penyelundupan senjata ilegal

When Diamond aren’t Forever, kaitan perdagangan Berlian Berdarah dengan tragedi kemanusiaan, terorisme dan keuntungan Broker senjata

Blood Diamond shows shifting alliances among the company seeking diamonds, rebel, seeking guns, mercenaries seeking money and innocent civilians caught in the middle. Explain how this can be considered a transnational criminal enterprise and conspiracy?
Dalam sebuah ilustrasi yang digambarkan dalam film Blood diamond terdapat sebuah pengetahuan baru, bahwa merupakan mata uang baru yang berlaku secara universal, mampu menjembatani perbedaan mata uang dan nilai jual yang dimiliki negara-negara di Dunia , perdagangan senjata secara illegal antara pedagang senjata gelap dengan pihak pemberontak RUF dilakukan dengan barter hasil tambang alam yang dilakukan oleh sekelompok pekerja kasar yang nota bene merupakan korban kekejaman pemberontak dengan memaksa penduduk setempat sebagai budak di era modern, kemudian juga menjadi mata uang baru yang menjembatani kepentingan korporasi perhiasan dunia akan kebutuhan mentah sebagai bahan baku utama perhiasan yang digunakan sebagai simbol kemakmuran.
Barter sebagai metode perdagangan primitif justru berkembang pesat ketika sebagi simbol kemakmuran bertemu dengan kepentingan penguasaan dan perbudakan modern oleh Pemberontak, alur perjalanan yang ditambang secara tradisional jauh dipedalaman wilayah konflik di jantung benua Afrika berjalan melalui jalur penyelundup keluar wilayah Afrika lewat tangan pedagang senjata maupun komoditas lain sampai akhirnya jatuh ketangan pedagang perhiasan di Eropa dan Amerika.
Apakah perdagangan dari jatung Afrika adalah merupakan sebuah bentuk kejahatan Transnational ? bila melihat perdagangan sebagai sebuah kegiatan pertukaran komoditas yang bernilai tinggi di pasaran internasional adalah hal biasa dalam konsep perdagangan, bahwa terdapat permintaan dan adanya suatu persediaan , tinggal bagaimana proses pembayaran dan sejumlah uang harus dipertukarkan, namun dalam kasus perdagangan seperti yang ditampilkan dalam film Blood Diamond terdapat beberapa hal yang perlu dikaji lebih dalam.
Pada tahun 2000 dilaksanakan the United Nation Convention against Transnational Organized Crime di Palermo. Konvensi ini dikenal dengan nama Konvensi Palermo. Konvensi ini menghasilkan 3 protokol: 1.Protokol untuk mencegah, menindak, dan menghukum perdagangan manusia, khususnya wanita dan anak. 2. Protokol melawan penyelundupan migran melalui darat, laut, dan udara.3. Protokol melawan perakitan dan perdagangan secara illegal senjata api, komponen dan amunisi.
Dengan melihat rumusan protokol ketiga dalam konvensi Palermo mulai terlihat bahwa selama ini yang didatangkan dari Benua Afrika memiliki peluang merupakan bagian dari hasil kegiatan perdagangan senjata illegal, hal ini terlihat dari perolehan merupakan bagian dari perdagangansenjata Illegal yang dilakukan oleh pedagang gelap senjata api kepada pemberontak RUF di afrika.
Seperti diketahui konflik di Afrika telah menyebabkan terjadi pengunsian besar besaran akibat pengusiran, perbudakkan, pembunuhan massal bahkan genosida terhadap kelompok masyarakat tertentu di benua Afrika, dimana semua itu dibiayai dan dibesarkan oleh perdagangan Berdarah dan Senjata illegal.
Masih menurut article 3 Konvensi Palermo, sebuah kejahatan disebut ‘transnational’ jika memenuhi salah satu atau lebih syarat berupa: Bila dilakukan di lebih dari satu Negara, Dilakukan di satu Negara tetapi bagian penting dari persiapan, perencanaan, pengendalian dan kontrol dilaksanakan di Negara lainnya.Dilakukan di satu Negara tetapi melibatkan organisasi kejahatan yang terkait dengan aktifitas kejahatan di lebih dari satu Negara,Dilakukan di satu Negara tetapi memiliki dampak penting di Negara lain.
Dengan merujuk kepada artikel ke 3 Konvensi Palermo dengan sangat jelas perdangan Berdarah apalagi dengan pelibatan aktor aktor kejahatan yang memperdagangkan senjata secara illegal adalah mutlak kegiatan perdagangan berdarah adalah suatu tindak kejahatan Transnasional, hal ini dapat dilihat pada analisa :
1. Dilakukan lebih dari satu negara :bahwa kegiatan perdagangan berdarah dimulai dari proses penambangan di Siera leone, Angola, Cote D Ivory, dan Repulik Democratic Congo diselundupkan ke beberapa negara tetangga yang relatif mudah dijangkau oleh pedagang Senjata gelap untuk kemudian dilakukan suatu barter.penyelundupan yang berharga Jutaan Dolar ini sangat memberikan suntikan dana segar bagi kelompok pemberontak maupun aparat pemerintah yang korup untuk terus menghidupkan perdagangan berdarah antar negara.
