Month: September 2012

Penelitian Polri terkait fenomena Tawuran pelajar

PERKELAHIAN ANTAR PELAJAR

I. LATAR BELAKANG.

Konflik Sosial adalah suatu fenomena yang normal dan natural, konflik bagi terciptanya perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Dalam setiap perubahan akan selalu menimbulkan suatu konflik sosial. Konflik dapat menimbulkan suatu keadaan yang tidak enak, namun penting bagi pemecahan suatu masalah yang kreatif. Hal ini pada konflik sosial juga diartikan sebagai semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma-norma, stabilitas lokal / global, pola keseimbangan, moral, hak milik, kekeluargaan, solidaritas, hidup rukun bertetangga, disiplin dan hukum formal. Hal ini dapat sebagai cerminan didalam suatu bentuk perkelahian antar pelajar, sebab ada beberapa bentuk perkelahian yang sangat berpengaruh didalam lingkungan masyarakat, yaitu :
1. Perkelahian individu, yaitu perkelahian pelajar yang tidak melibatkan orang lain dalam masalah pribadi, biasanya adanya suatu yang tidak senang terhadap pelajar satu dengan pelajar lainnya dan dilakukan di lingkungan sekolah.
2. Perkelahian kelompok, yaitu perkelahian pelajar yang melibatkan banyak orang untuk membantu melakukan perlawanan kepada pelajar yang lain dan dilakukan di luar sekolah, biasanya perkelahian tersebut bukan dengan teman satu sekolahan tetapi dengan sekolah lain.
Hal ini bisa terjadi karena adanya rasa tidak senang, disini bisa dilihat dalam kedekatan lokasi sekolah antara SMU NEGERI 06 dengan SMU NEGERI 70 karena baik dari SMU 06 dengan SMU 70 sama-sama memiliki prestasi yang cukup bagus dalam meraih prestasi itu bisa dilihat dari banyaknya piala / penghargaan prestasi yang diraihnya di berbagai kegiatan, hal ini dapat membuat rasa tidak senang kepada salah satu sekolah yang memiliki prestasi yang sangat menonjol daripada sekolahnya. Rasa iri hati juga menjadi pedoman sebagai terjadinya suatu konflik sosial yaitu suatu perkelahian pelajar, hal ini juga bisa terjadi karena masalah status sosial dari salah satu sekolahan tersebut, misalnya untuk pelajar SMU 06 dalam status sosialnya lebih besar daripada status sosial pelajar SMU 70 hal ini sering terjadi diseluruh pelajar sebab pelajar yang status sosialnya rendah dia akan tersingkir untuk membentuk kelompok yang status sosialnya sama-sama rendah. Dan perasaan tidak puas dengan keputusan sesama pelajar juga menjadi salah satu terjadinya suatu perkelahian antar pelajar, sebab untuk keputusan tersebut seharusnya ada kesepakatan semua orang kalau salah satu saja ada yang tidak setuju dengan keputusan yang diambil maka akan menjadikan keributan yang berkepanjangan kalau tidak segera di selesaikan.
Dampak dari perkelahian pelajar tersebut dapat berakibat kredibilitas dari sekolah tersebut akan menurun / jelek dilingkungan masyarakat, sebab apabila anaknya nanti masuk kesekolahan tersebut pasti akan ikut serta dalam aksi perkelahian bukannya untuk belajar sebagaimana layaknya para siswa persekolahan. Hal ini memberikan dampak yang serius dikalangan para orang tua murid yang akan memasukkan anaknya ke dalam SMU 06 maupun SMU 70.
Didalam konflik perkelahian pelajar tersebut banyak sekali kelompok-kelompok yang melibatkan para pelajar yang berbagai macam status sosialnya, hal ini disebabkan karena dari pergaulan yang bebas diluar rumah dan juga banyaknya pula yang memiliki masalah keluarga ( BROKEN HOME ). Untuk itu keterlibatan pelajar dari berbagai status sangat menunjang untuk membentuk kelompoknya menjadi besar (dalam hal ini untuk anggotanya). Dari pelajar SMU 06 dan SMU 70 dalam keterlibatannya kebanyakan mengikuti teman-temannya yang telah terlebih dahulu masuk didalam kelompok-kelompok tersebut.
Dalam perkelahian antar pelajar yang disebabkan terhadap adanya rasa tidak senang, rasa iri hati, dan rasa tidak puas terhadap keputusan sangat berpengaruh terhadap suatu kontrol dari guru maupun dari para orang tua murid itu sendiri, sebab kontrol dari para guru dan orang tua itu sangat penting artinya didalam meredam untuk tidak akan timbul masalah perkelahian tersebut. Kontrol itu bisa berupa : perhatian khusus kepada para pelajar dengan memberikan suatu kegiatan belajar mengajar dan juga kegiatan ekstra kurikuler yang mempersulit ruang gerak para pelajar akan melaksanakan suatu rencana kegiatan yang tidak baik, juga perhatian khusus para orang tua kepada anaknya tentang mengetahui jadwal kegiatan anaknya dari berangkat sekolah sampai pulang sekolahnya dan juga adanya peluang waktu untuk anaknya didalam rumah maupun diluar rumah untuk menjauhkan anaknya dari kegiatan – kegiatan yang tidak berguna.

