71 comments on “NKP POLRI ITU MUDAH DAN MENYENANGKAN MENJADIKAN ANDA SEGAR DAN SEMANGAT

    • Bapak Ajiek Ogek yang terhormat , terima kasih atas kunjungan bapak ke Blog ini, sungguh tugas bapak di bdang HUMAS sangat menarik untuk dibuat tulisan , sebagai masukan mungkin bapak bisa menulis pemberdayaan Citizen Journalism atau mudahnya disebut pemberitaan warga masyarakat , dmana peran humas dapat dioptimalkan dengan merangkul serta mengakomodasi warga masyarakat lewat masukan-masukan informasi dan sekaligus sebagai mitra polri dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas , sebagai contoh dalam blog ini pernah ditulis tentang upaya optimalisasi penggunaan situs jejaring sosial oleh sat lantas Polres Kebumen dalam membangun budaya tertib berlalu lintas , silahkan bapak lihat dan pelajari lebih lanjut, terima kasih dan semoga sukses dalam tugas dan pengabdian

  1. PERKENALKAN PAK NAMA SAYA REDY MOHON PETUNJUK JUDUL NKP DALAM BIDANG FUNGSI DITPAMOBVIT…..JIKA IKUT SESPIMMA TAHUN DEPAN…..

    • Bapak Redy yang terhormat, sebagai masukan dapat kami samaikan bahwa dalam penulisan naskah seperti NKP , NASKAP bahkan Skripsi dan Thesis kadang-kadang kita terjebak dengan ” JUDUL ” apa yang akan dibuat atau cocok, kami sarankan mungkin lebih baik dimulai dari topik lebih dahulu , kemudian carilah temanya kemudian tentukan ruang lingkup tulisan nantinya akan bercerita atau membahas tentang apa, maksudnya batas batas bahasannya apa saja , barulah dicarikan permasalahan dan ruusan masalahnya atau persoalan, biasanya dengan tahap tahap seperti itu akan lebih mudah kita menemukan judul yang naninya menjadi tampilan muka seluruh isi tulisan kita.

      sebagai contoh dapat saya berkan panduan sebagai berikut :

      1. tema utama : profesionalisme polri dalam pengamanan obvitnas
      2. Tema tulisan : kemampuan menembak personel satuan pam obvitnas dalam mengamankan cash transfer ( pengirimian uang /ATM ).

      ruang lingkup : kemampuan , menembak , pengamanan atm, pam obvitnas.

      permasalahan : adalah bagaimana meningkatkan kemampuan tembak reaksi bagi personel satuan pam obvitnas polda metrojaya dalam mengamankan pengiriman uang / cash transfer guna menghadapi curas.

      rumusan masalah / persoalan :
      1.mengapa kemampuan menembak reaksi perlu ditingkatkan ?
      2. siapa yang bertanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan tembak reaksi bagi anggota sat pam obvit ?
      3. bagaimana meningkatkan kemampuan tembak reaksi tersebut ?
      4. sarana dan prasarana apa saja yang harus disiapkan dalam meningkatkan kemampuan tembak reaski

      dari tahapan tahapan tadi bisa jadi usulan judul nantinya adalah :

      1 . implementasi kemampuan tembak reaksi bagi personel satpam obvitnas dalam melaksanakan tugas pengawalan atm guna mengantisipasi terjadinya curas. (NKP )
      2. manajemen latihan dalam peningkatan kemampuan tembak reaksi bagi personel satpam obvitnas dalam melaksanakan tugas pengawalan atm guna mengantisipasi terjadinya curas ( Skripsi )
      3. kemampuan tembak reaksi satuan pam obvitnas dalam pelaksaan tugas pengawalan ATM ( thesis).

      dalam blog ini terdapat beberapa tulisan terkait pengamanan dan pam obvit , silahkan dibuka buka lewat search engine yang ada, terima kasih.

  2. Selamat siang pak, mohon petunjuknya, perkenalkan nama saya Nur, saya bertugas sebagai staff RTMC di polda, mw tanya pak apa judul yang bagus untuk Tema “meningkatkan kemampuan staf dan pimpinan Polri pada organisasi tingkat menegah guna harkamtibmas di dukung sinergitas polisional dalam rangka terwujudnya pembangunan nasional”… terima kasih pak sebelumnya

    • Selamat siang Mbak Nur yang terhormat, terima kasih karena sudah mampir di blog ini, terkait penulisan yang akan mbak buat nanti, mungkin ada baiknya mbak melihat jawaban ayng saya berikan kepada Bpk Redy diatas , kemudian terkait bidang tugas RTMC , adalah suatu bidang tugas yang sangat menantang, banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi tulisan , seperti bagaimana dinamika operasional RTMC, bagaima dalam mengelola sumber berita dan informas sehingga dapat disajikan dengan baik dan sempurna , proses rekruitmen operator maupun host acara, dan aspek harwat terhadap alat dan kegiatan RTMC, sebagai contoh dalam blog ini adalah tulisan terkait optimalisasi penggunaan jaringan sosial media dalam memberikan informasi lalu linats oleh sat lantas Kebumen, silahkan dilihat dan dipelajari, semoga bermanfaat dan memudhkan mbak dalam menulis. terima kasih, tetap semangat

  3. Selamat siang pak, mohon ijin minta petunjuk penulisan NKP dalam rangka SIP 2014, saya Asep bertugas di Bag Sumda Polres, ijin ditunggu saran dan petunjuknya pak, trims……………

  4. slmt sore pak, mohon petunjuk, judul nkp dg tema MENINGKATKAN KEMAMPUAN STAF DAN PIMPINAN POLRI PD ORGANISASI TINGKAT TINGGI MELALUI SINERGITAS POLISIONAL GUNA MEWUJUDKAN HARKAMDAGRI DALAM RANGKA MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL, perkenalkan pak saya sri tugas di polrestabes makassar

    • selamat malam bu , bila berkenan boleh saya tahu ibu akan menulis tentang apa , maksudnya ranah tulisan ibu nanti akan membahas tentang apa , misalkan fungsi kepolisian baik pelaksana utama maupun staff pembantu pimpinan , apalagi tulisan ibu nantinya pada organisasi tingkat tinggi, mungkin maksdunya NKP sekelas SESPIMTI bahkan LEMHANAS , wahhh berat bu saya belum nyampai ilmunya

  5. selamat pagi pak,mohon kiranya bapak sudi memberikan contoh pembuatan NKP tentang peran serta Kasiwas dalam menghadapi pemilu 2014, saya bertugas sebagai Kasiwas di Polres sekiranya bapak berkenan memberikan bberapa saran dan contoh pembuatan NKP sesuai yang diperintahkan kepada saya yaitu buat minimal 20 lembar , spasi 1,5 huruf arial 12. dengan kerangkanya sbb:
    Bab 1 : pendahuluan
    - latar belakang
    -permasalahan
    -persoalan
    -ruang lingkup
    - maksud dan tujuan
    -metode pendekatan
    -sistematika
    -pengertian- pengertian

    bab 2: landasan teori
    -konsep analisa swot
    -manajemen teory dari george r terry
    teori manajemen strategis
    -teori-teori lainnya

    bab 3 kondisi saat ini
    -sumber daya manusia
    -dukungan anggaran
    -dukungan sarana prasarana
    -metode yang digunakan

    bab 4 faktor-faktor yang mempengaruhi
    -faktor internal : kekuatan dan kelemahan
    -faktor eksternal : peluang dan kendala / ancaman

    bab 5 kondisi yang diharapkan
    -sumber daya manusia
    -dukungan anggaran
    -dukungan sarana prasarana
    -metode

    bab 6 : optimalisasi
    -visi dan m isi
    -tujuan
    - sasaran
    - kebijakan
    -strategi
    -action plan

    bab 7 penutup
    -kesimpilan
    -saran/ rekomendasi

    demikian arahan yg di perintahkan untuk dibuat pak.mohon pentujuk mgkn ada saran judul yang baik dan berbobot sehingga bisa diuraikan dan dipaparkan sehingga menjadi masalah yang tepat dan menarik untuk di bahas sesuai dengan posisi dinas sya saat ini sebagai kasiwas dan sesuai dengan tema yg diperintahkan demikian lah yang bisa saya sampaikan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    • selamat pagi pak Orient , terkait dengan jabatan bapak saat ini selaku kasiwas tentunya banyak sekali topik yang bisa bapak angkat sebagai bahan tulisan untuk NKP, namun sengaja saya tidak memberikan judul , dikarenakan bila kita membuat dan merumuskan judul lebih dahulu biasanya di tengah jalan penulisan nanti akan mumet sendiri .

      ada baiknya yang perlu bapak buat pertama kali adalah : ruang lingkup tulisan sesuai tema yg telah bapak terima

      sekedar sharing untuk ruang lingkup adalah :
      1. KASIWAS
      2. Polisionil
      3. Semangat reformasi Birokrasi Polri
      4 Pemilu

      dari ruang lingkup diatas bapak bisa merumuskan kira kira nanti akan membuat tulisan tentang

      Peran KAsiwas dalam mejamin netralitas personil POlri guna mewujudkan pelaksaaan pemilu 2014 yang luber jurdil

      nanti bapak bisa membuat tulisan tentang upaya peningkatan peran , peningkatan kemampuan, upaya inovasi creative kasiwas dalam menjamin netralitas personil polri

      konsep -konsep yang harus bapak jelaskan dalam tulisan nanti adalah :

      apakah KASIWAS itu, apa tugas , fungsidan perannya dalam organisasi polri
      Mengapa Polri harus netral, dimana diatur dan apa konsekuensi hukum dan disiplin bila dilanggar
      Peran Polri dalam pemilu itu sebagai apa , diman dan apa aturan tersebut

  6. Mohon bantuanya pak.. Saya anggt sat-sabhara tugas pokoknya tur-jawali di polres X. Bagamaina membuat kerangka yang ideal untuk penulisan NKP serta permasalahan apa yg harus di angkat .trims.

    • silahkan pak satrio melihat -lihat di blog ini, terdapat berbagai penjelasan terkait nkp , kemudian kira kira dari tugas pokok TURJAWALI di Polres x , Bapak sendiri ingin mengambil permasalahan yang mana , apakah TUR , JA atau WA , LI nya mungin bapak bisa lebih jelas menuturkan . ooo saya akan mengangkat masalah beat patroli atau masalah penjagaan Bank dan Kawasan pertokoan utk antisipasi curas , silahkan pak dipelajari dulu tugas TURJAWALI bapak tadi kira kira mana yang menarik dan gampang sesuai level pekerjaan dan jabatan bapak

  7. selamat malam pak,,,,perkenalkan saya ahmad bertugas di satlantas unit stnk,mohon petunjuk untuk judul sip dengan tema “dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkaraan dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014″, kira kira judul apa yang menarik untuk diangkat berhubung dengan tugas saya yg ditempatkan di samsat serta mohon petunjuk untuk kerangka penulisan nkp tersebut, mohon bantuannya..trims pak…

  8. terima kasih pak atas petunjuknya…. mudah2an saya bisa menggambarkan permasalahan yang ada sehingga tersusun dan tertuang ide untuk optimalisasi pelaksanaan tugas Sattahti ke depan……

  9. selamat malam pak…..saya Aipda Didik bertugas di satthti, mohon ijin jika dengan topik dengan semangat birokrasi polri setukpa lemdikpol membentuk membentuk first line supervisor yg bermoral profesional modern an unggul serta memiliki karakter kebhayangkaraan dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu 2014, mohon petunjuk pak kira2 judul apa yang diangkat…terimakasih pak

    • bertugas di SATTAHTI merupakan pekerjaan yang mulia sekali, karena bapak adalah garda terdpan yang menjaga agar tahanan polri diperlakukan secara manusia sesuai dengan HAM dan menjamin bahwa barang bukti dapat digunakan dalam proses penyisikan secara profesional, bolehlah bapak mulai menganalisa kira kira apa saja yang bapak alami saat bertugas di TAHTI apakah temuan bapak tadi terkait dengan profesionalisme , sebagai contoh apakah register BB ditempat bapak sudah sesuai , kalau belum bagaimana cara memperbaikinya menurut bapak , kalau sudah baik , bagaimana cara memelihara suaya tetap baik menurut bapak , dari siulah nanti bapak akan dapat ide tulisan mau seperti apa, mau membahas apa, kemudian usahakan untuk membuat kisi -kisi tulisan dulu dari tema , dan mengesampingkan judul , judul dibuat belakangan saja supay ide ide bapak secara kreatif akan berkembang. terima kasih selamat menulis

    • profesionalisme polri yang dapat dituangan dan dikaitka dengan pemilu 2014 adalah : netralitas, akuntabilitas penyidikan, transparansi pengelolaan anggaran, kemudian responsif dan proaktif dalam upaya upaya harkamtibmas

  10. selamat pagi pak mohon ijin apakah kami bisa mendapatkan pencerahan atau tambahan wawasan tentang pemilihan judul yang tepat apabila kami berdinas sebagai PS. Kanit yang membidangi kejahatan ekonomi / krimsus dengan tema yang mengarah pada terlaksananya pemilu 2014 yang aman dan kondusif ? terimakasih atas sarannya
    Nb: mhn ijin NKP kami buat untuk persiapan masuk STIK / PTIK

      • UNTUK NKP DALAM RANGKA STIK TENTUNYA BISADILIHAT DARI KISI-KISI TEMA YANG SUDAH DIBERIKAN PANITIA , TEMA ITU DI BREAK DOWN DULU MENJADI VARIABEL -VARIABEL JUDUL SEHINGGA AKAN JELAS NANTI KEMANA NKP INI SEBAGAI SEBUAH NASKAH TERTULIS YANG BERISIKAN PEMIKIRAN KITA TERHADAP SESUATU FENOMENA , UNTUK DIANALISA DAN DICARIKAN SOUSINYA, INGAT YA DICARIKAN SOLUSINYA , KARENA NKP ITU SEJATINYA SEBUAH SUMBANG SARAN DAN PEMIKIRAN TERHADAP ORGANISASI POLRI DALAM MENGHADAPI SEBUAH PERMASALAHAN

        KARENA ANDA BERTUGAS DI BIDANG RESEK/ KRIMSUS , ADA BAINYA ADA MENULIS TENTANG BAGAIMANA UPAYA SEORANG KASAT / KANIT RESEK DALAM UPAYA GAKKUM TERHADAP PRAKTEK MONEY POLITIK , NANTI LIHAT DAN BAHAS DARI ASPEK KEBIJAKAN HUKUM NYA, KELEMBAGAAN HUKUMNYA, SARANA PRASARAN HUKUMNYA DAN METODE GAKKUM ITU SENDIRI DIKAITKAN DENGAN SNERGITAS POLISIONIL DGN INTERNAL EKSTERNAL POLRI.