2. Dilakukan dalam suatu negara, namun bagian terpenting dalam persiapan,perencanaan,pelaksanaan dan pengendalian dilakukan di negara lain , dalam kasus Berdarah ini,proses penambangan dilakukan di wilayah konflik Afrika oleh tenaga kerja paksa maupun tawanan perang untuk selanjutnya diselundupkan keluar negeri lewat perbatasan negara tetangga, sedangkan proses pengolahan dan penjualan dilakukan di butik perhisan terkemuka di london maupun new York, kemungkinan pedagang perhiasaan di eropa dan Amerika tidak langsung memesan kepada pemberontak di pedalam Afrika karena sangat mempertaruhkan keselamatan dan kredibiltas hukum, sewaktu waktu dapat diajukan sebagai salah satu aktor kejahatan Transnasional , namun menggunakan jasa pedagang, broker senjata untuk menjebatani , “Gun for Diamond , and Diamond for Money”, peran broker senjata inilah yang menjadi sentral ketika permintaan dunia meningkat, maka konflik harus terus dipelihara agar permintaan senjata terus ada dan meningkat juga.
3. Dilakukan di satu Negara tetapi melibatkan organisasi kejahatan yang terkait dengan aktifitas kejahatan di lebih dari satu Negara, Keberadaan pemberontak RUF ( Revolutionary United Front )yang eksis pada awal tahun 1991,bersama sama dengan kombatan dari Liberia dan serdadu bayaran asal Burkina faso telah melakukan serangan terhadap pemerintahan Siera Leone dengan melakukan kampanye kekerasan berupa pembunuhan, pemerkosaan bahkan mutilasi/ pembuntungan terhadap warga sipil yang dianggap melawan eksistensi RUF, puncaknya pada Maret 1995 RUF berhasil menguasai tambang tambang yang selama ini dikuasai pemerintah Siera Leone,maka semenjak itulah perdangan dari tambang tambang yang dikuasai pemberontak mulai merambah dan membanjiri pasaran dunia, memang RUF tidak memiliki kaitan langsung dengan pedagang di Eropa maupun Amerika namun berkat kolaborasi antara RUF dan Broker senjata, maka kejahatan Transnasional terjadi .
4. Dilakukan di satu Negara tetapi memiliki dampak penting di Negara lain.kegiatan penambangan , perdagangan senjata dan penjualan adalah kegiatan yang berdiri sendiri namun memiliki saling keterkaitan terhadap dampak berdarah ini adalah dalam perkembangan dan intensitas Konflik bersenjata di Afrika, ribuan nyawa melayang , jutaaan manusia mengungsi serta sejumlah lainnya hidup dalam penderitaan sebagai pekerja paksa di camp tambang maupun harus kehilangan sebagaian anggota tubuh di Amputasi dan terpisah dari keluarga , semua itu adalah dampak dari kolaborasi Illegal antara pemberontak yang menguasi , dengan broker senjata derta pedagang .
Ketika pedagang senjata api memperoleh maka, kaum pemberontak memperoleh Senjata yang digunakan untuk menyusun dan melakukan perlawanan kepada pemerintah yang berkuasa, tentunya hasil akhir barter antar dan senjata api berakhir di etalase toko perhiasan di Dunia.
Kaitan antara perdagangan senjata Api dan yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap adanya suatu genosida, perbudakkan , pembunuhan dan pengusiran masyarakat di benua afrika akibat konflik senjata mendorong masyarakat dunia untuk menyebut yang ditambang dari wilayah konflik di Afrika sebagai Berdarah “ Blood Diamond “ masyarakat dunia dalam hal ini Masyarakat eropa bahkan perwakilan bangsa bangsa di PBB menganggap bahwa perdagangan berdarah memiliki kontribusi besar terhadap eksistensi konflik bersenjata yang terus berlarut larut tanpa akhir di Afrika.
This movie highlights the power of media in spotlighting injustices and helping to bring about change. Can you provide other examples where media attention to criminal activity helped to provoke positive changes ?
Peran media massa dalam mengangkat suatu fenomena kejahatan dan ketidakadilan dalam mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik terlihat dalam beberapa liputan , sebagai contoh liputan yang terkait dengan kejahatan Transnasional maupun Organized Crime adalah :