II. ANALISA TEORI KONFLIK.
Dalam masalah perkelahian antar pelajar tersebut kita menggunakan teori dari CHARLES TILLY dalam hal REVOLUSI.
Menurut Charles Tilly , revolusi adalah perkembangan dari suatu gerakan kecil menjadi gerakan besar atau collective action, yang disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a. Organisasi ; semakin rapi organisasi maka collective actionnya akan semakin kuat, hal ini terjadi apabila organisasi-organisasi kecil bergabung / bersatu menjadi organisasi besar.
b. Mobilisasi ; yaitu adanya kemampuan memperoleh sumber-sumber seperti sumber alam, dana, modal dan lain-lain untuk organisasi.
c. Kepentingan bersama ; collective action akan menjadi semakin besar jika ada kepentingan bersama dalam organisasi tersebut.
d. Kesempatan ; jika muncul kejadian / momentum yang merupakan kesempatan, maka collective action akan terjadi.
Teori ini sangat berhubungan dengan masalah perkelahian antar pelajar yang sering terjadi, sebab teori CHARLES TILLY menerangkan suatu organisasi / kelompok yang memasukkan anggota kelompok bermacam-macam status sosial baik itu pelajar yang kaya maupun pelajar yang miskin tanpa memandang status sosial. Hal ini dengan cepat mengembangkan atau memperbanyak jumlah anggota dalam kelompok tersebut. Dan dalam teori tersebut juga menerangkan bahwa didalam kelompok tersebut itu akan dengan sendirinya memiliki rasa kebersamaan didalam kelompok tersebut.