  11. selamat malam pak, perkenalkan saya M. ZULHIJAH bekerja sbg ps.panit 2 unit 1 sat pjr ditlantas polda kaltim, mohon bantuannya ut diberikan gambaran dlm penulisan NKP, ut persiapan dlm rangka tes SIP 2014, bila dikaitkan dgn tema SIP 2014,maka judul yg tepat dgn tugas saya skrg, mohon bantuannya segera.

    • UNTUK NKP DALAM RANGKA SIP BISA DILIHAT DARI KISI-KISI TEMA YANG SUDAH DIBERIKAN PANITIA ,

      TEMA ITU DI BREAK DOWN DULU MENJADI VARIABEL -VARIABEL JUDUL SEHINGGA AKAN JELAS NANTI KEMANA NKP INI SEBAGAI SEBUAH NASKAH TERTULIS YANG BERISIKAN PEMIKIRAN KITA TERHADAP SESUATU FENOMENA , DAPAT DIANALISA DAN DICARIKAN SOUSINYA,

      INGAT YA DICARIKAN SOLUSINYA , KARENA NKP ITU SEJATINYA SEBUAH SUMBANG SARAN DAN PEMIKIRAN TERHADAP ORGANISASI POLRI DALAM MENGHADAPI SEBUAH PERMASALAHAN

      KARENA ANDA BERTUGAS DI BIDANG LANTAS ( PJR ) , ADA BAINYA ADA MENULIS TENTANG BAGAIMANA UPAYA SEORANG KA INDUK PJR , PANIT, KANIT DI LINGKUNGAN LANTAS ( PJR) / KANIT DALAM UPAYA :

      MEWUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS DALAM TAHAPAN -TAHAPAN INTI PEMILU 2014 ,

      NANTI LIHAT DAN BAHAS DARI ASPEK KEBIJAKAN HUKUM NYA ( MISALKAN APAKAH UU NO 22 TAHUN 2009 )
      KELEMBAGAAN HUKUMNYA ( PENYIDIK LAKA LANTAS, DIKYASA, ATAU GATTUR )

      SARANA PRASARAN HUKUMNYA

      DAN METODE GAKKUM ITU SENDIRI DIKAITKAN DENGAN SNERGITAS POLISIONIL DGN INTERNAL EKSTERNAL POLRI.

  12. selamat siang bapak……….
    mohon bantuan dan petunjuk, perkenalkan nama saya aditya, saya bertugas sebagai kasat res narkoba polres, rencananya saya akan mengikuti STIK PTIK, mohon saran kira2 judul apa yang sesuai bila dikaitkan dengan tema STIK PTIK ( “MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAJERIAL PIMPINAN TINGKAT PERTAMA SERTA SEBAGAI STAF YANG PROFESIONAL, BERMORAL, DAN MODERN GUNA TERCAPAIANYA SINERGITAS POLISIONAL YANG PROAKTIF, YAN PRIMA DAN TEGAKNYA HUKUM DALAM RANGKA TERWUJUDNYA PEMILU 2014 YANG KONDUSIF”). mhn saran dan bantuanya, trims……..wass.

    • BUAT ADIK ASUH ADITYA , LANGKAH PERTAMA DALAM MENULIS NKP ADALAH TIDAK DENGAN MEMBUAT JUDUL, KARENA BISA JADI DITENGAH JALAN PENULISAN ANDA AKAN TIBA TIBA MANDEG ALIAS KEHABISAN IDE UNTUK MENULIS , MAKA LEBIH BAIK YANG PERTAMA DIBUAT ADALAH TEMA , KEMUDIAN DARI TEMA BARU BERANGKAT KE RUANG LINGKUP TULISAN,

      UNTUK TEMA PENULISAN NKP SEBAGAI SYARAT MENGIKUTI SELEKSI STIK-PTIK ADALAH DENGAN RUANG LINGKUP :
      MANAJERIAL TINGKAT PERTAMA( BISA KANIT, ATAU KASAT )
      SINERGITAS POLISIONAL ( BISA DIBUAT ADALAH TUGAS TUGAS SEORANG KANIT ATAU KASAT DALAM UPAYA POLSIONL / PEMOLISIAN DENGAN BEKERJA SAMA SECARA LINTAS SEKTORAL MAUPUN INTERNAL KEPOLISIAN ITU SENDIRI)
      KISI -KISI KETIGA ADALAH PEMULI SEBAGAI OUT PUT TINDAKAN POLISIONIL / PEMOLISIAN DALAM KONTEKS UAYA YANG DILAKUKAN TADI MEMILIKI PENGARUH THD PENYELENGGARAAN PEMILU SECARA LEBIH AKUNTABEL.

      DARI KETIGA KISI KISI TADI DAPAT DIRUMUSKAN ALUR PEMIKIRAN SEBAGAI BERIKUT:

      …….. … KASAT RESNARKOBA …….DALAM ………… KEMAMPUAN PENYDIKAN ………… THD PENYALAHGUNAAN NARKOBA OLEH CALEG …………GUNA ……………MENJAMIN AKUNTABILITAS CALEG DALAM PEMILU 2014…..

      SILAHKAN MENGISI TITIK TITIK TADI DENGAN APA YANG AKAN DITULIS.

      JAWABAN INI JUGA UNTUK MEMBERIKAN GAMBARAN KEPADA BEBERAPA PENANYA YANG AKTIF MLUANGKAN WAKTUNYA GUNA PERSIAPAN SELEKSI SIP.

      INGAT MULAILAH DENGAN TEMA , KEMUDIAN RUANG LINGKU TULISAN BARU TERAKHIR BICARA TENTANG JUDUL, KARENA TEMA DENGAN JUDUL BELUM TENTU SAMA

      TERIMA KASIH SELAMAT BERJUANG , TUHAN YANG MAHA ESA SELALU BERSAMA ORANG-ORANG NEKAT

  13. selamat malam pak, sy berdinas di polsek bid Humas klu tema nya dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkara dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014. apa judul yang cocok untuk tema di atas? terima kasih

  14. Selamat siang mohon maaf mengangu ,mohon bantuannya saya dibagian sabhara apa kira” yg cocok dipakai judul NKP guna syarat peserta SIP dn in saya baru pertama kali mendaftar < syaratnya sangat memeras keringat karena sy belum pernah bikin karya tulis ,mungkin bisa dibantu saran guna kelengkapan saya dines dipolsek

  15. Selamat malam Pak. Saya dinas di Satuan penjagaan dan Pengaturan Lalu Lintas. Mau mencoba menggunakan judul “PENINDAKAN/PENEGAKAN HUKUM THDP PELANGGAR LALU LINTAS, GUNA MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN SELAMA PENYELENGGARAAN PEMILU 2014″. Bagaimana mengaitkannya dgn Tema NKP yg berjudul “DGN SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI, SETUKPA LEMDIKPOL…… Dst” ini. Mohon dibantu utk kerangkanya secara sistematis

    • TAMPAKNYA UPAYA UNIT GATUR DAN JAWALI LANTAS SANGAT DIBUTUHKAN DALAM MEWUJUDKAN KAMSELTIBCARLANTAS SAAT PELAKSAAN KAMPANYE , BISA DIANGKAT PAK SEBAGAI MATERI TULISAN BAPAK NANTINYA, SANGAT MENANTANG

    • SAYA BANTU ALUR TULISANNYA YA PAK :

      BAB I : NANTI ISINYA PENDAHULUAN YG MERUPAKAN LATAR BELAKANG DARI FENOMENA GAR LANTAS YANG SEBABKAN LAKA DI TEMPAT BAPAK , KEMUDIAN DILANJUTKAN DENGAN RUMUSAN MASALAH ( APA YG AKAN BAPAK EXPLORE DAN INGIN DIBAHAS ,,, KATA KUNCINYA TULISAN INI MAU BICARA TENTANG APA , YANG PALING MUDAH AMBIL SAJA SIADIDEMENBABI / 5 W DAN 1 H )

      SELANJUTNYA BUATLAH RUNAG LINGKUP TULISAN, KONSEP DAN TEORI YANG SESUAI

      BAB II ( BISA JADI DISEBUT BAB III ) ADALAH BICARA TENTANG KONDISI SAAT INI ( GAKKUM LANTAS ) KEMUDIAN FAKTOR -YANG BERPENGARUH THD KONDISI SAAT INI, BARU BISARA TENTANG KONDISI IDEAL YANG DIHARAPKAN

      SETELAH KETEMU KONDISI IDEAL SEBAGAI CITA CITA TULISAN BAPAK , MAKA DILANJUTKAN DENGAN UPAYA MEWUJUDKAN KONDISI IDEAL TADI DENGAN CARA : STRATEGINYA APA, TERUS JANGKA WAKTUNYA BERAPA LAMA , BAGAIMANA MENGUKURNYA DAN RENCANA AKSI YANG SFATNYA TAKTIS UTK DILAKUKAN SUPAYA STRATEGI BAPAK BISA LANCAR DILAKSANAKAN.

      TERAKHIR SEBAGAI BAB PENUTUP ADALAH KESIMPULAN ( DIBAUAT SECARA SISTEMATIS MENJAWAB RUMUSAN PERSOALAN BAPAK TADI … LIHAT DI BAB I ) BARU KEMUKAKAN SARAN DAN REKOMENDASI.

      • Terima kasih Pak, atas sarannya. Namun tadi siang kami mendapatkan Sistematika penulisan NKP ini berdasarkan ST Kapolda adalah sbb : BAB I PENDAHULUAN (Latar Belakang, Permasalahan, Persoalan, Ruang Lingkup, Maksud dan Tujuan, Metode Pendekatan, Sistematika) BAB II LANDASAN TEORI (Konsep Analisa SWOT, Teori Manajemen POAC George R Terry, Teori Manajemen Strategi, Teori-teori lain) BAB III KONDISI SAAT INI (SDM, Dukungan Anggaran, Dukungan Sarana Prasarana, Metode yg digunakan) BAB IV FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI Faktor Internal = Kekuatan/Stength, Kelemahan/Weakness) dan Faktor Eksternal = Peluang/Opportunitis, Kendala/Ancaman/Threats) dst… Dst. @Pertanyaan saya adalah : “Apakah Teori-teori tsb digunakan semua/dipilih yg akan digunakan saja….? Apakah teori tsb digunakan dlm menyampaikan permasalahan (KONDISI SAAT INI) juga…..? Krn dalam Bab IV Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, menggunakan Konsep Analisa SWOT. Terima kasih Pak. Mohon maaf telah merepotkan.

      • memang dalam penulisan NKP sesuai TR Kapolda tadi sedikit banyak mengikat harus dengan teori si A atau si B , tetapidarisekian banyak pilihan adalah diserahkan kepada anda sendiri kira kira mana yang mau digunakan sebagai teori pokok atau utama , inti dari tulisan ilmiah adalah menguji sebuah fenomena dengan sebuah teori , dimana dari hasil pengujian tersebut anda akan memproleh suatu kesimpulan , dan yang penting adalah anda nanti mampu mempertahankan tulisan yang dibuat di depan sidng panelis , permasalahannya adalah dengan teori yang seabrek abrek apakah bisa fokus ? dan apakah panelis juga bisa mengerti teori yang bersangkutan tadi.

        untuk kondisi saat ini adalah bagaimana anda mampu mengidentifikasi sebuah fenomena kedalam ukuran ukuran ( bisa kuantitatif bisa kualitatif ) yang paling udah adaah dengan meihat aspek managerialnya yang meliputi man , money, material , methode , kadang ditambah market ( teri managemen yang paling umum ) kemudian buatlah suatu pembanding dengan kondisi yang diharapkan , bilamana pada kondisi saat ini sebagai misal adalah faktor money : belum ada anggaran untuk penyidikan kasus pembunuhan berupa dana otopsi maka di kondisi yang diharapkan adalah nantinya ada anggaran untuk otopsi.

        kemudian pada bab faktor faktor yang berpengaruh dapat dilihat dari sumber engaruhnya ,apakah dari faktor lingkungan organisasi ( dari dalam atau luar ) dan faktor instrumental atau pirantilunak , baik yang sifatnya positip atau negatif , sebagai contoh adalah terkait otopsi dalam akuntabiltas dan profesionalisme penyidikan kasus 338 atau 340 kuhp < dari faktor instrumental bisa jadi uu atau kuhp , atau faktor enviromental adalah penolakan masyarakat terkait masalah keercayaan agama atau memang di lokasi anda belum ada dokter forensik.

        dari identifikasi sumber faktor yg berpengaruh , baru dilanjutka dengan memilah mana yg Strenght mana yg weaknes, mana yang oportunity mana yg threath.

        barulah pada bab yg membahas upaya , anda gunakan teori manajemen tadi , maksudnya bagaimana seorang manajer setelah paham kondisi saat ini , paham kondisi yg ideal dan paham faktor yang berpengaruh menggunakan daya upaya yg ada untuk merumskan : strategi jangka pendek, sedang dan panjang, membuat rencana aksi dan menyusun kebijakan tertentu.

        saya pernah mengupload contoh nkp yang plek habis dgn TR yang anda terima , silahkan diihat alur tulisannya seperti apa, terima kasih.

