyamakan monyet dengan nenek moyang kita.

image

Bertahan dan tampil eksis adalah jawaban suasana missi yang serba baru, menemukan ritme kehidupan merupakan jawaban yang paling masuk akal, bernagkat dari jadwal kerja  dengan roster yang kayaknya belum bisa diterapkan di Indonesia , bekerja on time mulai pukul 07.00 sampai 19.00 plus 1 jam lebih awal berangkat kerja di , subuh… waktunya paling nikmat tidur , mempersiapkan sarapan ,

image

plus buntelan makan siang ,air minum .. semua disiapkan sendiri , dijinjing sendiri dan dihidangkan sendiri.
Lain cerita kalau kebagian shift kerja malam mulai pukul 19.00 sampai 07.00, malam –malam lengkap dengan bekal plus jacket dan botol obat anti nyamuk  yang harus dioleskan tiap saat, maklum Sudan Selatan merupakan lokasi terbaik alau mau  membuat  penelitian tumbuh kembang nyamuk berbagai jenis yang pernah diciptakan Tuhan di muka bumi.

image

Lihat jadwal kerja dan ikut larut dalam aktifitasnya, kemudian membandingkan dengan kondisi kerja selama di tanah air adalah: ada yang bisa diserap da nada yang mungkin belum bisa diterapkan saat ini, jadwal dibuat benar benar dengan mempertimbangkan jam kerja bagi setiap orang dalam 1 minggu, kemudian rute dan giat patroli dan jaga  PoC Camp IDP yang tidak boleh kosong, alhasil silahkan atur sendiri kapan mau ngambil jatah sekedar buat ngopi,

image

makan siang atau mungkin Sholat, baik baik komunikasi dengan rekan satu tim Patroli dan wajib laporan via HT kemana dan dimana tiap waktu.
Buang jauh jauh ala Indonesia , kalau di Tanah air mungkin semua serba ada , serba kita bisa dapat, ibarat mau “ pup” bisa dibasuh air, nah jangan sekali sekali menggunakan ukuran Tanah air disini, kalau tidak mau pusing dan senewen sendiri, pun demikian dengan masalah belanja makan siang, setidaknya ada trik , lihat bilamana Bule ( yang secara GNP tingkat kemakmuran dan mungkin kualitas kesehatan lebih baik ) mau makan disitu , artinya setidaknya cukup aman dengan perut Indonesia.
.
Merubah ritme hidup. Menemukan hal hal baru.

makna konfrensi Asia Afrika dan Mangga Soekarno di Sudan

Soekarno’s Manggoes

Pasca Konfresi Asia Afrika di tahun 1955 adalah adanya kesadaran bangsa –bangsa di dunia khususnya asia dan afrika akan kemerdekaan dan persamaan derajat antar bangsa d dunia, peran Sekarno sedemikian gemilang sehingga tidak heran nama Soekarno dan Indonesia menjadi perhatian sendiri di benua Hitam Afrika yang kini semakin menggeliat untuk bangkit, termasuk sejarah panjang berdirinya Negara Sudan pada 1 Januari 1956 setahun setelah KAA , walaupun diiringi konflik internal yang berdarah darah .
Bukti hubungan adanya kedekatan Indonesia dan Sudan terlihat semenjak kedatanagan ulama besar Sudan “ Syekh Ahmed Surkati “ di tahun 1911 yang mendirikan Yayasan Al Irsyad di Indonesia , termasuk dukungan Indonesia dengan perlakuan khusus membangkitkan nasionalisme Sudan lewat “ meja khusus “ Sudan yang bahkan belum merdeka termasuk pemberian bendera Putih Polos sebagai representasi identitas Sudan ( bendera putih polos tersebut masih dapat dilihat di Museum Asia Afrika di Bandung ).Tidak heran terdapat nama Mangga Soekarno yang menjadi unggulan di Sudan , diyakini ditasbihkan ke varietas Mangga manis yang konon bibitnya diberikan langsung oleh presiden pertama Indonesia.