III. USULAN REKONSILASI.
Pada penelitian tentang perkelahian antar pelajar tersebut dapat disimpulkan dengan memberikan suatu pertanyaan – pertanyaan kepada para pelajar SMU 06 dan SMU 70 yang sebagai tempat untuk mencari data-dat tentang masalah perkelahian tersebut.
Untuk semua responden yang kita berikan dalam masalah konflik sosial terhadap permasalahan perkelahian pelajar antara SMU NEGERI 06 dengan SMU NEGERI 70 mendapat analisa bahwa perkelahian antara ke dua belah pihak memiliki indikasi atau penyebab dari permasalahan perkelahian tersebut. Untuk itu maka dari sindikat 1 binkam A mengumpulkan responden sebanyak 50 orang, yang terbagi dalam dua kelompok atau dalam dua SMU NEGERI di wilayah Bulungan Jakarta Selatan. Dan untuk responden dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para peneliti menghasilkan beberapa kriteria dalam permasalahan konflik sosial yang mengambil inti permasalahan seputar “KEIKUTSERTAAN DIDALAM SUATU KELOMPOK / GENG”, hal ini menghasilkan beberapa pendapat dalam keikutsertaan di dalam kelompok organisasi yang diluar organisasi sekolah ( OSIS ), antara lain adalah :
1. Pengetahuan adanya kelompok disekolahnya, para responden rata – rata mengetahui adanya kelompok-kelompok organisasi lain selain OSIS.
2. Kebanyakan para responden yang kita jadikan penelitian ini menjawab bahwa para responden tidak pernah masuk di dalam kelompok-kelompok tersebut.
3. Para responden kebanyakan menjawab tidak mengetahui adanya suatu struktur yang jelas didalam kelompok tersebut.
4. Di dalam kelompok tersebut, para responden menjawab persaingan di dalam kelompok tersebut tidak ada.
5. Banyak para responden menjawab kalau masuk ke dalam suatu kelompok dikarenakan ikut teman.
6. Untuk aturan-aturan di dalam kelompok tidak pernah mengikat oleh para anggotanya.
7. Sangsi yang berlaku di dalam kelompok tersebut tidak ada kalau para anggotanya melanggar aturan yang berlaku di dalam kelompok tersebut.
8. Hubungan di dalam, antara kelompok dengan sekolah sangat baik itu di lihat dari banyaknya para responden menjawab pertanyaan tersebut.
9. Kebanyakan para responden di dalam kelompoknya tidak memiliki peranan penting, responden cuma hanya kebanyakan sebagai anggota kelompok tersebut.
10. Responden mengatakan untuk hubungan antar individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok secara baik di dalam sekolah.
11. Untuk para orang tua kebanyakan tidak mengetahui kalau anaknya masuk dalam suatu kelompok diluar dari organisasi sekolah.
12. Para responden menjawab kalau dia tidak mengetahui untuk status dari ketua kelompoknya tersebut dari keluarga yang harmonis apa bukan.
13. Untuk pengguna minuman keras dan obat-obatan ( Narkoba ) di dalam kelompok, responden menjawab tidak pernah kelompok tersebut menggunakan minuman keras dan obat-obatan.
14. Untuk permasalahan terjadinya perkelahian, Para responden mengatakan bahwa permasalahan tersebut timbul karena adanya dendam antara SMU 06 dengan SMU 70 yang pernah dipukulnya.
15. Para responden mengatakan kalau dari pihak Kepolisian juga pernah memberikan suatu pengarahan tentang bahaya perkelahian pelajar tersebut.
Dari pernyataan diatas kami dari sindikat 1 binkam A memberikan contoh pertanyaan yang kita buat untuk para pelajar yang memberikan keterangan tentang bagaimana keterlibatan para pelajar SMU 06 dan SMU 70 tentang keikutsertaan didalam suatu organisasi pelajar yang diluar dari organisasi sekolah, antara lain sebagai berikut :

R E S P O N D E N : WARGA MASYARAKAT.

: SISWA SMU NEGERI 06 dengan SMU NEGERI 70

V A R I A B E L : Pranata Sosial.

DI ISI OLEH PENELITI
No. Responden :
Hari / Tgl. Penelitian : RABU / 03 SEPTEMBER 2003.
Peneliti : SINDIKAT 1 BINKAM A

CARA MENJAWAB : Beri tanda X dalam kotak pada jawaban yang anda pilih !

P E R T A N Y A A N :

1. Apakah saudara tahu bahwa di sekolah saudara terdapat kelompok / geng ?

Tahu Tidak Tahu Ragu-ragu

2. Apakah saudara masuk dalam salah satu kelompok / geng di sekolah saudara ?

Ya Tidak

3. Apakah kelompok tersebut mempunyai organisasi yang jelas ?

Ya Tidak Ragu-ragu

4. Apakah kelompok tersebut ada persaingan antar kelompok di sekolah saudara ?

Ada Tidak Ada Tidak Tahu

5. Apa yang mendasari saudara ikut dalam kelompok tersebut di sekolah saudara ?

Ikut Teman Dipaksa Suka Rela Takut

6. Apakah ada aturan-aturan tertentu dalam kelompok tersebut yang mengikat para anggotanya ?

Ya Tidak Tidak Tahu

7. Apakah ada sangsi apabila anggota kelompok tersebut melanggar aturan dari kelompok itu ?

Ada Tidak Ada Tidak Tahu

8. Apakah ada tujuan-tujuan tertentu saudara ikut dalam kelompok tersebut ?

Ada Tidak Ada Tidak Tahu

9. Apakah saudara merasa sekolah saudara lebih baik dalam segala hal ?

Ya Tidak Tidak Tahu

10. Bagaimanakah hubungan antar kelompok dalam sekolah saudara ?

Baik Tidak Baik Tidak Tahu

11. Apakah saudara mempunyai peran dalam kelompok saudara ?

Ya, sebagai ………………………………………..