  16. selamat sore bapak, mohon petunjuknya, perkenalkan nama saya sutargo, saya bertugas sebagai kanit politik polres, rencana ikut SIP juga, kira-kira judul apa yang cocok bila dikaitkan dengan tema dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkara dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014, sekarang ya, pak ? mohon bantuannya , trims, salam ..

  17. selamat sore pak sy mohon bantuan dalam pembuatan nkp sy berencana mengakat tema peran serta polmas (perpolisian masyarakat) dalam mensukseskan pemilu tahun 2014 tolong diberikan masukan untuk kisis-kisinya terima kasih

    • Selamat. Sore pak , sebagai bahan sharing dapat saya sampaikan bhabinkamtibmas maupun petugas polmas memilki daya tarik tersendiri , betapa tidak ,, ketika yg lain sibuk ingin melakukan penindakan maka hanya polmas lah yg asyik dengan upaya pencegahan,
      Sebagai kisi kisi bisa bapak mulai dari. Upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini bhabinkamtibmas terhadap pelanggaran pemilu guna menjamin terselenggaranya pemilu 2014 yang LUBER .

      Artinya bapak nanti membahas tentang :

      1.Bhabinkamtibmas itu sendiri baik secara legalitasnya , kelembagaannya , dukungan sarpras dan sistem dan metode kerjanya.

      1. Bahaslah tentang kemampuan deteksi dini atau early warning dan early detection sebagai suatu pengertian dan pelaksanaan dilapangan.
      2. Cari arti kata pelanggaran pemilu baik bentuknya dan sangsinya serta apa yg paling umum terjadi di tiap tahapan pemilu.

      3. Rumusan upaya peningkatan kemampuan itu sendiri sebagai wujud tanggung jawab seorang Kanit binmas ( first line supervisor) dalam status jabatan dan perannya dalam tugas dalam lingkup polsek bapak.

      Selamat menulis pak.
      Saya menulis maka saya ada

  18. Mohon bantuan pak utk diberikan judul dan gambaran dalam pembuatan NKP dg tema dg semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yg bermoral, profesional, modern dan unggul serta memiliki karakter kebhayangkaraan dlm pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu thn 2014. Sy bertgas bag. Provost di polsek. Trims pak

    • mohon ijin pak, saya dinas di subdit regident PMJ kira2 materi apa yg sebaiknya diangkat ya????mohon bantuannya,, trims salam

  19. IZIN PAK, SAYA berdinas sebagai Kaur Identifikasi sat Reskrim Polres X, SAYA MOHON SARAN UNTUK JUDUL DARI TEMA ““dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkara dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014″, untuk PENYUSUNAN NKP pada SIP 2014 ?

  20. Selamat malam bapak,mohon bantuannya saya dibagian sabhara apa kira” yg cocok dipakai judul NKP saya mau daftar SIP baru pertama kali < syaratnya sangat sulit karena sy belum pernah bikin karya tulis ,mungkin bisa dibantu pak utk buatnya

  21. Selamat Malam Bapak, saya dinas di Bagian Perencanaan Polres, Judul yang cocok dari tema “dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkara dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014″ sebagai bahan penyusunan NKP, mohon bantuan dan panduan nya

    • selamat malam juga bapak mas pambudi , mari kita mulai dengan:
      1. identifikasi awal kira kira di bag ren polres apa saja yang menjadi struktur organisasinya , maksudnya biar bisa dipetakan mana yang termasuk jabatan first line supervisor , dimana jabatan yang ada akan memiliki dimensi tanggung jawab berupa tugas pokok dan kewenangannya.

      1. identifikasi kira kira apa saja yang ingin bapak rubah bilamana bapak nantinya menjadi supervisor di bag ren polres ?
      2. mulai bayangkan bagaimana perubahan itu akan dilakukan baik secara kebijakan, kelembagaan, sarana dan metode yang akan bapak pilih untuk dilakukan disesuaikan dengan kapasitas dan kapabilitas yang bapak miliki ( otoritas juga termasuk didalamnya )

      3. bilamana nomer 1-3 sudah bapak dapatkan barulah memulai menulis seperti yang saya jelaskan kepada bapak edi wasono sebelumnya.

      selamat berjuang

  22. Selamat malam pak, saya dinas di sat narkoba kalau tema nya dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkara dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014. apa judul yang pas untuk tema di atas pak? Kemudian contoh NKP nya pak terima kasih

    Balas ↓

    • SELAMAT MALAM PAK EDI WASOSO TERIMA KASIH ATAS KUNJUGAN BAPAK KE BLOG INI, TENTUNYA TIDAK SERU DONG PERJUANGAN BAPAK MENGIKUTI TES SIP BILAMANA LANGSUNG JEBRET DIBERIKAN CONTOH NKP BERTOPIK NARKOBA LANGSUNG DIBERIKAN.

      NAMANYA PERJUANGAN TENTUNYA HARUS DENGAN KERINGAT DAN AIR MATA,

      SEBAGAI INFO MUNGKIN BISA SAYA BERIKAN MASUKKAN ANTARA LAIN TEMA YANG BAPAK TERIMA AGAR DI BREAK DOWN DULU KEDALAM BEBERAPA VARIABEL , BIASANYA SAYA SEBUT DENGAN MIND MAPPING ATAU PEMETAAN POLA PIKIR AGAR JELAS MANA YANG DISEBUT KEPALA, MANA BADANYA DAN MANA KAKINYA.

      TEMA YANG BAPAK BERIKAN DAPAT SAYA BANTU BREAK DOWN MENJADI BEBERAPA KATA KUNCI / KEY WORDS :
      1. FIRST LINE SUPERVISOR ( PERWIRA PENYELIA TINGKAT PERTAMA SEPERTI PANIT, KANIT ATAU KAPOLSEK URBAN)
      2.BERMORAL, PROFESIONAL DAN MODERN ( KAPABILITAS DAN KAPASITAS ,, BAHASA GENERIKNYA ADALAH KEMAMPUAN YANG MELIPUTI ASPEK MANAGERIAL YAITU MAN POWER, MATERIAL, METHODE DAN MONEY/ANGGARAN TERMASUK MARKET / MASYARAKAT YANG AKAN DILAYANI)
      3.MENSUKSESKAN PEMILU 2014 ( OUTPUT DARI HASIL UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN DAN OUTCOMENYA ADALAH TRUST / KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN POLRI SBG BAGIAN JATI DIRI BHAYANGKARA )

      DARI 3 KEY WORDS DIATAS BILAMANA DIRAMU BISA DIBUAT DALAM BENTUK TULISAN DENGAN JUDUL KIRA-KIRA:

      1.UPAYA KANIT NARKOBA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OLAH TKP BAGI PERSONIL UNIT NARKOBA DALAM AKUNTABILITAS PENYIDIKAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA GUNA MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS PENEGAKKAN HUKUM SAAT PEMILU 2014

      1. MEMBANGUN SINERGITAS ANTAR TEAM DILINGKUNGAN SAT NARKOBA DALAM PENYIDIKAN LAHGUN NARKOBA GUNA MEWUJUDKAN KESIAPAN SATNARKOBA MENGAMANKAN PELAKSANAAN PEMILU 2014

      DEMIKIAN PAK MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT .

  23. selamat malam pak.saya sangat berterimakasih sudah diberikan penerangan berkenaan dengan NKP ini sehingga setidaknya saya tidak buta sama sekali dengan NKP ini.ada yg saya ingin tanyakan ke bapak kira-kira judul yang baik tema “Meningkatkan kemampuan manajerial pimpinan tingkat pertama serta sebagai staf yang profesional , bermoral dan modern guna rtercapainya sinergitas polisional yang proaktif, yan prima dan tegaknya hukum dalam rangka terwujudnya pemilu 2014 yang kondusif”. saya dinas sebagai kapolsek pak.mungkin sekiranya bapak berkenan memberikan bberapa saran judul yg sesuai dengan penjelasan bapak di atas di blog bapak berkenan pemilihan judul yang tepat untuk kita memulai menulis nkp. kami diperintahkan buat minimal 20 lembar , spasi 1,5 huruf arial 12. dengan kerangkanya sbb:
    Bab 1 : pendahuluan
    - latar belakang
    -permasalahan
    -persoalan
    -ruang lingkup
    - maksud dan tujuan
    -metode pendekatan
    -sistematika
    -pengertian- pengertian

    bab 2: landasan teori
    -konsep analisa swot
    -manajemen teory dari george r terry
    teori manajemen strategis
    -teori-teori lainnya

    bab 3 kondisi saat ini
    -sumber daya manusia
    -dukungan anggaran
    -dukungan sarana prasarana
    -metode yang digunakan

    bab 4 faktor-faktor yang mempengaruhi
    -faktor internal : kekuatan dan kelemahan
    -faktor eksternal : peluang dan kendala / ancaman

    bab 5 kondisi yang diharapkan
    -sumber daya manusia
    -dukungan anggaran
    -dukungan sarana prasarana
    -metode

    bab 6 : optimalisasi
    -visi dan m isi
    -tujuan
    - sasaran
    - kebijakan
    -strategi
    -action plan

    bab 7 penutup
    -kesimpilan
    -saran/ rekomendasi

    demikian arahan yg di perintahkan untuk dibuat pak.mohon pentujuk mgkn ada saran judul yang baik dan berbobot sehingga bisa diuraikan dan dipaparkan sehingga menjadi masalah yang tepat dan menarik untuk di bahas sesuai dengan posisi dinas sya saat ini sebagai kapolsek dan sesuai dengan tema yg diperintahkan pak.selain itu juga mgkn ada saran apakah ada petunjuk jukminu lain berkenaan dengan ukuran page yg baku. tata cara diksi mana yg bagus atau apa. biasanya punya tips tips yang baik yang tidak tertulis lainnya sebagai penilaian penguji. dan yang terkhir tips dan saran untuk membuat paparan power poinnya apa saja dan bagai mana yang baiknya . terimakasih sebelumnya pak

    • pak Budi yang terhormat, pertama tama saya ucapkan terima kasih atas kunjungan bapak ke blog ini, sebagai bahan masukan saya kepada Bapak terkait tugas dalam pembuatan NKP ada beberapahal yang boleh saya sampaikan :
      1. buatlah tulisan dengan gaya bapak berbicara sehari hari , artinya buatlah sesimple mungkin : KIS ” Keep It SImple “, mengapa demikian , tentunya agar bapak nanti pada saat pemaparan hasil tulisan , maka bapak dapat dengan mudah “mempertahankan ” ide yang bapak buat.

      2> NKP ataupun bentuk tulisan lainnya sesungguhnya sama saja , baik itu berupa skripsi, thesis , disertasi bahkan surat-surat dengan format tulisan dinas lainnya, persamaannya adalah ada sebuah ide dasar yang ingin bapak sampaikan, yang menjadi pembeda adalah proses pengolahn ide tersebut apakah dengan mekanisme penelitian, riset, studi kepustakaan , apakah metodenya nanti kuantitatif atau kualitatif atau dua duanya , serta perbedaan kedua adalah output tulisan tadi apakah bersifat teknis, taktis atau malah strategis.

      sebuah perumpaan yang memudahkan kita bisa mengingat adalah dengan membandingkan skripsi , tesis dan disertasi : dengan contoh PISANG GORENG:
      bila dibuat dalam skripsi maka bisa saja judulnya adalah PISANG GORENG PONTIANAK

      kalau dibuat tesis maka judulnya menjadi PISANG GORENG PONTIANAK DALAM SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KULINER INDONESIA.

      terus kalau mau dibuat disertasi adalah : PROYEKSI PISANG GORENG PONTIANAK SEBAGAI IDENTITAS KULINER INDONESIA.

      kalaupun mau dibuat dalam bentuk NKP atau tulisan dinas lainnya adalah jangan lupa setiap tulisan pasti ada : KEPALA, BADAN , dan KAKI tulisan , atau ibaratnya tulisan nanti ada PENDAHULUAN , BATANG TUBUH dan PENUTUP.