~0532644

~2830375

~5354012

IMG_0554

IMG_0557

IMG_0562

Bangsa-bangsa Afrika yang kini mulai menggeliat , ternyata masih menyimpan konflik –konflik akibat pertikaian antar dan internal Negara, masalah kemanusiaan menjadi perhatian utama dunia khususnya PBB, hal ini tidak lepas dari nilai strategis Bangsa –bangsa Afrika yang memiliki cadangan Minyak bumi yang sangat besar termasuk kekayaan alam berupa mineral lainnya.
Hubungan emosional yang terjalin antara beberpa Negara di Afrika khususnya Sudan dengan Indonesia sesungguhnya merupakan kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam konteks bargaining power di dunia Internasional, tinggal bagaimana kepemimpinan baru di Indonesia mulai secara intensif merubah kiblat pasar dan harapan kepada Afrika, ketika pasar eropa dan Amerika menjadi sedemikan keras memberikan perlakukan terhadap produk-produk Indoensia.

DSC01403

DSC04303

DSCN1885

DSCN2143

IMG_3177

SAM_0787

Benua Hitam yang menjajikan sebagai the promise land bagi pasar produk-produk barang , jasa dan tenaga ahli Indonesia hanya akan terwujud bilamana terdapat kemudahan birokrasi hubungan dagang antara Negara , termasuk dengan menambah frekuensi misi-misi ekonomi, perdaganan, pendidikan, demokrasi, pertahanan dan keamanan.

Active_Armed_Movement_February_2013_A0
south_sudan_map[1]

UNMISS Mandate_Page_1

UNMISS Mandate_Page_2

UNMISS Mandate_Page_3

UNMISS Mandate_Page_4

UNMISS Mandate_Page_5

WE ARE PEACE KEEPER

DSC_7179DSC_7162NCB Anung budi.JPEG

We are ready
MIMPI MENJADI BAGIAN DARI PASUKAN PERDAMAIAN PBB BAIKDALAM MISI PERORANGAN ( POLICE ADVISER ) MAUPUN DALAM IKATAN SATUAN SEPERTI FPU, KONTRIBUSI NKRI DALAM PERAN SERTA AKTIF MENJAGA PERDAMAIAN DUNIA TERNYATA TAK SEMERIAH YANG DIBAYANGKAN ,BAHKAN INDONESIA TIDAK TERMASUK 20 BESAR NEGARA KONTRIBUTOR PASUKAN PERDAMAIAN PBB, SEHINGGA TIDAK HERAN DAYA TAWAR ATAUPUN BARGAINING POWER BANG BANGSA INDONESIA KURANG MENGGEMA DAN MENGGENTARKAN.
IMG_7819

IMG_7827

IMG_7829

MANFAAT YANG DIRASAKAN BAGI PRIBADI-PRIBADI KEPOLISIAAN, MAUPUN TNI YANG PERNAH BERTUGAS DALAM MISSI PBB ADALAH SETIDAKNYA MEREKA MEMILIKI PENGALAMAN DAN PEMAHAMAN BAHWA BEKERJA SECARA PROFESIONAL DENGAN STANDAR ATURAN YANG KETAT DITENGAH IKLIM YANG DEMOKRATIS DAN MENGEDEPANKAN HAM TENTUNYA AKAN MEMBERI WARNA TERSENDIRI DIANTARA REKAN -REKAN LAINNYA, SECARA GLOBAL MANFAAT NKRI MENGIRIM PAASUKAN PERDAMAIAN DALAM MISSI PBB TENTUNYA UNTUK MENUNJUKKAMN EKSISTENSI BANGSA KITA INI SEBAGAI BANGSA BERDAULAT YANG MEMILIKI PERAN VITAL SECARA STRATEGIS DAN TAKTIS DILINGKUNAG GLOBAL DAN REGIONAL, OUTCOMENYA ADALAH DUNIA TAHU DAN PAHAM BAHWA KITA BESAR, KUAT DAN TELADAN.

SELAMAT BERTUGAS INDONESIAN PEACE KEEPER, BON VOYAGE

IMG_7790

IMG_7792

IMG_7793

IMG_7797

IMG_7801

IMG_7802

IMG_7803

IMG_7815

IMG_7818

IMG_7830

IMG_7833

BERIKUT CONTOH LATIHAN TES UNSAT YANG KERAP DIUJIKAN KEPADA CALON POLICE ADVISER , BUKAN SEBAGAI BOCORAN NAMUN SEKEDAR CONTOH SOAL DAN LATIHAN SEMATA.