Pertama : liputan tentang pembataian Orang Utan ( Pongo pygmaeus sp)., sebagai satwa endemik yang hampir punah . telah secara serampangan dibunuh oleh pemilik korporasi perkebunan Sawit di wilayah Kalimantan, menurut The Jakarta Globe Polri bekerja sama dengan Petugas dari Kantor Kementrian Kehutanan telah menangkap 2 ( dua ) orang tersangka pembantaian Orang Utan di wilayah Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara , Kalimantan Timur, penangkapan terhadap kedua tersangka pembantaian orang Utan akhirnya menjadi pemberitaan nasional bahkan Internasional terkait komitment pemerintah Indonesia dan Korporasi yang bergerak di bidang usaha perkebunan untuk lebih memberikan perhatian dan perlindungan terhadap keaneka ragaman hayati satwa dan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Hal senada juga menjadi liputan situs” The Jakarta Post yang menyebutkan bahwa Pemerintah bergerak lambat dalam penanganan kasus pembantaian orang Utan , berita yang semakin menarik adalah ketika peristiwa pembantaian Orang Utan , telah menggerakkan solidaritas dukungan menyelamatkan Orang Utan dan mengecam tindakan Korporasi perkebunan Sawit yang melakukan perluasan lahan dengan sengaja sehingga merusak habitat asli Orang Utan sampai akhirnya memaksa Orang Utan memasuki perkebunan untuk mencari makan, Demostrasi dan aksi dukungan menggejala di berbagai wilayah baik dalam dan luar negeri.
Kedua adalah terkait kejahatan terorisme dan Kejahatan atas penyelundupan senjata api illegal yang bersumber dari negara bekas konflik maupun masuk ke negara konflik, dalam sebuah pemberitaan dari “The Guardian” , bahwa selain maslah terorisme dan perdagangan senjata illegal yang turut memelihara konflik tetap berdarah darah di beberapa lokasi, adalah keterlibatan Berlian berdarah Blood Diamond yang digunakan sebagai alat tukar atau barter perdagangan senjata api illegal dan nafsu pemberontak bersenjata maupun keinginan Broker mendapatkan bahan baku murah namun berkualitas bagi butik-butik perhiasan ternama dunia.
Peran media massa menjadi begitu sentral setelah masyarakat akhirnya mengetahui bahwa berlian yang selama ini dianggap memiliki kekuatan daya tarik mode “ Diamond Last Forever” ternyata sebagian bersumber dari konflik bersenjata di Afrika, dimana penyiksaan , pembunuhan, mutilasi, pengusiran serta tindakan berdarah lainnya sebagai tindakan melanggar HAM merupakan sebuah harga yang harus diberikan dalam mendapatkan berlian berlian bermutu dari Afrika, bahkan dalam sebuah persidangan dengan menghadirkan aktris Hollywood ternama “ Naomi Campbell” dalam sidang terhadap panglima perangkonflik berdarah di Afrika “ Charles Taylor “ seorang mantanPresiden Sierra Leone , negara dimana Berlian Berdarah ditambang dari perut Bumi, kaitan antara Naomi Campbell selaku aktris dengan Charles Taylor diungkap oleh media massa pertama kali pada saat Naomi Campbell terlibat dalam acara penggalian dana amal bersama Nelson Mandela di tahun 1997.
Masih di situs yang sama , The Guardian juga pernah mengangkat bahwa perdangangan berlian berdarah ternyata digunakan untuk membiayai serangan massif teroris ke Amerika dalam skenario 911. Bahwa kelompok Teroris dari jaringan Al Qaeda telah melakukan pembelian berlian senilai 20M$ dimana diyakini baiaya yang diperlukan untuk melancarkan serangan massif dalam skenario 911 hanya menghabiskan dana 500.000$ saja, bahwa segi praktis dan sulit untuk dilacak menjadi pilihan mengapa Al Qaeda menugaskan agen agen kepercayaannya untuk menukarkan sejumlah senjata dengan berlian dari Afrika, senjata yang dengan sangat mudah ditemukan khususnya di negara negara kantong Al Qaeda dengan segera diantar begitu mendapat persetujuan pertukaran dengan berlian Berdarah Afrika lewat perantara Broker senjata Illegal.
Pertimbangan bahwa Berlian akan mudah dibawa, disimpan maupun dikirim untuk membiayai perlawanan Al Qaeda begitu mempesona jajaran petinggi Al Qaeda , seperti diketahui bahwa masalah pengiriman uang dan biaya kegiatan Teroris di berbagai negara sering terbentur kepada keharusan melaporkan sumber dan penerima uang kepada otoritas pemerintah setempat , termasuk adaya kewajiban untuk melaporkan sejumlah uang dalam limit tertentu di penerbangan Internasional.berkat peran pemberitaan media massa akhirnya masyarakat terbuka pemikiran dan pengetahuannya bahwa selama ini Berlian turut memberikan andil dalam konflikdan serangan teroris di muka bumi.

Daftar Bacaan:
1. http://www.guardian.co.uk/world/blood-diamonds

2. http://www.guardian.co.uk/world/2010/aug/11/naomi-campbell-denies-lying-over-diamonds

3. http://www.guardian.co.uk/world/2002/oct/20/alqaida.terrorism

4. http://www.thejakartaglobe.com/home/two-arrested-in-orangutan-slaughter-case-reports/479722

5. http://www.thejakartapost.com/news/2011/11/28/scene-govt-slow-solve-orangutan-killings-case.html

6. http://www.profauna.org/content/en/pressrelease/2011/melanie-subono-denounces-orangutan-massacres-on-kalimantan.html

7. http://www.argee.net/DefenseWatch/Conflict%20Diamonds-Funding%20Terrorism.htm

8. Lieutenant Colonel Stanley Q. Tunstall, Transnational Organized Crime And Conflict: Strategic Implications For The Military, Senior Service College Fellow,USAWC CLASS OF 2002, United States Army 2002.