      3. kesulitan yang paling sulit dalam menulis adalah bagaimana memulai menulis , mau nulis apa ya ??? gimana ya ?? kata pembukanya bagaimana ??
      cobalah dengan konsep sebagai berikut : mulai dengan PERMASALAHAN lebih dahulu atau berangkat dari fenomena yang bapak temui dan ingin bapak angkat menjadi suatu ide Tulisan , kemudian lanjutkan dengan mengumpulkan data-data kuantitatif maupun kualitatif terkait dengan ide bapak tadi , seteah ketemu data atau INDEKS , lakukan upaya perbandingan dengan sebuah teori atau konsep yang memiliki hubungan dengan ide yang akan bapak tulis, misalnya berbicara tentang kinerja maka carilah pendapat ahli manajemen yang memiliki teori tentang kinerja , perbandingan ini kelak disebut dengan prses KOMPARATIF, yang terakhir dari pendahuluan bapak adalah menegaskan kembali ide yang ingin bapak bahas dengan memberikan pembatasan yaitu dengan kata kunci 5 W dan 1 H ( What , When , Why, Who,Where dan How ), selain itu paling gamping pada fase ini adalah dengan memulai ” SEHINGGA ”

      untuk aplikasinya saya coba contohkan konsep PIKO ( persoalan , Indeks , Komparatif , Obyektif ) tadi dalam keseharian seorang Kapolsek >

      dalam dinamika tugas seorang Kapolsek sebagai salah satu manajer tingkat pertama adalah menemikan fenomena CURANMOR di wilayah hukumnya.

      ide bapak adalah ingin mengurangi angka CURANMOR tadi dengan suatu pemikiran pemikiran strategis, taktis dan teknis yang masuk akal, ilmiah serta bisa dipertanggungjawabkan >

      mari kita mulai :

      ide : menurunkan curanmor di wilkum Polsek X
      Persoalan : Kejahatan curanmor di wilayah hukum polsek x menjadi sorotan publik , setiap hari hampir selalu terjadi 1 sampai 2 kasus curanmor………………… lanjutkan ..

      INDEKS : data yang dihimpun Polsek x dalam kurun waktu tahun 2012 , 2013 dan sampai januari 2014 terhadap kejahatan curanmor menunjukkan data bebagai berikut :
      Pola locus : adalah bisanya terjadi di parkiran warnet, dan parkiran kost-kostan mahasiswa
      Pola tempus adalah data menunjukkan curanmor terjadi anatara pukul 16.00 sampai 17.00 ( 200 kasus ) dan antara pukul 21.00 sampai 23.00.
      Pola Modus adalah dengan menggunakan kunci T atau bandrek , dimana menurut beberapa saksi mereka melihat 2 sampai 3 orang laki-laki menggunakan 2-3 motor kemudian parkir disebelah motor korban ,tidak lama kemudian terjadi pencurian, namun pernah juga terjadi dalam catatan database curanmor polsek X bahwa sepasang lelaki dan perempuan terlihat mengambil motor dan kemudian diketahu bahwa motor tersebut akhirnya hilang dicuri.

      KOMPARATIF : kejahatan dalam berbagai bentuknya menurut theory routine activitas disebutkan bahwa kejahatan tidak terjadi secara tiba -tiba , namun merupakan kumulasi dari adanya faktor : target yang lemah atau SUITABLE TARGET, ketiaadaan upaya pengamanan atau pengaman yang mumpuni ( aABSENCE OF CAPABLE GUARDIAN ) dan yang terakhir adalah pelaku memang memiliki dorongan berupa motif atau setidaknya keinginan untuk melakukan Kejahatan ( MOTIVATED OFENDER ).
      dikaitkan dengan adanya fenomena curanmor di wilayah hukum polsek x adalah data-data seperti yang disebutkan diatas merupakan langkah pertama bagi kapolsek untuk merumuskan :

      OBYeKTIF :
      1). Apa strategi yang optimal untuk menangkal curanmor di wilkum polsek X
      2) Siapa yang harus melakukan Strategi tersebut ?
      3) Bagaimana metodenya
      4) Apa saja yang harus dibutuhkan untuk menjalankan metode tersebut.

      dari sekededar contoh diatas untuk memulai penulisan suatu makalah atau NKP pada akhirnya bapak akan ada gambaran alur berfikir dan pola berfikir apa yang nantinya akan dituangkan dalam tulisan

      demikian sekedar masukan dan saran saya semoga sukses, terima kasih

  24. berikut adalah produk NKP yang bisa rekan rekan jadikan panduan semoga bermanfaat :

    OPTIMALISASI PENGELOLAAN DUKUNGAN SARANA PRASARANA
    GUNA MENUNJANG KEBERHASILAN TUGAS OPERASIONAL DI LAPANGAN
    DALAM RANGKA MEMELIHARA KAMTIBMAS

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang
    Dalam kurun waktu beberapa tahun ini gangguan kamtibmas yang memanfaatkan penggunaan unsur bahan peledak (handak) mengemuka di Indonesia. Walaupun rata-rata bom di Indonesia dikonstruksi secara sederhana namun efektifitasnya dalam menimbulkan rasa takut tidak diragukan lagi. Wilayah Polda Papua tidak luput dari permasalahan berkaitan dengan handak. Kerawanan masalah handak di Papua berkaitan tidak hanya dengan kondisi aktual dimana terdapat kelompok-kelompok yang berniat mengganggu kamtibmas, tetapi khususnya juga terkait dengan historis wilayah Papua sendiri. Wilayah Papua memiliki peranan penting dalam masa Perang Dunia II (PD II). Letak Strategis Papua yang dekat dengan Australia maupun Filipina menjadikan wilayah ini menjadi lahan pertempuran sengit antara Kekaisaran Jepang dengan pihak Sekutu. Maka tidak heran jika di sepanjang wilayah Papua khususnya di pesisir sering diketemukan peninggalan sisa-sisa PD II khususnya persenjataan berat.
    Polri sebagai institusi yang diamanatkan untuk menjaga dan memelihara stabilitas kamtibmas, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, berkewajiban dan berperan dalam memelihara stabilitas kamtibmas agar tetap kondusif.
    Brimob sebagai bagian dari Polri turut serta dalam melaksanakan tugas pokok Polri tersebut. Tugas Pokok Brimob Polri adalah melaksanakan dan mengerahkan kekuatan Brimob Polri guna menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berkadar tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan berorganisir bersenjata api, bom, bahan kimia, biologi dan radio aktif bersama dengan unsur pelaksana operasional kepolisian lainnya.
    Salah satu fungsi yang menjadi bagian dari tugas Brimob dilaksanakan oleh Detasemen Gegana khususnya Sub Detasmen Jibom yang berkedudukan di bawah Detasemen Satuan Brimob Polri baik di tingkat Pusat maupun daerah. Salah satu dukungan sarana yang penting bagi unit Jibom adalah adanya gudang bahan peledak ( storage ) atau tempat penyimpanan handak (magazine). Magazine mempunyai fungsi utama untuk menyimpan secara aman handak baik yang berupa temuan di lapangan maupun handak yang sengaja disimpan untuk keperluan training bagi para anggota Unit Penjinak Bom. Meskipun nampaknya sederhana, keberadaan fasilitas ini harus dipikirkan secara cermat agar dapat menjalankan fungsinya secara maksimal dan yang paling utama adalah tidak membahayakan bagi lingkungan di sekitarnya. Hal ini harus disadari, mengingat handak mempunyai susunan kimia tersendiri dimana perubahan kondisi lingkungan dapat mengakibatkan perubahan susunan kimia yang dapat memicu terjadinya ledakan.
    2. Permasalahan
    Mengingat pentingnya keberadaan fasilitas penyimpanan bahan peledak yang aman dan memberikan lingkungan sekitarnya perlindungan terhadap efek ledakan yang mungkin timbul, maka permasalahan dalam makalah ini dirumuskan ”Belum optimalnya pengelolaan fasilitas penyimpanan handak guna mendukung tugas Unit Jibom Sat Brimobda Papua dalam rangka memelihara kamtibmas.”
    3. Pokok-Pokok Persoalan
    Berdasarkan permasalahan tersebut diatas penulis merumuskan pokok-pokok persoalan yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut :
    a. Bagaimana kondisi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Sat Brimobda Papua?
    b. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi optimalisasi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Sat Brimobda Papua?
    c. Bagaimana kondisi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Sat Brimobda Papua yang diharapkan dapat mendukung tugas operasional Unit Jibom Sat Brimobda Papua?
    4. Maksud dan Tujuan
    Makalah ini bertujuan untuk memaparkan kondisi di lapangan mengenai pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Sat Brimobda Papua. Berdasarkan tinjauan yang disusun tersebut akan dirumuskan kesimpulan dan rekomendasi dengan harapan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya optimalisasi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Sat Brimobda Papua.
    5. Ruang Lingkup
    Dalam membatasi ruang lingkup penulisaan, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan sebagai berikut :
    a. Dukungan sarana prasarana yang dimaksudkan dalam penulisan ini adalah fasilitas penyimpanan handak yang berada di Sat Brimobda Papua.
    b. Pengelolaan fasilitas handak yang dimaksud meliputi aspek keamanan (secure) maupun aspek keselamatan (safety)
    c. Tugas operasional yang dimaksud adalah tugas operasional Unit Jibom Sat Brimob Polda Papua
    d. Memelihara Kamtibmas yang dimaksud adalah menjaga adanya rasa aman dari masyarakat keseluruhan, maupun masyarakat di sekitar lingkungan Mako Sat Brimobda Papua dari adanya kerawanan yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan maupun penyimpanan handak.
    6. Sistematika
    Makalah ini terbagai dalam 6 Bab untuk memudahkan pemahaman dari mulai pendahuluan hingga kesimpulan dan rekomendasi. Lebih jelasnya mengenai sistematika penulisan dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Bab I Pendahuluan
    Bab II Kajian Kepustakaan
    Bab III Kondisi Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Handak di Sat Brimobda Papua
    Bab IV Faktor-faktor yang Mempengaruhi Optimalisasi Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Handak di Sat Brimobda Papua
    Bab V Kondisi Pengelolaan Fasilitas Penyimpanan Handak di Sat Brimobda Papua yang Diharapkan
    Bab VI Penutup dan kesimpulan

    BAB II
    KAJIAN KEPUSTAKAAN

    1. Pengertian-pengertian :
    a. Optimalisasi
    Istilah optimalisasi berasal dari kata “optimal” yang artinya adalah terbaik atau tertinggi, sehingga optimalisasi berarti membentuk sesuatu menjadi lebih baik atau lebih tinggi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) yang dimaksud dengan optimalisasi adalah suatu cara atau perbuatan untuk mencapai sesuatu sehingga menghasilkan yang terbaik.
    b. Pengelolaan
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) yang dimaksud dengan pengelolaan dapat terdiri dari 4 pengertian sebagai berikut :
    i. Proses, cara, perbuatan mengelola
    ii. Proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain
    iii. Proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi
    iv. Proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan
    c. Unit Jibom
    Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Polda tipe A, Detasemen Gegana terdiri dari 4 subden, salah satunya adalah Subden Jibom. Jumlah anggota Subden Jibom sesuai Perkap tersebut adalah 40 orang, dipimpin oleh Kasubden berpangkat Kompol. Subden Jibom harus terdiri dari 3 Unit Jibom, masing-masing unit terdiri dari 10 personel, tidak termasuk staf pendukung dan kelompok komando. Dalam Perkap Nomor 11 tahun 2010 tentang Penanganan Penjinakan Bom pasal 4 huruf (2) diatur ketentuan tugas operasional Unit Jibom sebagai berikut:
    (2) Unit Jibom sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertugas :
    a. melaksanakan sterilisasi TKP ancaman, temuan, ledakan bom serta objek vital / VVIP
    b. melaksanakan penjinakan/penanganan bom
    c. menyatakan TKP bom steril dan aman
    d. mengamankan barang bukti bom
    e. melaksanakan disposal.

    2. Fasilitas Penyimpanan Handak
    Pengelolaan fasilitas penyimpanan handak yang dimaksud dalam penulisan ini meliputi unsur keamanan (secure) dan keselamatan (safety). Kajian kepustakaan yang penulis gunakan terdiri atas 2 sumber yaitu :
    a. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 02 tahun 2008 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial.
    b. Ammunition and Explosive Safety Standard, United States Departement of Defence, 2008 (Incorporating Change 2, 2009)
    Adapun pertimbangan penulis menggunakan sumber kedua adalah bahwa dalam Perkap 02/2008 tersebut masih terdapat beberapa kekurangan. Pertimbangan kedua, dalam pengembangan kemampuan personel Gegana sering bekerjasama dengan Amerika sehingga mendapat gambaran kondisi yang kurang lebih bisa diterapkan untuk situasi di Indonesia.

    1. Kajian Aspek Keamanan Fasilitas Penyimpanan Handak
    Keamanan (secure) dalam hal ini penulis maksudkan sebagai upaya-upaya pengelolaan yang ditujukan untuk menjamin keamanan handak dari kemungkinan penyalahgunaan. Ketentuan mengenai pengamanan handak diatur dalam pasal 71, sebagai berikut :
    (1) Tata cara pengamanan bahan peledak oleh petugas Satpam Pengguna Akhir atau Produsen dan Distributor:
    a. pengamanan di tempat penyimpanan bahan peledak dilakukan oleh minimal 2(dua) petugas Satpam Pengguna Akhir atau Produsen dan Distributor dan dijaga selama 24 jam secara terus menerus;
    b. pada pos penjagaan disediakan buku mutasi sebagai catatan dalam rangka kegiatan pengamanan, bila ada hal-hal lainnya yang berkait dengan masalah kasus bahan peledak harus dicatat dalam buku mutasi;
    c. pelaksanaan tugas jaga oleh Satpam Pengguna Akhir dalam pengamanan gudang tempat penyimpanan bahan peledak, diatur dengan sistem ploeg yang anggotanya disesuaikan dengan jumlah kekuatan Satpam yang ada;
    d. petugas Satpam yang melaksanakan tugas pengamanan gudang bahan peledak,dilengkapi dengan surat perintah dan Kartu Tanda Anggota Satpam serta peralatan yang diperlukan antara lain berupa pluit, senter, pisau atau pentungan dan borgol;
    e. dalam pelaksanaan tugas jaga gudang tempat penyimpanan bahan peledak, petugas Satpam berkewajiban:
    1. menyaksikan dan mengawasi serah terima baik dalam pemasukan maupun pengeluaran bahan peledak di gudang;
    2. menjaga keamanan dan keselamatan penyimpanan bahan peledak di gudang;
    3. mengambil tindakan preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan kelesamatan bahan peledak yang disimpan di dalam gudang;
    4. melarang orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati gudang bahan peledak;
    5. mengawasi dan mencatat setiap petugas yang memasuki gudang baik dalam rangka pemasukan, pengeluaran bahan peledak maupun dalam rangka tugas kunjungan kerja atau pemeriksaan gudang;
    6. mengambil tindakan pertama ditempat kejadian bila terjadi gangguan keamanan dan keselamatan bahan peledak yang disimpan di gudang, dan selanjutnya melaporkan kepada pimpinan perusahaan dan pada Polri setempat;
    7. mencatat dalam buku mutasi pada pos penjagaan tentang kegiatan pengamanan dalam penyimpanan bahan peledak.