20-Jan-05

AUDIO TAPE TEST # ONE

INDEX PAGE

Page 1. Index

Page 2. Narrative

Page 3-4 Conversation

Page 5. Listening Test, Question paper A

Page 6. Listening Test, Question Paper B

Page 7. Listening Test, Question Paper C

Page 8. Listening Test, Answer paper A

Page 9. Listening Test, Answer Paper B

Page 10. Listening Test, Answer Paper C

Page 11 Report Writing, Key Facts

AUDIO TAPE TEST # ONE

“UNMIL RADIO”

You will hear an audio script concerning a mission-related topic. This script will be followed by a conversation between two persons. This conversation will relate to the script, you will hear the tape only once. You will make notes of the script and of the conversation. From these notes you will be instructed either to answer 10 (ten) questions or complete a written report of the incident. Good Luck.
PAUSE

AUDIO TAPE TEST #ONE

People around the world like to listen to the radio. People listen to the radio at home, at work, in the car and in the streets. People listen to the news, weather forecast and like to listen to the music. Liberians are no exception to this common tradition. The Civil war in Liberia was over in 2003. People’s lives and hopes turned to good. More Liberians began walking with a radio in their hands listening to the news and music. There are three main radio stations in Monrovia operating on FM frequency: Music radio on frequency 90, 2. Official radio of the United Nations Mission in Liberia on frequency 91, 5; and World news radio station on frequency 103. The transmission of these radio stations is also well heard in neighboring countries like Sierra Leone, Guinea and Ivory Coast.
A young Liberian man called John was listening to the UNMIL radio. He heard that the nationwide campaign on Disarmament was launched on 3-d of December 2003. He also heard that the campaign was coordinated by the UNMIL radio with intention to inform combatants and communities in Liberia about this program.
John is a 28 year old Liberian citizen; he has been married for 10 years and has three kids: two sons and a daughter. The daughter is 9 years old, the oldest son is 7 and the youngest is 5. John and his family still currently live at his father’s house in Monrovia. John finished high school in May 1993 and received his certificate upon completion. During the war he was unemployed and now he is still looking for a job. Like many Liberians he usually played football on weekends and was listening to the radio. His favorite radio station is the Music radio.
On 21st of December 2004, John went to the center of Monrovia to look for a job as a security officer at the shop. He walked into a supermarket which was trading electronic goods. While he was waiting for a manager of the supermarket to ask him if he would hire him, John heard an announcement on the UNMIL radio about recruitment of police officers for the Liberian National Police Service. John left the supermarket without even having a response from the manager. John decided to become a police officer. Walking home John saw a poster on the wall of the Police station located in the center of Monrovia and read that applicants, who successfully meet basic criteria in fitness, writing, psychological and medical tests would be invited for interview at the Police HQ.
When John came home he spoke with his father about his intention to become a police officer. His father said that he would be proud if John was a police officer. John successfully passed all necessary tests and on Monday, 17th of January 2005 he was invited to come to the police Headquarters for interview.
The following conversation is the dialogue between a police officer and John.
CONVERSATION

Police Officer: Thank you for coming to the Police Head Quarters. I need to ask you
some questions. My first question is: Are you a citizen of Liberia?
John: Yes, I am. I am a citizen of Liberia.

Police Officer: How old are you?
John: I am 28 years old.

Police Officer: What is your education?
John: I finished high school in Monrovia in May 1993.

Police officer: Have you ever been abroad from Liberia?
John: No, I have spent all my life in Liberia

Police Officer: Do you have any document, proving, that you have finished high school?
John: Yes I do. I have a certificate.

Police officer: Please, name countries that share borders with Liberia.
John: Three countries share boarders with Liberia, these countries are:
Sierra Leone, Guinea and Ivory Coast.

Police Officer: What kind of tests have you passed before coming for interview?
John: I have passed physical, written, medical and psychological tests.

Police officer: Are you married? If “yes” for how long have you been married?
John: I am married and have been married for 10 years.

Police Officer: How many children do you have?
John: I have three kids: two sons and a daughter. My daughter is 9 years old, my
older son is 7 and the younger is 5.

Police Officer: Do you own a house or do you live with your parents?
John: My family and I live in my father’s house.

Police officer: What is your occupation?
John: So far I am unemployed.