Tidak.

12. Bagaimana peran saudara dalam kelompok tersebut ?

Sangat Aktif Aktif Biasa Saja Tidak Aktif

13. Bagaimana hubungan antar Individu dengan Kelompok ?

Sangat Baik Baik Biasa Tidak Baik

14. Bagaimana hubungan Kelompok dengan Kelompok lain di sekolah saudara ?

Sangat Baik Baik Biasa Tidak Baik

15. Apakah sekolah saudara mengijinkan kelompok tersebut eksis di dalam setiap kegiatan dalam sekolah ?

Ya Tidak Tidak Tahu

16. Apakah orang tua mengetahui dan berperan aktif dalam kelompok saudara ?

Ya Tidak

17. Apakah peran Ketua Kelompok sangat dominan dalam perannya ?

Ya Sedang-sedang Tidak

18. Apakah Ketua Geng dari keluarga yang harmonis ?

Ya Tidak Tidak Tahu

19. Apakah mata pelajaran atau jurusan pendidikan sebagai pilihan mereka ?

Ya Tidak Tidak Tahu

20. Apakah mereka dalam kelompok tersebut pengguna obat-obatan terlarang dan minuman keras ?

Ya Tidak Tidak Tahu

21. Apakah mereka secara bertahap diberikan bimbingan rohani / pendidikan agama ?

Ya Tidak Tidak Tahu

22. Apakah pernah mereka mendapatkan bimbingan dari pihak Kepolisian tentang bahaya perkelahian pelajar ?

Pernah Kadang-kadang Tidak Pernah

23. Apakah disekolah saudara mempunyai siswa perempuan ?

Ada Tidak Ada Ada, namun dominan laki-laki

24. Apakah siswa sekolah anda dengan siswa sekolah SMU 06 / 70, mempunyai dendam sebelumnya ?

Pernah ditodong Pernah dipukul Pernah di………

25. Apakah terjadinya persaingan antara SMU 06 dan SMU 70 karena adanya perebutan fasilitas umum ?

Tidak Ada Ada, Perebutan Halte Bus Ada, perebutan ………

26. Apakah ada persaingan dalam prestasi olah raga antara SMU 06 dan SMU 70 ?

Ada Tidak ada Selalu bersaing

IV. KESIMPULAN.
Konflik merupakan suatu paradoks, penuh kontradiksi dan pesan-pesan yang membingungkan masyarakat. Hal ini juga dilakukan oleh para pelajar dalam menimbulkan permasalahan konflik antar pelajar. Untuk itu maka kita melakukan suatu penelitian permasalahan konflik di lingkungan pelajar SMU di Jakarta .
Hal-hal yang berkaitan dengan masalah diatas jelas semua ini adalah tanggung jawab semuanya baik dari guru, orang tua maupun dari diri kita sendiri. Beberapa pokok yang dapat menimbulkan suatu konflik diantara para pelajar, antara lain :
1. Kurangnya perhatian dari para orang tua murid yang selalu menyerahkan tanggung jawabnya kepada sekolah .
2. Adanya kekuasaan yang besar dilingkungannya baik disekolahnya maupun ditempat tinggalnya.
3. Adanya kesalahpahaman yang disebabkan oleh komunikasi yang tidak lancar atau sejalan.
Hal tersebut agar segera mungkin dapat di atasi yang dampaknya akan cepat meluas, sebab hal tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang buruk mengenai makna konflik di kalangan pelajar, maka harus ada seseorang yang mau memberikan suatu penjelasan yang sangat detail kepada para pelajar, agar para pelajar bisa memahami apa itu pemahaman tentang suatu organisasi.