    2. Kajian Aspek Keselamatan Fasilitas Penyimpanan Handak
    Dalam Perkap 02/2008, mengenai lokasi fasilitas penyimpanan handak diatur pada pasal 67, sebagai berikut :
    Untuk pengamanan penyimpanan bahan peledak wajib memenuhi persyaratan dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. lokasi gudang bahan peledak harus jauh dari pemukiman penduduk, jalan umum, dan lokasi peledakan;
    b. jarak aman gudang bahan peledak ditentukan:
    1. setiap 1.000 meter, detonator Nomor 8 setara dengan 1 (satu) kilogram bahan peledak peka detonator bilamana kekuatannya melebihi Detonator Nomor 8 harus disesuaikan dengan ketentuan pabrik pembuatnya dan;
    2. setiap 330 meter, sumbu ledak dengan spesifikasi 50 sampai dengan 60 grain setara dengan 4 kilogram bahan peledak peka Detonator. ( 1 grain = 0.06479891 grams )

    Sedangkan mengenai konstruksi fasilitas penyimpanan handak diatur dalam pasal 69, sebagai berikut :
    (1) Gudang bahan peledak harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    a. konstruksi harus terbuat dari material yang tidak mudah terbakar, cukup kuat seperti beton, bata, hollow brick, dan batu yang dilengkapi lobang-lobang ventilasi pada dinding bagian atas, dan bawah atau alur lobangnya serong dan dilengkapi dengan jeruji besi.
    b. atap gudang dipasang dengan bahan yang ringan (asbes atau seng) dan langit-langitnya dipasang kawat karmunik.
    c. pintu gudang harus kuat, dilapisi dengan plat baja dan kunci pintu dilindungi dengan kotak pelindung dibuat dari plat baja.
    d. gudang terdiri dari dua ruangan:
    1. ruangan depan disebut ruangan pengeluaran, yang digunakan untuk ruang administrasi dan pengecekan ke luar atau masuk bahan peledak;
    2. ruangan belakang digunakan untuk menimbun atau menyimpan bahan peledak;
    e. pintu depan atau pintu luar dan pintu dalam tidak boleh berhadapan langsung;
    f. tanah disekitar gudang harus dibuat tanggul setinggi 2 (dua) meter dengan lebar atas 1 (satu) meter dan dikelilingi dengan pagar kawat, dan pintu masuk tidak boleh berhadapan langsung dengan pintu gudang;
    g. harus ada lampu penerangan yang ditempatkan pada pos penjagaan atau pagar disekitar gudang;
    h. gudang harus dilengkapi dengan penangkal petir (tahanan pentanahan maksimal 5 Ohm);
    i. dalam gudang harus ada thermometer dan suhu dalam gudang tidak boleh lebih dari 35 derajat Celcius untuk yang peka detonator;
    j. harus ada pos penjagaan yang letaknya di bagian luar pagar yang dapat mengawasi gudang dan sekitarnya;
    k. harus ada alat pemadam kebakaran yang ditempatkan di luar sekitar gudang dan pos penjagaan serta gudang Ammonium Nitrate dengan kapasitas di atas 5000 kilogram harus dilengkapi dengan air bertekanan (hydrant);
    l. harus dilengkapi dengan alat-alat tanda bahaya dan alat komunikasi antara lain berupa telepon, radio komunikasi, sirene.
    (2) Jenis gudang bahan peledak terdiri dari:
    a. gudang untuk penyimpanan dinamit dan sejenisnya (peka detonator);
    b. gudang untuk tempat penyimpanan Detonator;
    c. gudang untuk tempat penyimpanan Anfo (Peka Primer) atau Ammonium Nitrate (ramuan) dan sejenisnya.

    Sedangkan mengenai tata cara penyimpanan dalam masing-masing fasilitas penyimpanan handak diatur dalam pasal 70 sebagai berikut :
    (1) Tata cara penyimpanan bahan peledak di dalam gudang Detonator sebagai berikut:
    a. hanya disimpan detonator, sumbu api (safety fuse) dan sejenisnya;
    b. disimpan di atas rak yang terbagi 5 susun dengan tinggi maksimal 180 cm dan jarak dari lantai ke dasar rak minimal 30 cm serta wajib dikelompokkan sesuai macam dan jenis serta pengaturan kemasan harus dipisahkan, peti-peti yang belum pernah dibuka dengan yang sudah dibuka dan telah diambil isinya;
    c. selalu mengeluarkan persediaan atau stock yang sudah lama terlebih dahulu dengan sistem First In First Out (FIFO);
    d. dilarang membuka kemasan detonator atau mengepak atau mengepak ulang didalam gudang;
    e. untuk membuka atau menutup kembali kemasan harus dilakukan secara hati-hati dan jangan menjatuhkan, melemparkan atau membanting atau menggeser di atas lantai;
    f. dilarang menggunakan alat-alat dari logam yang dapat memercikan api untuk membuka atau menutup kemasan detonator;
    g. di dalam gudang tidak boleh ada detonator yang tercecer atau tersimpan lepas dari kemasannya dan juga tidak boleh ada kemasan detonator yang terbuka;
    h. gudang dan sekitarnya harus bersih dari sampah, rumput atau semak dan bahan-bahan lainnya yang mudah terbakar;
    i. dilarang merokok dan membawa geretan atau korek api, senjata api, peluru,sepatu berduri atau alat-alat lain yang dapat menghasilkan nyala api;
    j. pintu gudang harus selalu dalam keadaan tertutup dan terkunci, kecuali apabila dibuka untuk pengeluaran yang sah dan pemeriksaan;
    k. gudang harus dipasang 3 (tiga) buah gembok yang kuncinya dipegang secara terpisah oleh Kepala Teknik, Kepala Gudang dan Polri;
    l. apabila terjadi kebocoran pada atap gudang atau kerusakan-kerusakan lainnya harus segera diperbaiki;
    m. detonator yang dikeluarkan dari gudang yang sedang diperbaiki, wajib disimpan pada gudang Detonator lainnya atau ditempatkan pada jarak yang aman disekitarnya dan harus dijaga.

    Tatacara penyimpanan bahan peledak dalam gudang Dinamit pada prinsipnya sama dengan gudang Detonator hanya perbedaannya adalah pada pengaturan rak, dimana di gudang dinamit disimpan di atas rak (rak terbagi 4 susun) dan tingginya maksimal 180 cm dari lantai serta jarak dari lantai ke dasar rak minimal 30 cm.
    Dalam perkap tersebut disebutkan bahwa bangunan penyimpanan handak dapat bersifat permanen maupun sementara, namun tidak disebutkan kemungkinan bahwa bangunan tersebut dapat juga bersifat portable (dapat dipindahkan).
    Sebagai alternatif, dapat digunakan Portable Field Storage atau Fasilitas Penyimpanan yang dapat dipindahkan. Fasilitas ini dapat berbentuk box, trailer atau semi trailer, yang tahan peluru, tahan api, tahan cuaca, memiliki sistem pengamanan anti pencurian dengan disertai pengaturan ventilasi yang baik. Fasilitas ini harus diletakkan tidak bersentuhan langsung dengan tanah dan harus dihindarkan dari kemungkinan terendam air dengan memiringkan tanah di sekitar lokasi perletakan fasilitas tersebut.
    Kebutuhan konstruksi fasilitas penyimpanan portabel :
    1) Eksterior, pintu, dan bukaan atas
    Terbuat dari besi baja dengan tebal minimal ¼ inchi (6,5 mm) dan dilapisi bagian dalamnya dengan kayu lapis keras dengan ketebalan minimum 3 inchi (7,5cm). Bila memiliki bukaan atas harus dipastikan bahwa tutup bukaan atas anti air dan tidak memungkinkan air masuk melalui celahnya.

    2) Engsel dan selot
    Engsel dan selot harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak dapat dirusak atau dibongkar. Engsel dipasang pada bagian dalam pintu sehingga tidak mudah dirusak dari luar.
    3) Kunci ditempatkan minimal pada 3 titik selot yang terpisah.
    4) Ventilasi diatur dengan membuat lubang-lubang udara berukuran 4 inchi x 6 inchi (10cm x 15 cm) pada bagian dasar dan bagian atap. Ventilasi diamankan dengan jeruji besi.

    3. Teori SWOT
    Analisis SWOT ( Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threat ) adalah salah satu Model Rencana Strategis. Model ini diperkenalkan oleh Kearns (1992), dalam diktat yang disusun oleh Karyoso. Secara singkat teori tersebut dapat dijabarkan dalam pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
    Dalam Analisis SWOT Kearns ditampilkan matrik 6 (enam) kotak, dua yang paling atas adalah kotak faktor eksternal yaitu PELUANG dan ANCAMAN / HAMBATAN, dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal, yaitu KEKUATAN dan KELEMAHAN. Empat kotak lainnya (A, B, C, D) merupakan isu strategi yang timbul sebagai hasil kontak antara faktor-faktor internal dan eksternal. Keempat isu strategi itu adalah :
    a. Strategi SO
    Dipakai orang untuk menarik keuntungan dari peluang yang ada dalam lingkungan eksternal.
    b. Strategi WO
    Strategi ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang dari lingkungan luar. Sering dijumpai dilemma ada peluang terlihat, tetapi orang tidak mampu mengerjakannya.
    c. Strategi ST
    Strategi ini dipergunakan organisasi untuk menghindari, paling tidak memperkecil dampak dari ancaman yang datang dari luar.
    d. Strategi WT
    Strategi ini merupakan taktik pertahanan yang diarahkan pada usaha memperkecil kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.
    Gambar 2.1 Matriks TOWS
    STRENGTH WEAKNESS
    Susun Daftar Kekuatan Susun Daftar Kelemahan
    OPPORTUNITIES STRATEGI SO STRATEGI WO
    Susun Daftar Peluang Pakai kekuatan untuk memanfaatkan peluang Tanggulangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang
    THREATS STRATEGI ST STRATEGI WT
    Susun Daftar Ancaman Pakai kekuatan untuk hindari ancaman Perkecil kelemahan dan hindari ancaman
    Sumber : Karyoso (2004)


    BAB III
    KONDISI PENGELOLAAN FASILITAS PENYIMPANAN HANDAK
    DI SATBRIMOBDA PAPUA

    4. Tata Letak Fasilitas Penyimpanan Handak dan Lingkungan di Sekitarnya
    Gambaran tata letak bangunan yang dipergunakan sebagai fasilitas penyimpanan handak dapat dilihat sebagai berikut :
    Gambar 3.1. Denah Fasilitas Penyimpanan Handak