Police Officer: How do you usually spend your weekends?
John: I like listening to the radio and playing football on week ends.

Police Officer: What is your favorite radio station?
John: Music Radio on frequency 90. 2.

Police officer: Where and when did you learn about recruitment of candidates for the
Liberian National Police?
John: On 21st of December 2004 I was looking for a job as a security officer at
the Electronic Goods Supermarket. While I was waiting for the manager I
heard an announcement on UNMIL Radio about recruitment of
candidates for the Liberian National Police.

Police officer: Did you manage to speak with the manager of the supermarket regarding
your employment.
John: No, when I heard this announcement on the radio I decided to
become a Police Officer. So, I left the supermarket without even speaking
with the manager.

Police officer: We also distributed posters abut recruitment of candidates for the Liberian
National Police service. Have you seen these posters?
John: Yes, I saw and read a poster about it on the wall of the Police station in the
center of Monrovia

Police officer: Do you often listen to the UNMIL Radio?
John: Not really. I just do it some times.

Police officer: Do you know on which frequency this radio station is working?
John: Every Liberian knows that this radio is on frequency 91, 5.

Police officer: Do you remember when the campaign on Disarmament began?
John: The nationwide campaign on Disarmament was launched on 3rd of
December 2003.

Police officer: What was the role of UNMIL Radio in promoting this campaign?
John: I know, that the campaign on Disarmament was coordinated by
UNMIL Radio with the purpose of informing combatants and
Communities in Liberia about the program.

Police Officer: Did you share your thoughts with any family member about your wish to
become a Police officer?
John: I spoke with my father about it and he said he would be proud if I became
a police officer.

Police officer: Thank you for coming. The interview is over. Please, sign here and put
today’s date: Monday, 17th of January 2005. Please, be in touch. You will
be informed of the results of the interview. Good bye.
John: Thank you. I will be in touch with you. Good bye.

AUDIO TAPE TEST # 1 QUESTION PAPER “A”

Family Name:……………………………. First Name………………………….. CP#……………..

Country………………………….. Date…………………………….

Q1. What was John’s citizenship?


Q2. How was John usually spending his weekends?


Q3. Which neighboring countries to Liberia have good reception of the main Liberian radio stations?


Q4. When was the campaign on Disarmament launched?


Q5. How old was John’s oldest child?

———————————————————————————————————————————-Q6. By whom was the nationwide campaign on Disarmament coordinated?


Q7. What was the response of the manager of the supermarket to John’s intention to get a job?


Q8. What kind of tests must an applicant pass before being invited for interview?

———————————————————————————————————————————-Q9. On what day and date was John invited to the Police Headquarters for interview?


Q10. How did John’s father react on his son’s intention to become a police officer?


Score. /10
Percentage 100% Tester
Name

Tester CP

AUDIO TAPE TEST # 1 QUESTION PAPER “B”

Family Name:……………………………. First Name………………………….. CP#……………..

Country………………………….. Date…………………………….

Q1. Which neighboring countries to Liberia have good reception of the main Liberian radio stations?


Q2. On what day and date was John invited to the Police Headquarters for interview?


Q3. What was John’s citizenship?


Q4. How did John’s father react on his son’s intention to become a police officer?


Q5. What was the response of the manager of the supermarket to John’s intention to get a job?

———————————————————————————————————————————-Q6. What kind of tests must an applicant pass before being invited for interview?


Q7. How old was John’s oldest child?


Q8. By whom was the nationwide campaign on Disarmament coordinated?

———————————————————————————————————————————-Q9. How was John usually spending his weekends?


Q10. When was the campaign on Disarmament launched?


Score. /10
Percentage 100% Tester
Name

Tester CP
AUDIO TAPE TEST # 1 QUESTION PAPER “C”

Family Name:……………………………. First Name………………………….. CP#……………..

Country………………………….. Date…………………………….

Q1. When was the campaign on Disarmament launched?


Q2. How old was John’s oldest child?


Q3. By whom was the nationwide campaign on Disarmament coordinated?


Q4. What was John’s citizenship?


Q5. How was John usually spending his weekends?

———————————————————————————————————————————-Q6. Which neighboring countries to Liberia have good reception of the main Liberian radio stations?


Q7. On what day and date was John invited to the Police Headquarters for interview?


Q8. How did John’s father react on his son’s intention to become a police officer?

———————————————————————————————————————————-Q9. What was the response of the manager of the supermarket to John’s intention to get a job?


Q10. What kind of tests must an applicant pass before being invited for interview?


Score. /10
Percentage 100% Tester
Name

Tester CP

ANSWERS: AUDIO TAPE TEST # 1 “A”

Q1. What was John’s citizenship?

Liberian

Q2. What was John usually spending his weekends?

Playing Football and listening to the radio.

Q3. Which neighboring countries to Liberia have good reception of the main Liberian radio stations?

Sierra Leone, Guinea and Ivory Coast.

Q4. When was the campaign on Disarmament launched?

3-d of December 2003

Q5. How old was John’s oldest child?

9 years old

Q6. By whom was the nationwide campaign on Disarmament coordinated?

UNMIL radio

Q7. What was the response of the manager of the supermarket to John’s intention to get a job?

No response.

Q8. What kind of tests must an applicant pass before being invited for interview?

Physical, written, medical and psychological tests.

Q9. On what day and date was John invited to the Police Headquarters for interview?

Monday 17th of January 2005

Q10. How did John’s father react on his son’s intention to become a police officer?

He would be proud.

ANSWERS: AUDIO TAPE TEST # 1 “B”

Q1. Which neighboring countries to Liberia have good reception of the main Liberian radio stations?

Sierra Leone, Guinea and Ivory Coast.

Q2. On what day and date was John invited to the Police Headquarters for interview?

Monday 17th of January 2005

Q3. What was John’s citizenship?

Liberian

Q4. How did John’s father react on his son’s intention to become a police officer?

He would be proud.

Q5. What was the response of the manager of the supermarket to John’s intention to get a job?
No response.
———————————————————————————————————————————-Q6. What kind of tests must an applicant pass before being invited for interview?

Physical, written, medical and psychological tests.

Q7. How old was John’s oldest child?

9 years old

Q8. By whom was the nationwide campaign on Disarmament coordinated?
UNMIL radio
———————————————————————————————————————————-Q9. How was John usually spending his weekends?

Playing Football and listening to the radio.

Q10. When was the campaign on Disarmament launched?

3-d of December 2003

ANSWERS: AUDIO TAPE TEST # 1 “C”

Q1. When was the campaign on Disarmament launched?

3-d of December 2003

Q2. How old was John’s oldest child?

9 years old

Q3. By whom was the nationwide campaign on Disarmament coordinated ?

UNMIL radio

Q4. What was John’s citizenship?

Liberian

Q5. How was John usually spending his weekends?
Playing Football and listening to the radio.
———————————————————————————————————————————-Q6. Which neighboring countries to Liberia have good reception of the main Liberian radio stations?

Sierra Leone, Guinea and Ivory Coast.

Q7. On what day and date was John invited to the Police Headquarters for interview?

Monday 17th of January 2005

Q8. How did John’s father react on his son’s intention to become a police officer?
He would be proud.
———————————————————————————————————————————-Q9. What was the response of the manager of the supermarket to John’s intention to get a job?

No response.

Q10. What kind of tests must an applicant pass before being invited for interview?

Physical, written, medical and psychological tests.

KEY FACTS. REPORT WRITING TEST # 1

  1. Civil war in Liberia was over in 2003.
  2. Three main radio stations in Monrovia operating on FM frequency:
  3. Music 90, 2. Official radio of the UNMIL 91, 5; World news frequency 103
  4. Sierra Leone, Guinea and Ivory Coast.
  5. Program on Disarmament was launched on 3-d of December 2003
  6. John was a 28 years old Liberian citizen.
  7. Married for 10 years.
  8. Three kids: two sons and a daughter
  9. Daughter was 9, the oldest son was 7 and the youngest was 5.
  10. John and his family lived in his father’s house in Monrovia.
  11. Finished high school in May 1993 and received certificate.
  12. He was unemployed
  13. Played football on his weekends and was listening to the radio.
  14. Looking for a job as a security officer at the electronic goods shop.
  15. Heard an announcement on the UNMIL radio.
  16. Recruitment of police officers.
  17. Poster on the wall of the Police station.
  18. Fitness, written, psychological and medical tests.
  19. Spoke with his father about his intention to become a police officer.
  20. 17 January 2005 he was invited for interview.