    Fasilitas penyimpanan handak di Sat Brimobda Papua memanfaatkan ruangan berukuran 4.4 meter X 1.7 meter untuk menyimpan cartridge, detonator, sample bahan peledak, casing bom pipa, isian bom pipa berupa TNT dan ANFO. Sedangkan mortir dan granat temuan sisa-sisa PD II diletakkan dalam bom trailer.
    Sebagai gambaran mengenai lingkungan dan aktivitas yang ada di sekitar gudang dapat dijelaskan sebagai berikut :
    1. Jarak 100 meter : jalan raya umum yang menghubungkan Abepura-Jayapura dengan lalulintas padat.
    2. Jarak 40 meter : aktivitas perkantoran, yaitu kantor Mako Detasemen A
    3. Jarak 25 meter : Garasi truk dan garasi Baracuda
    4. Jarak kurang dari 15 meter : Gudang Solar dan perumahan anggota
    Ada 2 fasilitas yang dipakai yaitu ruangan gudang dan bomb trailer. Isi dalam fasilitas penyimpanan handak adalah sebagai berikut :
    a. Dalam gudang :
    - Cartridge disruptor sebanyak 400 butir
    - Seismic/handak high explosive 8 x 200 gram
    - Detonator listrik 24 buah
    - Sumbu Ledak
    - Bom Rakitan temuan yang sudah dipisahkan dari isiannya
    b. Dalam bomb trailer
    - 1 buah Japanese Bomb, 12 kg Incendiary,Type 97
    - 3 buah U.S. Hand Grenade, Frag., M2A1, M2A2, U.S. ARMY
    - 1 buah U.S. Projectile, 5-inch, High Explosive, HC, MK 41
    - 1 buah Japanese Projectile, 75-mm, Anti Aircraft, Type 90, Long Pointed
    5. Pengelolaan Keamanan Fasilitas Penyimpanan Handak
    Subden Jibom Satbrimobda Papua terdiri atas 26 personel, dimana 20 personel diantaranya menjalankan tugas operasi di wilayah. Dari 26 personel tersebut sejumlah 18 orang berkualifikasi jibom dan pernah mengikuti kursus penjinakan bom. Pada saat ini yang menjalankan tugas unit jibom di Mako Satbrimobda Papua hanya 6 personel, 4 diantaranya sudah berkualifikasi penjinak bom atau operator.
    Dari hasil observasi di lapangan maupun interview dengan sejumlah perwira maupun anggota Detasemen Gegana, khususnya Unit Jibom, maka dapat diketahui pengelolaan keamanan yang dilaksanakan sebagai berikut :
    1. Tidak ada piket personel khusus untuk bertugas menjaga fasilitas penyimpanan handak. Pada saat ini setiap harinya dari 6 orang anggota unit jibom yang bertugas di Mako Sat Brimobda Papua, disiagakan 2 orang mulai piket 24 jam dari jam 08.00 pagi sampai dengan 08.00 pagi, dengan tugas sebagai berikut :
    - merawat kebersiihan alut dan alsus jibom
    - merawat kebersihan kendaraan / rantis jibom
    - merawat kebersihan ruangan-ruangan unit ji bom
    Pada awalnya maksud di adakan piket alsus tersebut adalah untuk melakukan pemeliharaan baterai alat-alat khusus yang harus senantiasa siaga dan siap digunakan, namun kemudian diberikan tugas tambahan seperti tercantum di atas.
    Dalam pelaksanaan tugasnya tidak ada tanggung jawab yang diberikan kepada personel piket atau jaga untuk memastikan kondisi kebersihan gudang handak dan mengontrol kuantitas maupun kualitas handak atau bom temuan yang tersimpan di dalam gudang. Semua kegiatan yang dilaksanakan selama waktu piket di tuliskan di dalam buku mutasi piket.
    2. Tidak ada pos penjagaan khusus yang ditempatkan di lokasi fasilitas penyimpanan handak. Personel tidak selalu berada di ruangan jaga, personel yang melaksanakan piket terkadang melaksanakan tugas jaga di rumah masing-masing sambil menunggu panggilan jika ada emergency calling atau perintah terkait informasi adanya ancaman bom atau informasi temuan bahan peledak
    3. Tidak di dukung dengan sistem penerangan yang memadai guna pendukung pelaksanaan tugas jaga. Hal ini menyebabkan kondisi di dalam dan di sekitar gudang bahan peledak menjadi gelap sehingga tidak mendukung pelaksanaan pengawasan anggota jaga terhadap lingkungan jaga.
    4. Personel piket juga tidak melaksanakan perawatan kebersihan ruangan yang di peruntukkan untuk menyimpan handak temuan atau handak latihan. Hal ini nampak dari kotornya ruangan gudang handak berdebu, tidak bersih dan lembab. Kondis ini akan menyebabkan bahan-bahan yang tersimpan di dalam nya akan mudah berkarat dan hal ini beresiko.
    5. Untuk mencegah penyalahgunaan handak, fasilitas penyimpanan dikunci dengan gembok tunggal. Kondisi sistem pengamanan dengan kunci tunggal tanpa kunci gembok pelapis akan memudahkan pihak-pihak yang berniat jahat untuk mengambil bahan-bahan peledak yang tersimpan di dalam gudang handak. Pencuri tidak akan membutuhkan waktu lama untuk membongkar dan masuk kedalam ruangan gudang.
    6. Petugas Jaga tidak berada di sekitar gudang dan tidak dapat mengawasi gudang secara langsung dan penuh dalam 24 jam. Personel yang melaksanakan tugas piket tidak di tuntut tanggung jawabnya untuk selalu berada di ruangan jaga atau sekitar gudang secara penuh 24 jam. Hal ini menyebabkan minimnya pengawasan terhadap gudang dan orang yang keluar masuk dari dan ke gudang handak secara bebas. Kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan sangat besar karena longgarnya pengawasan terhadap lalu lintas keluar masuk anggota atau non anggota baik pada jam dinas atau di luar jam dinas.
    7. Dalam pelaksanaan jaga tidak melaksanakan giat patroli di sekitar gudang secara periodik. Tugas dan tanggung jawab yang di emban oleh piket adalah pengecekan kebersihan kendaraan, alut/alsus serta merawat ruangan, tidak ada tugas atau piket untuk melaksanakan patroli sambil melaksanakan pengecekan atau pengontrolan kondisi sekitar bangunan , hal ini sangat beresiko karena adanya bahan peledak yang tersimpan di dalam gudang, dimana salah satu karakter bahan peledak adalah peka terhadap rangsangan dari luar seperti panas, gesekan ataupun sistem aliran listrik.
    6. Pengelolaan Keselamatan Fasilitas Penyimpanan Handak
    Fasilitas penyimpanan handak di Satbrimobda Papua terletak di dalam kompleks asrama, berdekatan dengan bangunan kantor lainnya maupun pemukiman. Karena keterbatasan ruangan fasilitas penyimpanan handak, bomb trailer dimanfaatkan pula sebagai tempat penyimpanan mortir dan granat temuan.
    Konstruksi bangunan terbuat dari beton dengan perkuatan baja serta lantainya dilapisi ubin keramik. Pada bagian langit-langitnya dilapisi oleh tripleks untuk mencegah debu kotoran atau air hujan merembes melalui celah genting. Pintu gudang berupa pintu kayu biasa dan diamankan dengan menggunakan kunci tunggal.
    Pada bagian dalam dari ruangan tersebut diletakkan cartridge disruptor, ANFO, fuse, dan seismic langsung pada lantai ubin. Tampak disekitar ruangan kotor dan kurang terawat kebersihannya. Tidak didapati adanya ventilasi untuk mengatur suhu di dalam ruangan dan tidak didapati adanya alat pemadam kebakaran portable.
    Penerangan di dalam gudang memanfaatkan tenaga listrik, namun diluar pintu gudang sama sekali tidak ada penerangan. Pada bagian atap gudang tidak dilengkapi dengan penangkal petir.
    Dari depan pintu gudang berhadapan langsung pada jarak 10 meter adalah perumahan warga. Tidak ada tanggul tanah ataupun pagar yang menghalangi antara area perumahan warga asrama dengan pintu ruangan tempat penyimpanan handak tersebut. Akses ke pintu gudang sangat mudah dicapai.
    Pada pintu ruangan penyimpanan bahan peledak tidak terpasang simbol tanda bahan berbahaya atau hazardous material yang dimaksudkan agar semua personel atau warga yang berkaktifitas di sekitar gudang tersebut mengetahui dan memahami akan adanya bahan berbahaya yang di simpan di dalam ruangan tersebut.
    Area di sekitar gudang merupakan kawasan dengan aktivitas cukup tinggi yaitu pemukiman warga asrama dan perkantoran. Di dalam sekitarnya juga terdapat garasi mobil dan gudang solar.Kesemua aktivitas ini berada dalam radius kurang dari 50 meter terhadap fasilitas penyimpanan handak. Dalam satu bangunan itu sendiri terdapat aktivitas perkantoran dan juga garasi mobil subden jibom.
    Menurut data dari Sie Yanma Satuan Brimob Polda Papua jumlah penghuni asrama yang tinggal didalam asrama Karel Sauit Tubun Kotaraja sekitar 926 jiwa. Jumlah warga dan personel yang beraktivitas pada siang hari (jam dinas) sekitar 813 jiwa termasuk diantaranya bhayangkari dan anak-anak sekolah serta sisanya aktivitas lain. Jumlah penghuni tersebut masih di tambah dengan adanya sanak saudara yang tinggal di asrama. Padatnya jumlah penghuni asrama dan rapatnya jarak baik antara pemukiman dan perkantoran merupakan resiko tersendiri bagi keselamatan jiwa personel dan warga penghuni asrama maupun sekitarnya .


    BAB IV
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

    Pengelolaan fasilitas magazine yang aman dan memenuhi syarat sehingga dapat menunjang tugas operasional Unit Jibom di Mako Satbrimobda Papua merupakan salah satu prioritas yang harus dipikirkan saat ini. Optimalisasi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak ini di pengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan observasi di lapangan, maka dapat diidentifikasikan faktor-faktor internal maupun eksternal yang berpengaruh.
    1. Faktor Internal
    a. Belum adanya peraturan yang mengatur mengenai fasilitas penyimpanan handak bagi Detasemen Gegana
    Sampai saat ini belum ada perangkat lunak yang mengatur aspek keamanan maupun keselamatan dari fasilitas penyimpanan handak. Oleh karena itu yang digunakan untuk mengkaji bagaimana pengelolaan fasilitas tersebut adalah Perkap 02/2008 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial. Keberadaan peraturan khusus bagi fasilitas penyimpanan handak bagi Den Gegana tentunya sangat dibutuhkan agar ada pedoman atau standard pelaksanaan pengelolaan fasilitas handak yang memenuhi aspek keamanan dan keselamatan.
    b. Kualitas dan kuantitas personel
    Dalam Daftar Susunan Personel Polri (DSPP), minimal jumlah personel dalam Subden Jibom adalah 30 orang dalam unit taktis dengan kualifikasi jibom ditambah 10 orang dalam kelompok komando dan staf pendukung yang dipimpin oleh Kasubden berpangkat Komisaris Polisi. Namun pada kondisi sebenarnya hanya terdapat 26 personel, 6 orang diantaranya belum berkualifikasi jibom. Dari 26 personel pun hanya 6 personel yang bertugas di Mako, sedangkan sisanya menjalankan tugas operasi di wilayah. Kurangnya personel ini secara langsung akan sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas operasional di lapangan.
    c. Keterbatasan area Mako Sat Brimobda
    Area Mako Sat Brimobda Papua berada di area yang cukup padat penduduk dan aktivitas tinggi di tepi jalan utama penghubung kota Abepura dan Jayapura. Dalam lingkungan asrama sendiri tidak terdapat tanah kosong yang cukup luas ataupun bangunan kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas penyimpanan handak.
    d. Penyesuaian Struktur Organisasi
    Sesuai dengan Perkap Nomor 22/2010 dalam pasal 222 dijelaskan bahwa Satbrimob pada polda tipe A terdiri dari 1 sub bag, 7 seksi, 3 Detasemen dan 1 Detasemen Gegana. Penyesuaian ini merupakan perubahan yang signifikan karena sebelumnya Gegana pada Sat Brimobda adalah sebuah Sub Detasemen yang dipimpin oleh Kasubden dengan pangkat Komisaris Polisi.
    Penyesuaian dari Subden Gegana menjadi Detasemen Gegana ini membawa implikasi pertambahan kualitas maupun kuantitas personil yang disyaratkan. Meskipun saat ini belum sesuai dengann DSPP, secara bertahap kualitas maupun kuantitas personel akan mengalami peningkatan sehingga mendekati jumlah yang disyaratkan.
    Diharapkan dengan perubahan dari Sub detasemen menjadi detasemen ini juga terjadi perubahan signifikan dalam aspek lain seperti perubahan anggaran maupun pemenuhan kebutuhan akan sarana dan prasarana sehingga Detasemen Gegana dan khususnya Subden Jibom dapat menjalankan tugas operasionalnya untuk mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang diakibatkan oleh ancaman bahan peledak.
    2. Faktor Eksternal
    a. Kerawanan wilayah Polda Papua dari masalah handak
    Berdasarkan data dari Tahun 2009 hingga Februari 2011 telah ditemukan 25 unit bahan peledak berbagai jenis, baik low explosive maupun high explosive. Secara lengkap dapat dilihat dari rangkuman dibawah ini :
    No Jenis Handak Jumlah Bahan Aktif Daya Ledak dan Jangkauan
    1. Hand Grenade 3 unit
    2. Bom Pipa 7 unit TNT dan ANFO
    3. Projectile 12 unit
    4. Bomb 3 unit
    Keterangan :
    Bom pipa merupakan penemuan pada saat terjadinya kerusuhan di Abepura bulan April 2009.
    Hand Grenade, Projectile dan Bomb buatan Belanda, Amerika, dan Jepang, merupakan peninggalan Perang Dunia II.
    Beberapa proyektil dan bom temuan telah dibuang ke tengah laut sehingga pada saat ini hanya terdapat 2 proyektil dan 1 bom temuan yang disimpan dalam bomb trailer. Disposal proyektil dan bom ke tengah laut sebelumnya dipandang sebagai solusi dengan pertimbangan kemungkinan korban jiwa kecil, namun cara seperti ini tentunya tidak tepat karena seharusnya handak yang tidak digunakan dinetralisir atau diledakkan sehingga tidak membahayakan.

    b. Hubungan harmonis dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah
    Keberadaan Sat Brimobda Papua di tengah masyarakat berperan serta dalam menciptakan suasana aman dan tertib. Dalam hal ini Unit Jibom Satuan Brimob Polda Papua telah banyak melakukan penanganan bom temuan baik militer maupun rakitan di wilayah Papua dan sekitar yang berasal dari laporan dari masyarakat atau permintaan satuan kewilayahan setempat.
    Komunikasi lintas sektoral baik secara formal maupun informal antara Satuan Brimob Daerah Polda Papua dengan Pemerintah Daerah setempat, baik pada tingkat provinsi maupun daerah tingkat II Kabupaten sudah lama terjalin. Hal ini merupakan modal awal bagi kedua belah pihak yang bertujuan sama guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Persamaan tujuan dan persepsi terhadap upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan suatu bentuk peluang bagi Satuan Brimob Polda Papua terkait masalah penyediaan lahan gudang handak.
    c. Dampak terhadap warga asrama maupun di sekitarnya
    Keberadaan fasilitas penyimpanan handak yang berdekatan dengan pemukiman warga asrama menimbulkan keresahan sendiri diantara para warga dan hal tersebut juga telah beberapa kali diungkapkan kepada petugas Unit Jibom.
    Temuan bahan peledak atau bom militer yang diserahkan kepada Unit Jibom oleh kesatuan wilayah atau masyarakat yang menemukan di amankan di gudang handak milik Satuan Brimob Polda Papua karena jika tidak diamankan akan menimbulkan keresahan dan kegelisahan di tengah masyarakat. Secara kuantitas terjadi peningkatan jumlah bom atau bahan peledak temuan yang tersimpan di gudang Unit Jibom karena satuan kewilayahan tidak bersedia menyimpan bahan peledak atau bom tersebut di gudang Polres atau Polda.
    Hal tersebut di atas menyebabkan kondisi warga asrama makin merasa tidak aman dan tenang. Ketidaknyamanan tersebut karena bahan peledak atau bom temuan tidak segera didisposal atau di musnahkan melainkan harus disimpan di dalam gudang handak untuk batas waktu yang tidak dapat ditentukan.
    BAB V
    KONDISI PENGELOLAAN FASILITAS PENYIMPANAN HANDAK
    YANG DIHARAPKAN

    Berdasarkan observasi maupun data-data serta wawancara singkat dengan pihak-pihak yang terkait, dapat dianalisis bagaimana peran pengelolaan fasilitas penyimpanan handak dalam menunjang tugas operasional Subden Jibom Satbrimoda Papua.
    1. Kajian Aspek Keamanan
    Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, maka dapat disusun kajian aspek keamanan fasilitas penyimpanan handak di Mako Sat Brimobda Papua
    a. Pengamanan personel terhadap fasilitas rendah
    Pengamanan personel dalam hal ini adalah pengamanan yang dilaksanakan oleh petugas piket jaga dan untuk mencegah orang-orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar area fasilitas handak. Idealnya fasilitas penyimpanan diatur pelaksanaan personelnya sebagai berikut :
    - Memiliki ruang penjagaan sendiri yang dijaga oleh setidaknya 2 orang selama 24 jam penuh. Atau setidaknya dilaksanakan patroli setiap 2 jam di sekitar fasilitas penyimpanan handak untuk memastikan keamanannya.
    - Memastikan hanya petugas yang berwenang saja yang berada disekitar fasilitas tersebut dan setiap personel yang keluar masuk dicatat kepentingannya untuk apa.
    - Mengambil tindakan preventif keamanan maupun keselamatan terhadap personel yang berada di sekitar fasilitas misalkan melarang jika ada yang merokok atau membawa benda yang rawan menimbulkan percikan api.
    - Mencatat hal-hal menyangkut pengamanan yang dilakukan dalam buku mutasi sebelum diserahkan kepada petugas jaga berikutnya.
    - Secara periodik memastikan jumlah handak tersimpan disesuaikan dengan jumlah yang masuk dan jumlah yang dikeluarkan.
    b. Pengamanan fisik terhadap bangunan rendah
    Pengamanan fisik yang penulis maksudkan dalam hal ini adalah pengamanan terhadap bangunan itu sendiri. Pengamanan fisik terhadap fasilitas penyimpanan handak minim sekali, yakni hanya mengandalkan pintu yang dikunci. Pengamanan seperti ini tentunya sangat mudah untuk dibobol, apalagi tanpa disertai patroli, penjagaan selama 24 jam, ataupun penerangan yang mencukupi.
    Idealnya dipasang perimeter-perimeter pengamanan di sekitar fasilitas untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan memasuki area tersebut. Pada perimeter terluar tentunya adalah tembok keliling berbentuk melandai yang dibuat dari tanah dipadatkan atau lazim disebut fire breaker. Selain berfungsi sebagai pagar juga berfungsi meredam efek berantai jika salah satu gudang meledak dan menahan fragmen terlempar secara horisontal sehingga efek fatal terhadap lingkungan sekitar dapat dihindari. Perimeter kedua adalah pos jaga yang ditempatkan di bagian depan dari gudang tersebut dengan fungsi menunjang pengamanan personel. Perimeter ketiga adalah bangunan gudang sendiri yang pintunya dikunci dengan gembok baja dan jika ada bukaan ventilasi ataupun jendela dikonstruksi sedemikian rupa sehingga tidak dapat diterobos.
    2. Kajian Aspek Keselamatan
    Berdasarkan fakta-fakta di lapangan yang telah dirangkum sebelumnya dalam Bab III maka dapat dikaji bagaimana aspek keselamatan fasilitas penyimpanan handak di Mako Sat Brimobda Papua.
    a. Penyimpanan fuse dan high explosive masih bercampur
    Dalam gudang handak terdapat fuse dan seismic yang diletakkan dalam satu ruangan, sedangkan di bomb trailer yang terletak dalam bangunan yang sama namun berbeda ruangan diletakkan TNT. Idealnya penyimpanan fuse dan penyimpanan high explosive dipisahkan dalam dua bangunan berbeda. Tidak hanya ditempatkan dalam bangunan berbeda, diantara kedua bangunan juga harus dibatasi firebreaker untuk meredam efek berantai jika terjadi ledakan.
    b. Konstruksi bangunan tidak memenuhi syarat
    Idealnya gudang handak merupakan fasilitas yang berdiri sendiri tidak bercampur dengan aktivitas lain. Namun karena keterbatasan yang ada gudang handak berada dalam satu bangunan bersama-sama dengan garasi dan area administrasi. Dalam gudang tidak tersedia ventilasi yang cukup sebagai syarat dipertahankannya suhu dibawah 35 derajat celcius. Dinding dan lantai gudang merupakan bahan yang tidak mudah terbakar ataupun memantulkan percikan sehingga aman. Pintu gudang terbuat dari kayu dan hanya dilindungi oleh kunci tunggal sehingga faktor keamanannya sangat rendah. Bagian langit-langit dilapisi bahan tripleks yang rentan terhadap bahaya kebakaran.
    Seperti umum diketahui bahan peledak sangat peka terhadap perubahan suhu sehingga penting menjaga suhu ruangan agar susunan kimia handak tetap stabil. Seluruh elemen bangunan yang ada di bagian dalam gudang harus bersifat tahan api, termasuk langit-langit dan pintu gudang. Pada bagian langit-langit dapat digunakan asbes yang bersifat tahan api dibandingkan tripleks atau gipsum, sedangkan pada pintu lebih bagus menggunakan besi/baja karena selain tahan api juga relatif lebih sulit dirusak.

    c. Perletakan handak
    Handak diletakkan di lantai, tidak ditempatkan dalam rak-rak yang seharusnya berjarak dari lantai. Hal ini mengakibatkan kerawanan terendam air yang dapat merusak handak apabila posisi muka air di luar gudang meningkat. Perletakan ini juga menyulitkan petugas jika harus menjaga kebersihan gudang. Tanpa diatur pada rak-rak terpisah dan letaknya yang menempel pada ubin dapat menyebabkan timbulnya kelembaban yang merusak fungsi handak tersebut. Sesuai dengan Perkap 02/2008 barang-barang dalam gudang diatur sesuai dengan jenisnya dalam rak-rak dari bahan yang tidak mudah terbakar (misalkan besi atau alumunium) sehingga memudahkan penghitungan kembali.
    d. Instalasi listrik
    Dalam gudang seharusnya tidak ada instalasi listrik karena rawan menimbulkan arus pendek yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Terlebih didukung dengan adanya bahan-bahan yang mudah terbakar seperti tripleks yang melapisi langit-langit, dan keberadaan bahan-bahan peledak yang rawan terbakar.
    e. Lingkungan sekitar
    Keberadaan gudang solar, garasi, perkantoran dan perumahan warga asrama pada radius 50 meter dari gudang handak merupakan ancaman resiko keselamatan yang tinggi. Aktivitas di garasi seperti memanaskan kendaraan berpotensi menimbulkan percikan api, demikian pula keberadaaan bahan bakar di dekatnya. Sedangkan keberadaan aktivitas manusia baik berupa perkantoran maupun pemukiman merupakan resiko tinggi seandainya terjadi ledakan pada fasilitas penyimpanan handak bisa berupa kerusakan pada bangunan ataupun luka tubuh yang diakibatkan pecahan, bisa juga rusaknya gendang telinga dan paru-paru yang diakibatkan oleh getaran akibat ledakan tersebut.
    3. Analisis SWOT berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi
    Pada bab IV telah dibahas beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pengelolaan fasilitas handak. Dari faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 faktor sebagai berikut :
    a. Strength
    - 80% anggota Subden Jibom telah berkualifikasi atau mengikuti pelatihan sebagai penjinak bom.
    - Penyesuaian struktur organisasi dari Sub Den Gegana menjadi Den Gegana sehingga mendorong peningkatan dari segi kualitas dan kuantitas anggota.
    b. Weakness
    - Belum adanya peraturan khusus mengenai aspek keamanan dan keselamatan fasilitas penyimpanan handak
    - Dari segi kuntitas personel baru sekitar 70% DSPP, dan itupun masih ditugaskan dalam tugas operasi kewilayahan
    - Keterbatasan area kosong dalam Mako Satbrimobda Papua
    c. Opportunity
    - Hubungan harmonis dengan Pemerintah Daerah setempat
    - Hubungan koordinasi dan pembinaan dengan Mako Korp Brimob Polri
    d. Threat
    - Kondisi wilayah Papua dengan kerawanan masalah handak yang ditimbulkan karena historis Papua maupun situasi sosial politik
    - Keresahan dari warga di sekitar fasilitas penyimpanan handak yang mengkhawatirkan dampak bila terjadi kebakaran atau ledakan.
    Dari keempat faktor tersebut maka dapat disusun beberapa isu strategi untuk optimalisasi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Mako Satbrimobda Papua sebagai berikut :
    a. Strategi SO
    Melanjutkan upaya-upaya pembinaan personel bekerjasama dengan Sat I Gegana Mako Korps Brimob Polri dalam rangka peningkatan kualitas personel. Pembinaan dapat dilakukan dengan sistem Training or Trainers, sehingga dapat menghemat dari sisi anggaran. Pembinaan meliputi prosedur pengamanan fasilitas penyimpanan handak, tindakan preventif maupun langkah-langkah yang harus dilakukan seandainya terjadi resiko seperti kebakaran, banjir, dan lain-lain.
    b. Strategi WO
    - Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk penyediaan lahan jika dimungkinkan untuk membuat fasilitas penyimpanan handak (magazine) yang bersifat permanen. Fasilitas penyimpanan handak permanen membutuhkan lahan yang cukup luas karena harus ada lahan kosong disekeliling fasilitas yang cukup lebar untuk menghindarkan pengaruh ledakan terhadap bangunan maupun orang. Walaupun dalam jangka panjang merupakan keuntungan tersendiri, masih harus mempertimbangkan masalah anggaran dan urgensi bangunan tersebut untuk saat ini.
    - Berkoordinasi dengan Mako Korps Brimob Polri, khususnya Sat I/Gegana untuk memutakhirkan SOP penanganan handak, termasuk penyimpanan maupun netralisasi dan disposal, dan optimalisasi sarana prasarana pendukung. Keberadaan fasilitas penyimpanan handak permanen di Sat I/Gegana dapat menjadi acuan jika diputuskan untuk mengadakan pembangunan fasilitas serupa di Satbrimobda Papua.
    c. Strategi ST
    - Memberikan pembinaan kepada warga sekitar asrama untuk menjelaskan usaha-usaha pengamanan yang ditempuh untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya ledakan, hal ini mengasumsikan bahwa langkah-langkah dan tindakan tertentu telah ditempuh untuk meningkatkan aspek keselamatan fasilitas.
    - Meningkatkan kemampuan anggota dalam penanganan handak dan mengoptimalkan sarana prasarana yang ada sehingga mampu menghadapi tantangan kerawanan handak di wilayah Papua, baik handak temuan yang disita dari kelompok pengacau keamanan maupun handak temuan sisa-sisa Perang Dunia II.
    d. Strategi WT
    Melaksanakan pembinaan dan pelatihan Standart Operating Procedure tentang penanganan handak secara periodik dan terpadu terhadap personel yang bertanggung jawab di fasilitas magazine diharapkan mampu memperkecil resiko terjadinya kerugian terutama untuk menghindari munculnya korban jiwa.
    4. Alternatif Pengelolaan Aspek Keselamatan Fasilitas Penyimpanan Handak
    a. Membangun fasilitas penyimpanan handak berupa gudang handak (magazine)
    Pada saat ini tidak dimungkinkan untuk membangun gudang handak di area Mako Satbrimobda Papua. Hal ini dikarenakan tidak ada area yang cukup luas untuk bisa dimanfaatkan sebagai area fasilitas penyimpanan handak. Jika ingin membangun fasilitas yang aman maka kemungkinannya adalah membuat fasilitas penyimpanan handak terpisah dari Mako Satbrimobda Papua. Keberadaan fasilitas penyimpanan handak memang tidak harus menempel dengan Sat Brimobda selama aspek keamanannya juga diperhatikan dengan seksama.

    b. Mengadakan fasilitas penyimpanan handak portable
    Penyimpanan handak portable berupa kontainer atau semi trailer merupakan salah satu solusi jangka pendek yang dapat dimanfaatkan bila pembangunan fasilitas berupa bangunan permanen masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada saat ini sudah tersedia produk-produk portable field storage yang tersedia dalam berbagai ukuran dan model sesuai dengan kebutuhan. Faktor keselamatan merupakan pertimbangan utama pemanfaatan fasilitas ini. Karena sifatnya yang mudah dipindahkan penempatan fasilitas ini menjadi fleksible sehingga bisa diatur sedemikian rupa untuk penerangan dan dalam jangkauan pandangan petugas jaga.


    BAB VI
    KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

    1. Kesimpulan
    Berdasarkan uraian pada Bab-Bab sebelumnya ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik untuk menjawab pokok-pokok persoalan yang dikemukaan pada Bab I, sebagai berikut :
    a. Kondisi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak di Mako Satbrimobda Papua
    Bahwa kondisi pengelolaan fasilitas penyimpanan bahan peledak di Satuan Brimob Polda Papua tidak optimal. Indikator dari tidak optimalnya pengelolaan adalah rendahnya aspek keamanan dan aspek keselamatan pengelolaan.
    b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan fasilitas tempat penyimpanan bahan peledak disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal.
    c. Kondisi pengelolaan fasilitas penyimpanan handak yang diharapkan
    Kondisi pengelolaan yang diharapkan diharapkan memenuhi 2 aspek yaitu :
    1) Aspek Keamanan, kegiatan yang perlu di tempuh guna mengoptimalkan pengelolaan antara lain :
    a) Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan Mako Korp Brimob Polri terkait penyusunan prosedur pengamanan gudang bahan peledak
    b) Renovasi dan perbaikan fisik bangunan yang ada, yang terutama adalah penambahan fasilitas penerangan dan pembuatann rak peletakan handak.
    c) Penyusunan regulasi atau SOP cara penjinakkan bom militer dan rakitan.

    2) Aspek Keselamatan
    a) Penyusunan regulasi atau SOP tindakan pertama jika terjadi kecelakaan atau bencana.
    b) Penataan kembali bahan peledak yang ada di dalam gudang handak
    c) Sosialisai SOP aspek-aspek keselamatan yg telah ditempuh kepada warga asrama.
    d) Renovasi bagian atap gudang bahan peledak dan memutus instalasi listrik yang ada.
    e) Pengadaan fasilitas penyimpanan yang bersifat portable dalam jangkan menengah
    f) Kerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat terkait rencana pembangunan gudang handak permanen.
    2. Rekomendasi
    Berdasarkan penjelasan pada Bab V maka dapat direkomendasikan beberapa hal untuk optimalisasi pengelolaan fasilitas handak di Mako Satbrimobda Papua sebagai berikut :
    a. Pengelolaan Keamanan
    1) Berkoordinasi dengan Sat I Gegana Mako Korps Brimob Polri untuk menyusun SOP pengamanan personel fasilitas penyimpanan handak. Pengamanan menyangkut patroli maupun pengamanan terhadap personel yang keluar masuk gudang.
    2) Memperbaiki sarana pengamanan fisik bangunan di ruangan penyimpanan handak yaitu penerangan, mengganti pintu dan kunci dengan yang lebih kuat. Jika tidak dimungkinkan pengawasan dalam 24 jam dengan penerangan yang cukup akan mendukung aspek pengamanan fasilitas.
    3) Menyusun prosedur pengelolaan handak temuan agar sesegera mungkin dinetralisir atau diuraikan. Dengan demikian dalam fasilitas penyimpanan tidak terdapat banyak handak yang tidak terpakai.
    b. Pengelolaan Keselamatan
    1) Menyusun SOP tindakan preventif ( evacuation planning ) maupun tindakan pertama yang harus dilakukan seandainya terjadi bahaya seperti kebakaran sehingga tidak meluas dan menyebabkan ledakan.
    2) Mengorganisir peletakan barang-barang yang tersimpan di gudang dalam rak sehingga memudahkan menjaga kebersihan maupun melakukan pengecekan.
    3) Memberikan pembinaan kepada warga di sekitar asrama menyangkut sosialisasi pengelolaan aspek keselamatan yang telah dilaksanakan sehingga tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut.
    4) Mengganti bagian konstruksi yang mudah terbakar seperti langit-langit tripleks dan memutus aliran listrik ke dalam fasilitas penyimpanan handak. Untuk penerangan dapat digunakan lampu yang diaktifkan dengan tenaga baterai.
    5) Dalam jangka menengah mengusahakan pengadaan fasilitas penyimpanan yang portabel sehingga dapat lebih meningkatkan faktor keselamatan.
    6) Dalam jangka panjang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat mengusahakan pengadaan fasilitas penyimpanan permanen dengan mempertimbangkan pemenuhan aspek keamanan dan keselamatan.

    DAFTAR ISTILAH :

    1. Bom, adalah suatu benda yang terangkai dari 4 (empat) komponen utama yaitu sumber daya (power), pencetus (initiator), bahan peledak (explosive) dan saklar (switch)
    2. Blasting machine adalah alat / mesin yang digunakan untuk meledakan bahan peledak. Blasting machine disebut juga Dynamo explorer , tetapi pengunaannya sekarang sudah diganti dengan baterai / accu ( aki ) yang lebih praktis dan aman.
    3. Initial Explosive adalah handak penghancur yang digunakan sebagai pengumpan terhadap handak pokok atau utama, sifatnya peka terhadap panas, mendetonir handak yang kurang peka, daya tahan kurang , dan beracun.
    4. Bahan peledak adalah bahan atau zat yang berbentuk padat, cair , gas ataupun campurannya apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan atau gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang sebagian besar atau seluruhnya bernbentuk gas dan perubahan tersebut berlangsung dalam waktu singkat disertai efek panas dan tekanan yang sangat tinggi
    5. Switching adalah suatu alat / pesawat yang dapat memindahkan satu posisi ke posisi yang lain dan dapat digunakan untuk menghasilkan arus listrik , pembakaran maupun ledakan.
    6. Detonator adalah suatu handak yang digunakan sebagai alat pengumpan / penghantar ledakan terhadap sejumlah handak lainnya.
    7. Sumbu ( fuze ) adalah sejenis handak / bahan penyala sebagai alat pengumpan / pengantar dan penguat ledakan terhadap sejumlah handak lainnya.
    8. ANFO adalah singkatan dari ammoniun nitrat (AN) sebagai zat pengoksida dan fuel oil (FO) sebagai bahan bakar. Setiap bahan bakar berunsur karbon, baik berbentuk serbuk maupun cair, dapat digunakan sebagai pencampur dengan segala keuntungan dan kerugiannya. Pada tahun 1950-an di Amerika masih menggunakan serbuk batubara sebagai bahan bakar dan sekarang sudah diganti dengan bahan bakar minyak, khususnya solar.
    9. Bom ( militer ) adalah suatu alat peledak pada umumnya buatan pabrik yang terbuat dari isian handak yang dikemas dalam suatu pembungkus dan dilengkapi dengan suatu alat ( mekanis ) sebagai penyala / peledak penghantar yang akan menimbulkan ledakan yang besar.
    10. Temuan Bom, adalah suatu benda yang ditemukan dengan atau tanpa alat deteksi khusus, yang memiliki cirri dan tanda tertentu, sehingga patut diduga sebagi Bom.
    11. Ledakan Bom, adalah peristiwa pelepasan energy kimiawi secara tiba-tiba dari sebuah Bom
    12. Disposal, adalah suatu rangkaian kegiatan untuk menjadikan bahan peledak dan/atau bom menjadi musnah atau tidak dapat dipergunakan kembali dan aman
    13. Penjinakan Bom, adalah suatu rangkaian tindakan yang dilakukan Unit Penjinak Bom untuk menjadikan Bom tidak berfungsi dan aman.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. DEPDIKNAS, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga Balai Pustaka Jakarta. 2003
    2. KARYOSO, Diktat Manajemen Perencanaan dan Penganggaran, Jakarta, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, 2004
    3. REPUBLIK INDONESIA, Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja, Jakarta 2010
    4. REPUBLIK INDONESIA, Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 2 tahun 2008 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial, Jakarta, 2008
    5. REPUBLIK INDONESIA, Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 Penanganan Penjinakan Bom, Jakarta, 2010
    6. REPUBLIK INDONESIA, Undang-undang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, 2002
    7. UNITED STATES DEPARTEMENT OF DEFENCE, Ammunition and Explosive Safety Standard, , 2008 (Incorporating Change 2, 2009 )

    LAMPIRAN POLA PIKIR

  25. selamat siang pak, sy berdinas di spn klu tema nya dengan semangat reformasi birokrasi polri, setukpa lemdikpol membentuk first line supervisor yang bermoral, profesional, modern dan unggul serta serta memiliki karater kebhayangkara dalam pelaksanaan tugas kepolisian guna mensukseskan pemilu tahun 2014. apa judul yang cocok untuk tema di atas? terima kasih

    • selamat siang juga pak , sebagai lembaga pendidikan lemdikpol Polri memiliki STATUS dan PERAN tersendiri , melihat dari tema yang bapak sampaikan tadi mungkin bisa saya usulkan saran untuk :
      memulai dengan merumuskan key factor dari tema :
      1. setukpa polri : peran , status , fungsinya atau kemampuannya, organisasi atau strukturnya yang mau diangkat sebagai tulisan pilih salah satu.
      2. first line supervisor : produk dari setukpa , bisa dilihat aspek manusia peserta didiknya atau kapasitasn dan kapabilitas yang akan dibentuk
      3. mensukseskan pemilu 2014

      nah dari ketiga key fact tadi coba dirumuskan menjadi

      peningkatan kemampuan komunikasi GADIK dalam mewujudkan output pendidikan berupa First line supervisor yang bermoral, Profesional dan Modern guna mensukseskan Pemilu 2014

  26. Selamat siang pak,mohon penjelasan apakah NKP berbeda dengan tulisan ilmiah seperti Skripsi dan Tesis? Kalau dilihat dari syarat judul yang dikemukan harus ada 3 variabel. Menurut kami variabel pada judul terdapat pada penelitian kuantitatif,meskipun memang ada beberapa peneliti menganggap bahwa judul pada penelitian kualitatif dapat disamakan dengan variabel.Contoh judul penelitian kualitatif: pola penyelidikan satuan intelkam polres x dalam pengungkapan jaringan pelaku curanmor. Akan sangat berbeda dengan judul penelitian kuantitatif,Contoh: Hubungan antara motivasi,kepemimpinan dan kinerja satuan intelkam Polres X.Terimakasih

    • skripsi , tesis dan disertasi maupun NKP ( Naskah karya perorangan ) sebagai produk akademis , tentulah harus dibuat dengan menggunakan kaidah kaidah akademis itu sendiri yakni ilmiah , dapat dibuktikan dan yang pasti bisa diuji atau bukan fantasi, terkait variabel judul yang terdapat 2 atau 3 , memang terdapat beberapa sudut pandang terkait metodologi penelitian sehingga munculah dua mainstream anatara pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang ternyata juga beberapa orang menciptakan kuantilatif , fenomena ini kalau dianalogikan sedang makan siang entah dengan sumpit atau sendok ,,, outputnya adalah kenyang atau hasilnya adalah penuangan hasil pemikiran ditambah penelitian ( studi kepustakaan atau riset lainnya ) menjadisuatu tulisan yang ilmiah, valid, bisa diuji dan sahih.
      selamat memilih sendok atau sumpit >

    • COBA DIBUKA BUKA LAGI CARA PENULISAN NKP, MULAILAH DENGAN MEMETAKAN APA YANG HENDAK KITA TULIS , MANA INPUT MANA PROSES DAN MANA OUTPUT TERMASUK OUTCOME , TERUS DILIHAT MANA YANG BERPENGARUH POSITIF MAUPUN NEGATIF DAN APA SAJA YANG MEMUNGKINKAN UNTUK DILAKUKAN. TERKAIT CONTOH NKP TERKAIT PEMBERANTASAN NARKOBA, MUNGKIN DAPAT SAYA SAMPAIKAN SEBAGAI BERIKUT :

      TEMA : PEMBERANTASAN PEREDARAN ILLEGAL NARKOBA.

      JUDUL : OPTIMALISASI PERAN PENYIDIK ANAK DALAM RANGKA PENANGANAN KASUS PENYALAH GUNAAN NARKOBA OLEH REMAJA DAN ANAK-ANAK GUNA MEWUJUDKAN GENERASI MUDA HARAPAN BANGSA

      BAB I MULAILAH DENGAN PIKO
      P( PERMASALAHAN ) I ( INDEKS ) K (KOMPARATIF ATAU PERBANDINGAN DARI INDEKS ) DAN O ( OBYEKTI SEBAGAI KATA KUNCI ADALAH SEHINGGA FENOMENAN KEMAMPUAN PENYIDIK ANAK DALAM PENANGGULANGAN PENYALAH GUNAAN NARKOBA OLEH REMAJA DAN ANAK -ANAK PENTING UNTUK DITULISKAN KARENA …..

  27. Terimakasih telah meberikan gambaran dlm nkp muda2han saya mampuh menyusunnaskah di maksud mhn do a restu biar lulus dalam uji kompetensi SAG

      • Selamat siang pak, mohon petunjuknya, perkenalkan nama saya Samson, saya bertugas sebagai staff keuangan Polres, rencana ikut SIP juga, kira-kira judul apa yang cocok bila dikaitkan dengan tema SIP 2014, sekarang ya, pak ? mohon bantuannya , trims, salam ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s